Postingan

Tanah Tanpa Kata

“Kamu tidak boleh memikirkan kata.” Kalimat itu adalah hukum pertama di bawah Ordo Simbolik, dan Kiera telah mengulangnya  setiap pagi sejak ia bisa mengingat. Dalam dunia yang dibangun atas simbol, gambar, dan  suara mesin netral, kata-kata dianggap sumber semua kekacauan masa lalu: perang dimulai  dari pidato, pemberontakan tumbuh dari puisi, dan cinta yang tak bisa dikontrol lahir dari  kata-kata sederhana seperti "aku" dan "kau." Di ruang tidurnya di panti asuhan Distrik 7, Kiera menatap dinding putih kosong. Di atas  tempat tidurnya, hanya ada satu lambang: ☯ artinya "Patuh." Ia menggambar simbol itu lima  kali di udara setiap pagi dengan gerakan tangan yang telah diajarkan sejak kecil. Ia tidak boleh  berbicara. Tidak boleh menulis. Tidak boleh mengingat bentuk kata.  Tapi malam itu, angin masuk lewat ventilasi tua di kamar mandi panti. Tidak seperti suara  kipas mekanik yang biasa, angin ini berbisik. Ada sesuatu dalam alirannya yang t...

Hari pertama PKKMB Sakera 2026, Hadirkan Lalu Hadrian Irfani untuk Orasi Kebangsaan

WKUTM –   Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) telah melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Senin, (10/8). Acara tersebut dilakukan di Gedung Pertemuan R.P Mohammad Noer pada pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.  Rapat senat dibuka pada pukul 9.05, lalu disusul oleh sambutan para tamu juga rektor UTM. Pada pidatonya, Safi' menyebutkan bahwa mahasiswa baru UTM yang terdata mengikuti PKKMB 2026 hari ini terdiri dari 4.203 peserta, dengan rincian 2.584 perempuan dan 1.630 laki-laki. Adapun total mahasiswa tersebut termasuk juga di dalamnya 11 mahasiswa internasional.  Safi' juga menyinggung status klaster perguruan tinggi yang terdiri dari 3 tingkatan, yang mana UTM berada pada tingkatan tengah yaitu berstatus Badan Layanan Umum (BLU).  "Nah UTM saat ini ada di klaster middle , klaster tengah yang sedang menuju ke klaster paling atas. Sehingga dapat berdampak pada peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan lulusannya", ujarnya. Sambut...

Resensi: Masa Depan dalam Bayang-Bayang Kehancuran

Gambar
Judul: Battle Royale Sutradara: Kinji Fukasaku Tahun Rilis: Desember 2000 Genre: Thriller, Survival, Distopia Durasi: 113 menit Di ambang pergantian abad, ketika dunia sedang membayangkan masa depan yang lebih cerah, Jepang justru melahirkan sebuah karya gelap, brutal, dan penuh sindiran tajam terhadap masyarakatnya sendiri. Battle Royale, film garapan Kinji Fukasaku, bukan sekadar film bergenre thriller survival berdarah, namun juga refleksi getir tentang ketakutan sosial, kehancuran, dan alienasi generasi muda. Cerita dimulai dengan kelas 3-B dari SMP Shiroiwa yang sedang dalam perjalanan kunjungan sekolah. Tanpa mereka ketahui, bus mereka dibajak dan mereka semua terbangun di sebuah ruangan misterius. Di sana, mantan guru mereka, Kitano (diperankan oleh Takeshi Kitano), mengumumkan bahwa mereka terpilih untuk mengikuti program “Battle Royale”. Aturannya sederhana tapi kejam. Dalam tiga hari, mereka harus saling membunuh hingga hanya tersisa satu orang. Jika tidak, semua ...

Pemeriksaan Kesehatan Wajib untuk Camaba 2026

Gambar
WKUTM - Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) telah mengeluarkan surat edaran nomor B/6897/UN46/TM.00.02/2026. Surat edaran tersebut berisi tentang pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang wajib dilakukan oleh calon mahasiswa baru (camaba) sebagai syarat wajib daftar ulang. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 3 – 7 Agustus 2026, di Gedung Pertemuan R.P Mohammad Noer, pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.  Meisya Fadiah Putri, sebagai salah satu camaba program studi (prodi) Sistem Informasi bercerita bahwa dirinya sudah melakukan serangkaian tes kesehatan di sekitar rumah. Awalnya ia mengira bahwa surat sehat yang diminta kampus bisa diperoleh dari fasilitas kesehatan mana saja, sebelum akhirnya surat tersebut resmi diterbitkan yang menyatakan bahwa pemeriksaan harus dilakukan di kampus. Alhasil Meisya melakukan tes kesehatan kedua kali, sesuai dengan aturan yang ada. ”Kemarin aku sudah sempat tes di puskesmas rumah, tapi ternyata tidak bisa. Harus tetap diwajibkan tes di sini...

Mata Tua yang Dipindai Penuh Curiga

Gambar
Seorang perempuan paruh baya, Wulan, tengah duduk di beranda rumah. Rumah kecil dari kayu dan lantai semen yang mulai retak-retak. Di pangkuannya, ada ponsel jadul pemberian Alan, anak semata wayangnya. Tak banyak yang bisa dilakukan dengan ponsel itu kecuali membuka galeri, menerima panggilan, atau sekadar transaksi E-wallet. Ya, dirinya kini harus mulai beradaptasi dengan zaman, belanja di warung kemudian membayar melalui scan barcode. Sudah sejak tadi sore ia menatap satu foto anak semata wayangnya itu, tengah berdiri di antara kerumunan orang membawa spanduk bertuliskan: Hidup Rakyat Kecil, Hancurkan Sistem Zalim! Lingkungan tempat Wulan tinggal mengharuskan semuanya serba digital. Sehingga semua warga diminta mendaftar sistem identitas digital berbasis retina. Pak RT bilang ini bagian dari program pemerintah pusat, katanya untuk efisiensi dan agar bantuan lebih tepat sasaran. Lagi-lagi 'tepat sasaran' menjadi kata yang sering muncul dari bibir-bibir pejabat itu...

Diam Saja, Jangan Penasaran Seperti Asri

Gambar
Srekk … Belum lima menit kertas ke sekian telah dirobek. Seperti merasa kurang jika hanya menyobek, kertas yang berisi coretan asal itu kemudian diremas-remas dan dibuang dengan penuh rasa kesal. Barangkali juga belum lega, tangannya kini menjambak helai-helai panjang surai di kepala.  Di antara cahaya lampu berpendar suram, perempuan itu kini membenturkan kepalanya berkali-kali ke meja. Suasana yang senyap menambah kesan terpuruk yang amat kepadanya. Tanpa seorang pun kawan, dia terlihat menyedihkan di depan meja panjang yang mukanya tertutup kertas berserakan.  Duk … Duk … Duk … "Heh kau kenapa Ri?!"  Sebuah tangan akhirnya menahan kepala nya memukul muka meja. Perempuan itu menoleh untuk melihat si pemilik tangan. Dengan sorot mata merah yang memancarkan raut wajah lelah dan kesal, dia melihat seorang kawan memandangnya penuh cemas.  Mereka saling diam tanpa bersua. Hanya sorot mata yang saling beradu, seolah semua kata sudah mampu terbaca lewatnya....

Reformasi Dimulai dari Dalam Kampus

Gambar
“Buruh tani, mahasiswa, rakyat miskin kota, bersatu padu rebut demokrasi” Sejak hari pertama masa orientasi mahasiswa, potongan lirik lagu itu telah ratusan kali kudengar. Masih kuingat amarah para panitia yang mengepalkan tangan saat mengawal nyanyian. Mereka berulang kali berupaya menanamkan ide sebagai agen perubahan dalam melawan ketimpangan maupun tirani. Namun, dua tahun berlalu aku mulai ragu, mereka tak benar-benar melawan; mereka justru lebih tampak mereplikasi tirani yang ditunjukkan pemerintah. Di berbagai forum, kutemui kawan-kawan mendiskusikan kebobrokan proses politik di negeri ini. Mereka tahu pemerintahan kini dibangun dari pondasi nepotisme, jegal-jegalan, hingga jualan program populis. Tentunya, mereka juga paham betul kalau cara-cara yang digunakan tersebut sangatlah biadab, terutama di negara demokrasi. Sayangnya, seringkali hal ini juga diterapkan di kampus oleh mereka sendiri yang bermain peran sebagai pemerintah. Saat pemilihan umum (pemilu) mahasisw...

TK Lab School UTM: Sarana Pendidikan Anak dan Penerapan Ilmu Mahasiswa

Gambar
WKUTM–Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) telah meresmikan Taman Kanak-kanak (TK) Lab School pada acara puncak dies natalis ke-12 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Minggu (24/5). TK ini merupakan pengembangan dari Taman Sosialisasi Anak (TSA) As Sakinah UTM yang telah berjalan sejak tahun 2013. Dinara Maya Julijanti, Ketua TK Lab School UTM, menjelaskan bahwa TK yang berlokasi di perumahan dosen (perumdos) ini didirikan lantaran adanya permintaan dari orang tua peserta didik TSA As Sakinah untuk menambah jenjang pendidikan. ”Pihak pengelola dengan izin rektor akhirnya membuka TK dengan nama TK Lab School UTM,” ujar dosen program studi (prodi) Ilmu Komunikasi tersebut (24/5). Sebelum diresmikan, TK Lab School UTM telah membuka pendaftaran hingga 26 Juni nanti dengan biaya Rp1.500.000, ditambah Rp500.000 jika turut mengambil jasa penitipan anak (opsional). Tersedia kuota 15 anak didik perkelas pada kelas A dan B. Dinara menambahkan, berbeda dengan TSA As Sakina...

Buletin Selebaran Edisi Hari Kebangkitan Nasional 2026

Gambar
Salam Redaksi Setiap tanggal 20 Mei, kita kembali dipertemukan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Sebuah momen yang sering kali hadir lewat slogan-slogan penuh semangat, ucapan seremonial, hingga unggahan media sosial yang silih berganti memenuhi linimasa. Namun di tengah semua itu, muncul satu pertanyaan sederhana: masihkah kebangkitan dimaknai lebih dari sekadar peringatan tahunan? Generasi muda kerap disebut sebagai agent of change . Sebuah julukan yang terdengar gagah, tetapi perlahan terasa semakin berat ketika dihadapkan pada realitas hari ini. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, krisis kepedulian sosial, hingga budaya ikut-ikutan tanpa banyak mempertanyakan, kebangkitan tidak lagi cukup dimaknai sebagai semangat yang dihafalkan dalam pidato. Ia perlu hadir dalam keberanian untuk berpikir kritis, bersuara, dan tetap peduli pada sekitar. Buletin Selebaran edisi Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini mencoba menghadirkan ruang refleksi kecil tentang bagaim...

Optimalisasi Layanan Halal Center UTM Terkendala Minimnya Kesadaran dan Sosialisasi

Gambar
WKUTM — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) terus mengembangkan layanan melalui Halal Center sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi jaminan produk halal. Namun, meski telah beroperasi sejak tahun 2022, keberadaan Halal Center masih belum banyak diketahui oleh civitas academika UTM. Ahmad Makhtum selaku Kepala Halal Center UTM menyampaikan bahwa Halal Center memiliki tiga layanan utama, yakni Lembaga Proses Pendamping Produk Halal (LP3H), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta Lembaga Pelaksana Pelatihan Jaminan Produk Halal (LPPJPH). Adapun LP3H berfokus pada pendampingan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam proses sertifikasi halal melalui skema self declare , yaitu mekanisme sertifikasi untuk produk dengan bahan sederhana. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menyediakan kuota sertifikasi halal gratis setiap tahunnya. “Karena setiap tahun pemerintah mengeluarkan jatah self declare sekitar satu juta sertifikasi halal gratis untuk para pedaga...

Pendaftaran TOEFL UTM Membludak, Antrean Panjang Tuai Keluhan Mahasiswa

Gambar
Suasana antrean mahasiswa di depan loket pendaftaran UPT Bahasa UTM (23/4). (N4) WKUTM — Pendaftaran Test of English as a Foreign Language   (TOEFL) di Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mengalami lonjakan dalam dua pekan terakhir. Hal tersebut menyebabkan antrean panjang di loket pendaftaran, dengan waktu tunggu mencapai 30 hingga 90 menit. Kondisi tersebut menuai berbagai keluhan dari mahasiswa yang menilai sistem pendaftaran masih belum efektif.   Bagus Aji Danan Jaya Ilmi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengungkapkan penyebab antrean panjang tersebut, salah satunya dipicu oleh keterbatasan jumlah petugas di loket pendaftaran. Selain itu, praktik pendaftaran titipan antar mahasiswa juga turut memperlambat proses. ”Selain karena penjaga loket yang hanya satu, padahal loketnya ada dua. Penyebab antrean juga karena teman-teman mahasiswa banyak sekali yang daftar membawa titipan temannya,” ungkapnya (19/4). Mahasiswa angkatan...

Opini: Vokasi atau Akademik? Membaca Arah Pendidikan di Madura

Gambar
Perdebatan tentang kampus vokasi versus kampus akademik sering kali berhenti pada dikotomi yang terlalu sederhana: yang satu dianggap “siap kerja”, sedangkan yang lain “terlalu teoritis”. Namun jika melihat realitas di lapangan—terutama di daerah seperti Madura—pertanyaan ini tidak lagi sekadar soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang benar-benar relevan dengan struktur ekonomi yang ada. Data nasional justru menunjukkan ironi yang tidak bisa diabaikan. Lulusan yang dipersiapkan untuk langsung bekerja, seperti SMK, justru menyumbang tingkat pengangguran tertinggi. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa tingkat pengangguran lulusan SMK berada di kisaran tertinggi dibanding jenjang lain, bahkan mencapai sekitar 8 persen dalam beberapa tahun terakhir. Ini menjadi paradoks: pendidikan berbasis keterampilan tidak otomatis menjamin terserapnya tenaga kerja. Di sisi lain, kampus akademik juga tidak lepas dari persoalan serupa. Sekitar 13,33% lulusan perguruan tinggi masih menga...

Esai: Mengapa Seni dan Sastra Diburu Saat Pengarangnya Mati atau Hidup Menderita?

Gambar
Tahun 1888, Vincent van Gogh memotong telinga kirinya dengan pisau cukur. Ia sedang mengalami depresi parah hingga kondisi psikologisnya terganggu. Semasa hidup, ia telah menghasilkan lebih dari 2.100 karya seni. Namun, pengakuan atas karyanya justru baru datang setelah beberapa dekade setelah kematiannya.  Kisah penderitaan lain juga dialami oleh Franz Kafka. Pada tahun 1912, Kafka hampir mengakhiri hidup karena ayahnya menentang pilihannya menjadi penulis dan memaksanya untuk bekerja di pabrik, layaknya pemuda lain seusianya. Akibat pertentangan itu, Kafka mengalami pergelutan batin hingga menimbulkan kecemasan, depresi berat, dan penyakit tuberkulosis di usia muda. Tetapi mari kita lihat sekarang, mereka telah menjadi legenda. Karya-karyanya disukai oleh jutaan orang, bahkan diperebutkan. Akan tetapi, benarkah kita mengagumi mereka murni karena karyanya? Ataukah justru karena narasi tragis yang melekat pada diri sang seniman? Bagaimana jika sebenarnya kita sedang ter...

Resensi: Sejarah Perlawanan Penguasa Tiran di Tanah Mesir

Gambar
Judul: Testament: The Story of Moses  Produser: Emre Sahin dan Kelly McPherson Sutradara: Benjamin Ross Tanggal rilis: 27 Maret 2024 Durasi: 81 – 88 menit (3 Episode)  Genre: Dokumenter sejarah Testament: The Story of Moses merupakan serial dokumenter yang mengisahkan perjuangan Nabi Musa dalam menyampaikan wahyu Tuhan kepada umatnya. Serial ini terdiri dari tiga episode yang masing-masing berdurasi sekitar 81 – 88 menit. Cerita dalam serial ini diambil dari kumpulan dokumen tiga agama Abrahamik, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Film ini digarap oleh Benjamin Ross, seorang penulis sekaligus sutradara berkebangsaan Inggris. Setelah dirilis pada Maret 2024, serial ini berhasil menjadi salah satu acara televisi yang paling banyak ditonton di Netflix. Kisah dalam serial Testament: The Story of Moses dimulai ketika Musa berada di kerajaan Mesir setelah diangkat menjadi anak oleh putri kerajaan Mesir saat ia ditemukan di sungai Nil. Pada masa itu, masyarakat Mesir mem...

Buletin Selebaran Edisi Ramadan 2026

Gambar
Salam Redaksi Setiap Ramadan selalu membawa cerita yang hampir serupa: pasar takjil yang ramai, jadwal buka bersama yang padat, hingga waktu-waktu siang yang terasa lebih lambat dari biasanya. Di balik suasana tersebut, Ramadan sejatinya menghadirkan ruang untuk belajar menahan diri dan memahami makna kesederhanaan. Buletin Selebaran edisi Ramadan 2026 ini mencoba menyoroti beberapa fenomena yang sering hadir dalam keseharian kita selama bulan puasa. Dari kebiasaan berburu hidangan berbuka hingga cara kita memaknai waktu ketika berpuasa. Semoga edisi ini dapat menjadi bacaan ringan yang menemani perjalanan Ramadan kita, sekaligus menghadirkan ruang refleksi kecil di tengah rutinitas yang dijalani. Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat membaca!  Baca Buletin Selebaran Edisi Ramadan 2026

Cerpen: Darah Juang Tak Pernah Bisa Dibungkam

Gambar
Sumber foto: Pinterest/Diana Dien Catatan terakhir Sabrang Jika suatu hari kau menyadari ada yang hilang dari negaramu, bisa jadi kau telah membersihkan rasa apati yang sudah lama menumpuk dalam hati. Tumpukan ketidakpedulian yang menghasilkan malam-malam suram berbekal lentera temaram. Maka ketika masa itu tiba, kutitipkan pesanku agar senantiasa menjaga kepedulian itu agar tidak lagi menghilang.  Konon, mereka yang bersedia menjaga masyarakat serta negaranya untuk tetap bersikap adil adalah pemuda-pemudi yang memiliki darah juang. Maka aku memanggil mereka yang memiliki darah juang tersebut untuk membantu saudaranya yang mengalami ketidakadilan. Kupanggil semua jiwa-jiwa yang resah.  Jangan pernah ragu untuk mengutarakan apa yang dirasakan oleh hati nurani tentang memperjuangkan kebenaran. Meskipun kau diancam oleh jerat borgol ketakutan, jangan pernah menyerah dan mari tetap sampaikan kebenaran. Meskipun melalui pesan-pesan yang disembunyikan dalam untaian syair...

Esai: Apa-Apa Madura: Menengok Stigma dan Kegagalan Negara dalam Menyejahterakan Rakyatnya

Gambar
Sumber foto: kompas.com Akhir-akhir ini, saya sering merasa lelah setiap kali membuka media sosial. Polanya hampir selalu sama. Setiap ada kabar kehilangan, keributan kecil, atau parkir liar yang dianggap mengganggu, arah tudingan cepat sekali mengerucut pada satu nama: Madura. Situasi ini kian memanas setelah muncul kabar pengusiran yang disebut-sebut melibatkan organisasi masyarakat yang anggotanya orang-orang Madura. Dari rangkaian peristiwa itu, muncul satu pertanyaan yang sebenarnya jauh lebih penting daripada sekadar saling menyalahkan: mengapa orang Madura bisa ada di sini, dan jumlahnya tidak sedikit? Bagi orang Madura, merantau bukan cerita sok keren tentang menaklukkan kota besar. Jauh dari itu, merantau lebih mirip strategi bertahan hidup. Ada falsafah lama yang melekat kuat dalam ingatan kolektif mereka: abhantal omba’, asapo’ angin —berbantal ombak, berselimut angin. Ungkapan ini bukan sekadar puisi, tapi gambaran nyata tentang hidup yang keras, penuh ketidakpa...