Postingan

Menampilkan postingan dengan label pertanian

Krisis Regenerasi Petani, Dosen dan Mahasiswa UTM Angkat Bicara

Gambar
WKUTM — Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian nasional saat ini. Di tengah laju urbanisasi, alih fungsi lahan, dan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi petani, sektor pertanian juga menghadapi risiko kehilangan penerusnya. Situasi ini pun menjadi sorotan kalangan akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi pertanian menyampaikan kekhawatiran sekaligus menawarkan solusi terkait krisis regenerasi petani muda, mulai dari persoalan struktural seperti minimnya insentif dan keterbatasan lahan, hingga perlunya pendekatan modern dalam pengelolaan pertanian. Dosen Agribisnis UTM, Mokh. Rum, menyoroti penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai permasalahan struktural yang harus diselesaikan dari akar permasalahan. Menurutnya, minimnya insentif dan semakin menyusutnya luas lahan menjadi faktor utama yang menghambat regenerasi petani. ”Kalau pertanian...

Dosen UTM Soroti Tantangan di Sektor Pertanian Indonesia

Gambar
WKUTM — Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan struktural yang kompleks, mulai dari rendahnya harga komoditas, ketergantungan pada tengkulak, hingga kebijakan impor dari pemerintah. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun kesejahteraan petani masih jauh dari kata layak. Di tengah kondisi ini, berbagai inisiatif seperti Koperasi Merah Putih hingga program penyerapan gabah oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) terus digalakkan. Hal tersebut kemudian mendapat perhatian dari dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mokh. Rum, Dosen Agribisnis UTM, menuturkan bahwa tantangan paling mendesak dalam sektor pertanian saat ini adalah rendahnya harga hasil pertanian yang menyulitkan petani meraih keuntungan. Ia menyebut kebijakan impor sebagai salah satu penyebab rendahnya daya saing produk lokal. “Kenapa rendah? Salah satunya karena pemerintah kita masih melakukan impor. Logikanya, harga di luar negeri lebih mur...