Aku Rindu Negeriku
Oleh : Syaiful Anwar Meremeh-temehkan Ramah Tamah Seingatku, semua orang tahu Indonesia adalah bangsa yang ramah, masyarakatnya senantiasa murah senyum, dan menghargai setiap perbedaan yang ada. Namun itu dulu: ketika pagar-pagar besi yang tinggi belum tertancap di depan rumah-rumah. Aku pun masih ingat, sebelum pagar-pagar itu didirikan, aku sering bermain kelereng di halaman rumah tetanggaku. Disana aku bisa memetik buah dari pohon buah-buahan yang ditanam tetanggaku. Aku senang, sebab aku bisa mengambilnya sesuka hati tanpa harus diteriaki maling. Namun sekali lagi, itu dulu: ketika buah-buahan yang telah matang di pohon belum terbungkus kantong kresek agar tak dimakan codot. Bayangkan, seekor hewan sekelas codot saja tak dibolehkan untuk memakannya, apalagi manusia sepertiku? Sekarang, pemandangan sehari-hari di sekitar rumahku hanyalah rumah-rumah dengan pagar yang tinggi. Jangankan bermain kelereng di dalamnya, melihat dari luar saja tak bisa. Pagar-pagar itu pun me...