Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Pelarangan Organisasi Ekstra Masuk Kampus #UTM2014

WKUTM - Berdasarkan keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (DIKTI) Nomor: 26/Dikti/Kep/2002 memutuskan untuk pelarangan kepada segala bentuk Organisasi Ekstra dan Partai Politik untuk masuk ke dalam Kampus. Sebagai bentuk realisasi keputusan itu, pada tahun 2012 lalu DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) dan MKM (Mahkamah Konstitusi Mahasiswa) UTM mengeluarkan peraturan serupa untuk mempertegas pelarangan Organisasi Ekstra masuk dan beraktifitas di dalam kampus. Kendati demikian, kebijakan negara yang dibuat melalui DIKTI kerap tidak digubris oleh ORGANDA (Organisasi Daerah), yang notabene termasuk Organisasi Ekstra.  Umumnya pelanggaran yang dilakukan ORGANDA ini terjadi pada saat penerimaan mahasiswa baru. Berdasarkan pantauan Reporter SM selama masa penerimaan mahasiswa baru, ditemukan banyak ORGANDA yang memasang banner dan bahkan membuat stand pendaftaran di dalam kampus. Selain itu, pelanggaran yang lebih keras terjad...

Realisasi TPS di UTM

WKUTM - Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Belum juga terealisasi. Pada (03/24/14) kemarin dikonfirmasi kepada Pembantu Rektor II, Ir. Muhammad Fakhri, M.P, pihaknya mengaku sudah mengajukan proposal anggaran kepada Kemdikbud. “Kami sudah mengajukan pada kementerian, namun hingga saat ini belum di-acc,” ungkapnya. “Kalau masalah TPS ini saya tugaskan pada Subaidi selaku Kepala Bagian Rumah Tangga, rencananya akan kerjasama dengan Pemda Bangkalan,” imbuhnya. Ditemui secara terpisah, Subaidi selaku Kepala Bagian Rumah Tangga menyampaikan belum ada kejelasan soal pembuatan TPS di UTM. “Tugas saya kan cuma menyiapkan lokasi TPS-nya saja. Dan ada tiga tempat yang rencananya disiapkan untuk TPS. Satu TPS utama diletakkan di selatan Asrama, lalu yang lainnya di sebelah timur RKB-F dan sebelah Rektorat. Kalau ditanya kapan atau tidaknya akan selesai, sampai saat ini masih menunggu anggaran. Yang pasti kami sudah mengajukan,” jelasnya. Terkait akan dilakukannya kerja sama denga...

Perpustakaan UTM Kurang Sosialisasi #PERPUSTAKAAN_UTM_2014

WKUTM   - Pihak Perpustakaan kocar-kacir dengan kedatangan Mahasiswa Baru 2014 (MABA) yang menyerbu Perpustakaan tanpa Kartu Anggota Perpustakaan (24/09). Hal ini sama dengan yang diungkapkan Bapak Hamim selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) “kami merasa kerepotan dengan kedatangan MABA 2014 ketika memasuki Perpustakaan, pasalnya mereka datang bergerombolan dan itu pun tanpa ada kartu anggota perpustakaan”. Hal ini dilatar belakangi kurangnya koordinasi dan so sialisasi dari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ketika Orientasi Mahasiswa (ORMABA) sehingga banyak MABA 2014 tidak mengetahui Tata Tertib Perpustakaan. Kegiatan ORMABA harusnya menginformasikan mengenai perlunya Kartu Anggota Perpustakaan terutama bagi MABA 2014. Sehingga tidak terjadi kesalahan prosedur dikarenakan tidak mengetahui peraturan yang ada. Dari pihak Kasubag sendiri merasa kewalahan karena kurangnya informasi tentang Tata Tertib Perpustakaan. “seharusnya ketika ORMABA dilakukan, pihak BEM ...

BULETIN SELEMBARAN (BUBAR) EDISI OUTPUT PENDIDIKAN TINGGI 22 SEPTEMBER 2014

Gambar
DOWNLOAD DISINI  BUBAR OUTPUT PENDIDIKAN TINGGI

Sanksi Bagi Penyelewengan Dana PKM-P di UTM

Gambar
Realisasi PKM-P (Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian masyarakat) dari DIKTI (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) untuk pengabdian mahasiswa di masyarakat tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Hal ini terbukti dari banyaknya mahasiswa yang proposalnya telah diterima dan mendapat dana dari DIKTI hanya mengimplementasikan programnya selama beberapa hari saja untuk bukti dokumentasi dan realisasi program sesuai proposal. Padahal, rentang waktu yang tertera dalam proposal bisa sampai 3-4 bulan.  Program PKM-P ini diselenggarakan DIKTI untuk memberi peluang mahasiswa untuk menyalurkan kreasi dan inovasinya di masyarakat. Selain itu, PKM-P ini merupakan salah satu program pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga sebelum dana diturunkan, DIKTI melakukan seleksi ketat terhadap proposal dana yang diturunkan tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, lumrahnya penyalahgunaan program PKM-P ini membuat mahasiswa menjadi matrealistis....

Kembang Kertas Perguruan Tinggi

Gambar
“Ibarat kembang kertas; terlihat bagus dan indah bentuknya, tapi hancur luluh seketika tercebur dalam genangan air. Begitulah potret pendidikan di Indonesia saat ini: menghadirkan teori-teori di berbagai diskusi dan penelitian, tapi nihil implementasi dan relevansinya.” Meski Indonesia tergolong sebagai Bangsa Timur, namun dalam hal rujukan teori, tokoh-tokoh intelektualnya justru berkiblat pada sarjana barat. Akibatnya, cara pandang mahasiswa dikonstruksi oleh pemikiran Barat. Hal ini dapat dibuktikan dari penelitian-penelitian sosial yang dihasilkan megadopsi metode dan teori-teori barat. Dari sini akan timbul banyak pertanyaan: adakah relevansi teori Barat dengan fenomena yang terjadi di Indonesia? Sedangkan kita ketahui bersama bila tujuan dari penelitian sosial adalah untuk memetakan dan memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat.  Selain itu, tidak banyak mahasiswa atau dosen tidak memahami bila lahirnya teori Barat tersebut berangkat dari k...

Gincu Kosmetik Pertunjukan Seni

Gambar
BY : CDV_T Wajah dunia kesenian, terutama teater mahasiswa telah terpelanting jauh keluar rel. Selain itu, bila dianggap sebagai bagian dari dunia kesenian, pondasi dunia teater mahasiswa di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah roboh dan kehilangan esensi yang menjadikan teater benar-benar bermutu dan berkualitas. Identitas dan kelahiran teater yang semula sebagai representasi realitas dan kondisi sosial masyarakat, kini hanya sebatas ekspresi kebutuhan personal dan rutinitas belaka. Di samping itu, saya mencermati perkembangan dunia teater mahasiswa kekinian, dari waktu ke waktu, cenderung membosankan dan klise. Artinya, pertunjukan yang dihadirkan hanya menjadi gincu-kosmetik yang lupa pada substansi dan misi kebudayaan. Bahkan diskusi yang dihadirkan pasca pementasan hanya seputar teknis, dimana hal itu yang kemudian dibesar-besarkan seolah-olah dianggap penting. Kesenian teater sebenarnya bukanlah hal baru di kalangan mahasiswa.  Teater lahir sebagai antitesis da...

Kampus & Masa Depan Dunia Kesenian

Gambar
BY : CDV_T Agaknya Bronislaw Malinowski cukup berlebihan ketika dalam bukunya “The Group and The Individual in Fungtional Analysis” mengatakan bila semua unsur dan hasil kebudayaan itu bermanfaat bagi masyarakat. Dan tentunya salah satu bagian dari kebudayaan itu termasuk seni. Tapi, ironisnya ketika membicarakan wajah dunia kesenian hari ini, kita hanya menemui jalan buntu yang klasik: “pasar”. Mungkin pengistilahan “pasar sebagai tuhan baru kesenian” cukup tepat bila berkaca dalam realitas kesenian hari ini. Karena gaung kesenian tidak pernah jauh dari nada sumbang soal kapitalisasi dan dekadensi kreatif. Situasi ini merupakan sebuah keadaan dimana pasar membuat kesenian memiliki harga, tapi sekaligus “terbunuh”.  Kesenian dapat dikatakan memiliki harga, bila segala keindahan di dalamnya dapat dikapitalisasi untuk sesuatu yang praktis. Sehingga kesenian yang sebelumnya merupakan sebuah ide utuh tentang produk kebudayaan, dipoles sedemikian rupa dengan mitos dan label-la...

Lesuhnya Gairah Perteateran Mahasiswa

Gambar
BY : GOOGLE Teater mahasiswa kini sedang hidup dalam ambiguitas. Lesunya gairah dan semakin kerdilnya pemahaman akan esensi-estetik dari para pelaku teater membuat kegagapan nampak jelas dalam perkembangan perteateran mahasiswa. Bahkan, masalah klasik ini telah lama disadari oleh penggiat teater di kampus. Kendati demikian, penggiat teater mahasiswa tidak berusaha mengatasi permasalahan ini, sehingga dunia perteateran mengalami dekadensi seiring dengan perkembangannya. Baik Dari sisi internal yang menyangkut urusan kreativitas-estetik, serta di sisi eksternal, dimana teater mahasiswa belum mampu keluar dari problem klasik yang menyangkut kemiskinan wacana kebudayaan.  Selain itu, masalah lain yang mewarnai dunia perteateran mahasiswa adalah kurangnya komunikasi antar penggiat seni, penonton, manajemen, dukungan dari pihak kampus, sumbangsih, miskin manfaat, bahkan miskin wawasan mengenai perteateran itu sendiri. Sehingga rata-rata teater mahasiswa hanya menjalankan agenda ...

Sistem Penjaringan Rektor UTM Hanya Formalitas #PILREK_2014

Gambar
Hanya 3 Calon yang Mengajukan Diri WKUTM - Proses penjaringan bakal calon rektor UTM (Universitas Trunojoyo Madura) bakal menjadi ajang formalitas belaka. Berdasarkan Permendikbud nomer 33 tahun 2012 pasal 6 ayat 1c, menerangkan bahwa penetapan jumlah calon rektor oleh senat adalah sejumlah 3 orang. Sehingga, dari 23 kandidat yang memenuhi kriteria dan st andar hanya 3 orang yang mengajukan diri. Menurut Ketua Pemilihan Rektor UTM Andrie Kisron Sugiono, phD, mengatakan bila sistem demokrasi dalam pemilihan rektor, yakni tahapan penjaringan tetap dilaksanakan, Senin (8/9/2014) mendatang. ”Rencananya dalam tahap ini seluruh dosen, pegawai, karyawan dan mahasiswa UTM akan memberikan hak pilihnya diproses penjaringan,” ujar dia saat ditemui wartawan Spirit Mahasiswa di ruang kerjanya, Jumat (5/9/2014). Menurut peraturan senat UTM, dari suara sah yang berasal dari seorang dosen dan tenaga kependidikan dihitung dihitung satu suara. Sedangkan suara sah mahasiwa adalah ...

Pemilihan Rektor Universitas Trunojoyo Madura

Gambar