Ironi Pembatasan Fakultas Kedokteran
Sudah jadi rahasia umum kalau Indonesia mengalami kekurangan dokter, terutama di daerah terpencil. Akses layanan kesehatan masih timpang, dengan banyak wilayah kesulitan mendapatkan tenaga medis yang memadai. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah memilih untuk membatasi pendirian Fakultas Kedokteran (FK) dengan alasan bahwa mendirikan FK membutuhkan waktu lama hingga bisa menghasilkan lulusan. Sebagai gantinya, pemerintah lebih memilih menambah kuota mahasiswa di FK yang sudah ada dan meningkatkan kualitas pendidikannya.
Jika dilihat dari sisi kualitas, kebijakan ini memang masuk akal. Tidak semua kampus mampu menyelenggarakan pendidikan kedokteran dengan standar yang baik. Jika dibiarkan tanpa regulasi ketat, bisa saja muncul FK yang hanya dijadikan kedok untuk mengeruk keuntungan tanpa memikirkan standar kompetensi lulusan.
Namun, pembatasan FK ini tidak bisa menjadi satu-satunya solusi untuk memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia. Ada langkah lain yang seharusnya dilakuk...