Postingan

Menampilkan postingan dengan label #esai

Menjadi Anak Baik di Tengah Ombang-Ambing Proyek UTM

Gambar
Rasa-rasanya isu molornya proyek di UTM bukanlah kabar yang segar lagi alias basi. Menurut rekam jejaknya, sejak tahun 2017 hingga sekarang terdapat cukup banyak proyek yang belum selesai. Sialnya, bukannya kekurangan seperti ini menjadikan muak dan ingin ditinggalkan, beberapa pihak malah seakan sepakat permasalahan seperti ini bagus untuk dibudidayakan atau bahkan dilanggengkan. Hal ini terbukti dari kisah proyek wisata halal (2017) yang belum rampung, namun UTM sudah membikin projek lain seperti lembaga pemeriksa halal yaitu bagian dari halal center yang telah resmi 4 tahun lalu (2018), dan pembangunan masjid UTM (2019)—yang ujungnya saya kira sudah bisa ditebak: sama-sama belum rampung sampai sekarang. Namun, penulis sendiri sebagai mahasiswa yang—boro-boro paham permasalahan kampus, merasakan pembelajaran tatap muka saja tidak pernah—bersama ingin mengajak pembaca yang budiman untuk membedah permasalahan-permasalahan ini. Sehingga jika suatu saat permasalahan-permasala...

BULETIN SELEBARAN EDISI II/2021

Gambar
Aku bertanya kepada temanku apa arti rumah baginya. Ia menjawab, yang dinamakan rumah adalah ketika ada ibu di dalamnya. Bagaimana kamu tahu jika ibumu adalah rumahmu? Dia terdiam dan berfikir sesaat. “Aku tak tahu kenapa, tapi tanpa ibu semuanya terasa kosong”. Bersama ibunya ia merasa segalanya terasa tentram. Ada sosok yang menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati juga memenuhi hatinya dengan cinta dan kasih sayang yang diberikan ibunya. Meja makan yang penuh dengan makanan untuk mengisi perut. Meskipun ayahnya juga pandai memasak dan membersihkan rumah, ia menjelaskan apa-apa saja yang dilakukan ibunya memiliki rasa tersendiri di hatinya. Jika temanku tadi memaknai rumah adalah ibunya lantas bagaimana dengan mereka yang tak memiliki ibu, apakah berarti mereka tak memiliki rumah. Selamat membaca! Baca selengkapnya di sini

Sebelum Menjadi Pejabat Pemerintahan, Begini Caranya Berpolitik Ala Pemira UTM

Gambar
Perhatian: sebelum membaca tulisan ini alangkah baiknya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang pertama dan kedua kepada Universitas Trunojoyo Madura (UTM), yang telah mengizinkan pengadaan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira). Mengapa demikian? Seyogianya, kita harus berterima kasih atas adanya Pemira di UTM, khususnya tahun 2020 dan 2021, karena menyadarkan kita bahwa taktik politik diperlukan dalam ranah mahasiswa. Tidak hanya kalangan pejabat saja yang menggunakannya untuk merebutkan kursi kekuasaan, bahkan taktik tersebut juga dapat diterapkan mahasiswa untuk memenangkan kursi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa atau lembaga yang lain. Selain itu, hal berbau taktik politik seringkali menjadi topik menarik. Bagi  kalangan mahasiswa karena saya meyakini tidak sedikit mahasiswa yang mendambakan kursi jabatan tersebut. Sehingga, perlu adanya pengetahuan agar lebih mumpuni dalam menekuni dunia perpolitikan di kampus, sebelum menjamah ke tingkat yang lebih ag...