Esai: Pancasila dan Sejarah yang Lagi Makeover
Kemarin, kita baru saja merayakan Hari Lahir Pancasila. Hari yang katanya diperingati sebagai momentum untuk menyatukan bangsa. Tapi, di tengah perayaan ini, kita justru sedang sibuk membentuk ulang masa lalu. Ya, pemerintah kita saat ini lagi gencar-gencarnya menyusun sejarah resmi versi terbaru. Katanya sih demi membentuk sejarah dengan orientasi kebangsaan. So sweet , ya? Mirip brosur properti, padahal isinya renovasi total. Alih-alih jujur dan menyeluruh, revisi sejarah ini lebih mirip proses whitewashing . Luka-luka masa lalu yang belum sembuh, bukannya dirawat, malah ditutupin. Dibalur cat putih, dibungkus pita merah putih. Supaya apa? Supaya nggak terlalu keliatan negative vibes , biar cocok jadi bahan bacaan anak muda yang suka scroll-scroll sambil ngopi . Tempo, salah satu media yang masih waras di tengah euforia nasionalisme estetika, membongkar isi draf proyek sejarah ini. Mereka menemukan sejumlah lubang besar yang bikin pembaca—kalau masih punya ingatan sejar...