Postingan

Menampilkan postingan dengan label Universitas Trunojoyo Madura

Di Balik Klinik Pratama UTM

Gambar
31 Desember 2024, sekitar dua bulan lalu, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan soft launching Klinik Pratama. Peresmian itu, menarik perhatian kami sebagai kru Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa (LPM-SM). Meski tampak seperti kabar membahagiakan, tetapi masih terdapat berbagai keraguan di benak kami. Keraguan tersebut berupa pembangunan klinik yang baru kelar, fasilitas masih tampak minim, hingga tumpang tindih dengan pernyataan Rektor UTM, Safi’ pada November 2024 yang berbunyi paling lambat Januari 2025 Fakultas Kedokteran (FK) telah resmi. Realitanya, hanya klinik Pratama saja yang sudah diresmikan. Berangkat dari pertimbangan itu, saya ditugaskan menggali lebih dalam terkait peresmian ini. Ada berbagai pihak yang saya minta keterangannya, baik ketua maupun anggota Satuan Tugas (Satgas) pendirian FK, penanggung jawab klinik, hingga Rektor. Sayangnya, hanya penanggung jawab klinik saja yang berkenan memberi tanggapan, sisanya tidak menanggapi atau berdalih...

Sistem Pendaftaran Daring TOEFL Belum Dapat Dipastikan Terealisasi Tahun 2025

Gambar
Laman UPA Bahasa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) jika diakses secara daring, Sabtu, (4/1). (Nur/LPM-SM) WKUTM – Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tengah menggodok mekanisme pendaftaran secara daring Test of English as a Foreign Language (TOEFL) setelah adanya keluhan terkait antrean pendaftaran yang dinilai panjang. Meski begitu, sistem pendaftaran secara daring tersebut diperkirakan belum dapat dipastikan terealisasi tahun ini. Misnadin, selaku kepala UPA Bahasa mengatakan pendaftaran secara daring sedang diupayakan. Ketika ditanya kesiapan realisasi sistem pendaftaran TOEFL secara daring pada tahun ini, Misnadin belum dapat memastikan. ”Insyallah,” tutur dosen Program Studi Sastra Inggris tersebut (3/1). Misnadin beralasan, pendaftaran TOEFL secara daring harus diselaraskan dengan sistem pembayaran rekening Badan Layanan Umum (BLU), sehingga memerlukan waktu dalam realisasinya. ”Hasil rapat terakhir saya mendengar kalau nanti akan...

UTM Rencanakan Pemeliharaan Lapangan Olahraga Taruna Jaya

Gambar
Panitia Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taruna Jaya sedang mempersiapkan lomba UTM Friendship kategori futsal di lapangan Taruna Jaya, Rabu (23/10). (Stevani Agustin/LPM-SM) WKUTM — Berdasarkan situs web Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akan melakukan pemeliharaan lapangan olahraga Taruna Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp257.000.000. Adapun realisasi pemeliharaan yang telah direncanakan sejak bulan Agustus tersebut belum terlaksana. Prasetyo Nugroho, selaku Koordinator Pusat Perencanaan dan Manajemen Resiko, mengatakan bahwa memang benar adanya rencana pemeliharaan lapangan olahraga Taruna Jaya. Hanya saja proses akan dilakukan setelah adanya koordinasi mengenai pembentukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).  Pria yang kerap disapa Pras tersebut menambahkan bahwa agenda pemeliharaan juga dikoordinasikan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taruna Jaya. Baik pembahas...

UTM Melakukan Pengadaan Kursi Besi Tanam

Gambar
WKUTM – Berdasarkan situs web Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP), Universitas Trunojoyo Madura UTM) melakukan pengadaan sarana ruang pembelajaran dengan total pagu Rp5.000.000.000. Pengadaan tersebut berupa fasilitas kursi besi tanam yang akan dipasang di sejumlah titik dalam area kampus. Mudassir, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengungkapkan bahwa saat ini kursi besi tanam masih dalam proses produksi dan ditargetkan siap dipasang di kampus pada November. ”Pengerjannya paling akhir 5 November 2024,” ungkapnya pada reporter LPM-SM (2/9). Adapun terkait persebaran kursi besi tanam, pihaknya menjelaskan akan meletakkan di beberapa area kampus. ”Diletakkan di sepanjang halaman fakultas dan taman kampus,” jelasnya Adapun pengadaan kursi besi tanam oleh UTM berjumlah 80 unit yang berasal dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diajukan UTM. ”Jumlahnya diperkirakan 80 unit lebih, dengan har...