Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Tanah Tanpa Kata

“Kamu tidak boleh memikirkan kata.” Kalimat itu adalah hukum pertama di bawah Ordo Simbolik, dan Kiera telah mengulangnya  setiap pagi sejak ia bisa mengingat. Dalam dunia yang dibangun atas simbol, gambar, dan  suara mesin netral, kata-kata dianggap sumber semua kekacauan masa lalu: perang dimulai  dari pidato, pemberontakan tumbuh dari puisi, dan cinta yang tak bisa dikontrol lahir dari  kata-kata sederhana seperti "aku" dan "kau." Di ruang tidurnya di panti asuhan Distrik 7, Kiera menatap dinding putih kosong. Di atas  tempat tidurnya, hanya ada satu lambang: ☯ artinya "Patuh." Ia menggambar simbol itu lima  kali di udara setiap pagi dengan gerakan tangan yang telah diajarkan sejak kecil. Ia tidak boleh  berbicara. Tidak boleh menulis. Tidak boleh mengingat bentuk kata.  Tapi malam itu, angin masuk lewat ventilasi tua di kamar mandi panti. Tidak seperti suara  kipas mekanik yang biasa, angin ini berbisik. Ada sesuatu dalam alirannya yang t...

Hari pertama PKKMB Sakera 2026, Hadirkan Lalu Hadrian Irfani untuk Orasi Kebangsaan

WKUTM –   Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) telah melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Senin, (10/8). Acara tersebut dilakukan di Gedung Pertemuan R.P Mohammad Noer pada pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.  Rapat senat dibuka pada pukul 9.05, lalu disusul oleh sambutan para tamu juga rektor UTM. Pada pidatonya, Safi' menyebutkan bahwa mahasiswa baru UTM yang terdata mengikuti PKKMB 2026 hari ini terdiri dari 4.203 peserta, dengan rincian 2.584 perempuan dan 1.630 laki-laki. Adapun total mahasiswa tersebut termasuk juga di dalamnya 11 mahasiswa internasional.  Safi' juga menyinggung status klaster perguruan tinggi yang terdiri dari 3 tingkatan, yang mana UTM berada pada tingkatan tengah yaitu berstatus Badan Layanan Umum (BLU).  "Nah UTM saat ini ada di klaster middle , klaster tengah yang sedang menuju ke klaster paling atas. Sehingga dapat berdampak pada peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan lulusannya", ujarnya. Sambut...

Resensi: Masa Depan dalam Bayang-Bayang Kehancuran

Gambar
Judul: Battle Royale Sutradara: Kinji Fukasaku Tahun Rilis: Desember 2000 Genre: Thriller, Survival, Distopia Durasi: 113 menit Di ambang pergantian abad, ketika dunia sedang membayangkan masa depan yang lebih cerah, Jepang justru melahirkan sebuah karya gelap, brutal, dan penuh sindiran tajam terhadap masyarakatnya sendiri. Battle Royale, film garapan Kinji Fukasaku, bukan sekadar film bergenre thriller survival berdarah, namun juga refleksi getir tentang ketakutan sosial, kehancuran, dan alienasi generasi muda. Cerita dimulai dengan kelas 3-B dari SMP Shiroiwa yang sedang dalam perjalanan kunjungan sekolah. Tanpa mereka ketahui, bus mereka dibajak dan mereka semua terbangun di sebuah ruangan misterius. Di sana, mantan guru mereka, Kitano (diperankan oleh Takeshi Kitano), mengumumkan bahwa mereka terpilih untuk mengikuti program “Battle Royale”. Aturannya sederhana tapi kejam. Dalam tiga hari, mereka harus saling membunuh hingga hanya tersisa satu orang. Jika tidak, semua ...

Pemeriksaan Kesehatan Wajib untuk Camaba 2026

Gambar
WKUTM - Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) telah mengeluarkan surat edaran nomor B/6897/UN46/TM.00.02/2026. Surat edaran tersebut berisi tentang pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang wajib dilakukan oleh calon mahasiswa baru (camaba) sebagai syarat wajib daftar ulang. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 3 – 7 Agustus 2026, di Gedung Pertemuan R.P Mohammad Noer, pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.  Meisya Fadiah Putri, sebagai salah satu camaba program studi (prodi) Sistem Informasi bercerita bahwa dirinya sudah melakukan serangkaian tes kesehatan di sekitar rumah. Awalnya ia mengira bahwa surat sehat yang diminta kampus bisa diperoleh dari fasilitas kesehatan mana saja, sebelum akhirnya surat tersebut resmi diterbitkan yang menyatakan bahwa pemeriksaan harus dilakukan di kampus. Alhasil Meisya melakukan tes kesehatan kedua kali, sesuai dengan aturan yang ada. ”Kemarin aku sudah sempat tes di puskesmas rumah, tapi ternyata tidak bisa. Harus tetap diwajibkan tes di sini...

Mata Tua yang Dipindai Penuh Curiga

Gambar
Seorang perempuan paruh baya, Wulan, tengah duduk di beranda rumah. Rumah kecil dari kayu dan lantai semen yang mulai retak-retak. Di pangkuannya, ada ponsel jadul pemberian Alan, anak semata wayangnya. Tak banyak yang bisa dilakukan dengan ponsel itu kecuali membuka galeri, menerima panggilan, atau sekadar transaksi E-wallet. Ya, dirinya kini harus mulai beradaptasi dengan zaman, belanja di warung kemudian membayar melalui scan barcode. Sudah sejak tadi sore ia menatap satu foto anak semata wayangnya itu, tengah berdiri di antara kerumunan orang membawa spanduk bertuliskan: Hidup Rakyat Kecil, Hancurkan Sistem Zalim! Lingkungan tempat Wulan tinggal mengharuskan semuanya serba digital. Sehingga semua warga diminta mendaftar sistem identitas digital berbasis retina. Pak RT bilang ini bagian dari program pemerintah pusat, katanya untuk efisiensi dan agar bantuan lebih tepat sasaran. Lagi-lagi 'tepat sasaran' menjadi kata yang sering muncul dari bibir-bibir pejabat itu...