Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

UTM Adakan Doa Bersama untuk Indonesia dan Tiara Angela Saraswati

Gambar
WKUTM — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar doa bersama untuk Indonesia dan almarhumah Tiara Angela Saraswati sekaligus mimbar bebas di Taman Kampus UTM, Selasa (9/9) malam. Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.30 WIB tersebut turut dihadiri oleh Surokim selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama, Samsuki selaku Pembina BEM-KM, sejumlah Ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta civitas academica UTM lainnya. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UTM, dan Mars Mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Presiden Mahasiswa UTM dan Warek III. Dalam pidatonya, Surokim menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk merespons kondisi Indonesia yang tengah berada di masa kegelapan. Mulai dari gelombang demonstrasi di berbagai kota yang menelan korban jiwa, hingga terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Suasana duka juga kian ...

Opini: Indonesia 2025: Reformasi Jilid II atau Orba Jilid Baru?

Gambar
Sumber Foto: Pinterest/@Gibraltar Kamil Tahun 1998 menjadi tonggak penting dalam sejarah bangsa. Ribuan mahasiswa, buruh, dan rakyat turun ke jalan, melawan rezim otoriter yang telah bercokol selama lebih dari tiga dekade. Teriakan “reformasi” kala itu bukan hanya slogan kosong, melainkan sebuah janji masa depan. Demokrasi, keterbukaan, serta hilangnya praktik kekerasan yang dilakukan negara terhadap rakyat. Lalu, dua puluh tujuh tahun berselang, tepatnya pada 2025, kita dihadapkan pada pertanyaan yang getir. Apakah cita-cita reformasi itu benar-benar terwujud, atau justru kita sedang kembali tergelincir ke masa lalu yang kelam—masa represi? Gelombang protes besar-besaran yang mengguncang Indonesia sejak akhir Agustus 2025 menjadi alarm keras. Rencana kenaikan tunjangan perumahan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga Rp 50 juta per bulan di tengah krisis ekonomi membuat rakyat murka. Ironisnya, ketika rakyat masih berjibaku dengan harga kebutuhan pokok yang melambun...

Tim Advokasi Jatim: Ada Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dalam Penangkapan Massa Aksi Unjuk Rasa

Gambar
WKUTM —  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Surabaya bersama dengan Tim advokasi untuk Rakyat Jawa Timur (Tawur) mengadakan konferensi pers di Aula YLBHI Surabaya pada pukul 13.58 hingga 14.45 WIB, Kamis (4/9). Dalam agenda tersebut, tim advokasi Jawa Timur (Jatim) mempresentasikan temuan soal penangkapan massa aksi unjuk rasa. Habibus Shalihin selaku Direktur LBH Surabaya yang juga tergabung dalam tim advokasi Jatim mengatakan bahwa sebelumnya telah membuka tautan pengaduan untuk para korban aksi unjuk rasa. “LBH Surabaya sampai saat ini tidak memiliki data lengkap yang ditangkap oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) maupun Polisi Daerah (Polda) Jatim. Kami fokus pada hotline kami, lalu mendatangi orang-orang tersebut,” jelasnya. Berdasarkan catatan tim advokasi Jatim, terdapat 110 orang ditangkap hingga 31 Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 80 orang ditahan di Polrestabes Surabaya—dengan rincian 55 orang telah dibebaskan, tiga orang masi...

Esai: Menilik Aksi Demo Warga Israel, Berharap Perang Segera Usai

Gambar
Sumber foto: Pinterest/@USnewsper War is never a solution, it is an aggravation. -Benjamin Disraeli- Aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat Israel belakangan ini nampaknya menjadi arah baru bagi dinamika konflik Palestina dan Israel. Sayangnya, gelombang aksi tersebut belum mampu menggoyahkan sikap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Terbukti dari aksi unjuk rasa masyarakat Israel pada 17 Agustus kemarin, Benjamin justru melontarkan pembelaan yang berseberangan dengan aspirasi massa. Ia beranggapan aksi tersebut justru akan menguntungkan Hamas dan menghalangi kemenangan perang. Mendengar argumen tersebut, saya meyakini bahwa Benjamin tidak pernah turun langsung ke medan perang dan melihat langsung efek yang mereka hasilkan dari ambisi ini. Berbeda dengan pemerintahnya, sebagian masyarakat Israel kini mulai mendapatkan “pencerahan” bahwa perang tidak pernah menghasilkan apa pun selain sebagai wadah tumbal nyawa. Mereka merasa arah peperangan semakin lama semakin...