Postingan

Menampilkan postingan dengan label BULETTIN KECUBUNG

BULETIN KECUBUNG EDISI 15 | SASTRA DAN KEADILAN GENDER

Gambar
RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), yang pada akhirnya ditari dari Prolegnas Prioritas 2020, tentum embuat kecewa korban kekerasan seksual. 406.178 kasus kekerasan seksual tahun 2019 yang dialami perempuan Indonesia tak lantas menjadikan pembuat kebijakan meloloskan RUU ini menjadi Undang-Undang yang mampu membuat efek jera bagi pelaku kekerasan. Kekerasan seksual yang masih banyak terjadi merupakan tanda tidak adanya ruang aman bagi perempuan atau laki-laki. Selain itu ketimpangan antara laki-laki dan perempuan juga termasuk faktor yang mendorong terjadinya kekerasan seksual hingga diskriminasi terhadap jenis kelamin tertentu. Sehingga setiap orang perlu memahami konsep keadilan gender.  Maka dari itu buletin kecubung dengan tema keadilan gender kali ini akan memaparkan secara sederhana melalui karya-karya sastra konsep dari keterbukaan dan keseimbangan gender. Dimana bertujuan untuk mengemukakan kepada publik serta memberi ruang referensi pada para pembaca untuk memaham...

BULETIN KECUBUNG EDISI XII | MARET 2020 SASTRA PERLAWANAN

Gambar
Selama ini sastra dikenal lekat hanya sebagai bentuk   penuh estetika. Dimana di dalamnya cenderung membahas sesuatu melankolis, bertele-tele, dan mendayu. Sehingga sastra   dianggap sebagai objek yang sebatas layak dinikmati dan dipertontonkan. Padahal fungsi sastra lebih dari lingkar yang dipersepsikan demikian. S astra mempunyai kekuatan yang cukup besar. Banyak sekali karya sastra yang mampu mengubah pandangan masyarakat dan menggerakkan sehingga menciptakan sebuah perlawanan. Beberapa sastrawan yang erat kaitannya dengan perlawanan melalui karyanya seperti Pram oedya Ananta Toer, Wi d ji Thukul . Widji Tukul melalui puisi, pada jaman orde baru menggandeng para buruh untuk memperjuangkan haknya.  Sosok Pramoedya Ananta Toer, membuktikan bagaimana sastra hidup dan berbicara. Dalam perlawanan ia menggandeng sastra dan menjadikannya sebagai senjata paling ampuh. Digambarkan semasa hidupnya ia selalu pandai menjatuhkan mental lawan (kolonial Belanda...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 13

Gambar
Kebebasan memeluk agama adalah salah satu hal yang palingasasi diantara hak asasi manusia. Sebab kebebasan agama langsung bersumber kepada martabat manusia sebagai mahluk Tuhan. Sehingga memunculkan agama-agama dengan Tuhan yang berbeda pula. Karena kebebasan memeluk agama inilah membuat bangsa Indonesia tidak menjadikan dasar negara sebagai negara dengan monoagama. Acap kali manusia menganggap agama yang dipeluk nya adalah agama yang paling benar. Sehingga rasa paling benar ini memicu sikap untuk menjatuhkan agama lain dan berakhir dengan maraknya konflik. Padahal tujuan adanya agama adalah menciptakan kedamaian dalam hati umat manusia, sehingga terhindar dari kekacauan. Agama sendiri merupakan sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) yang berhubungan langsung antara manusia dan pencipta-Nya. Namun kini, agama sering kali dibuat kedok untuk dirinya sendiri atau golongan tertentu guna mencapai keuntungan bagi golongan tersebut. Dengan adanya terbitan buletin k...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 12

Gambar
Realisme merupakan aliran kesustraan yang menjadi bagian terpenting dalam sastra naratif pada abad ke-19. Istilah yang digunakan dalam majalah Mercure Francais Du Xix Siecle pada tahun 1826 ini merupakan aliran yang mengatasnamakan realitas kehidupan. Sastra yang beraliran ini merupakan kebalikan sastra imajis. Pengarang realis selalu menyajikan kehidupan nyata yang tak pernah terpikirkan oleh pembacanya. Salah satu penulis yang beraliran realis di negeri ini adalah Chairil Anwar.  Aliran ini mengemukakan kenyataan secara objektif dimana pengarang melukiskan dunia kenyataan dan segala-galanya digambarkan seperti apa yang tampak. Objek yang digambarkan dari hal-hal yang nyata, yang pernah terjadi, bukan imajinatif belaka. Biasanya tulisannya berupa biografi, otobiografi, true-story, album kisah nyata, roman sejarah.   Namun seiringnya tulisan-tulisan atau pengarang yang hanya menggambarkan kehidupan berdasarkan fiktif, sebagai hiburan semata. Hal ini membuat pemba...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 11

Gambar
Sastra mengandung eksplorasi mengenai kebenaran kemanusiaan. Sastra juga menawarkan berbagai bentuk kisah yang merangsang pembaca untuk berbuat sesuatu. Apalagi pembacanya adalah anak-anak yang fantasinya baru berkembang dan menerima segala macam cerita, terlepas dari cerita itu masuk akal atau tidak. Sebagai karya sastra tentulah berusaha menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, mempertahankan, serta menyebarluaskannya termasuk kepada anak-anak. Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 3-12 tahun. Seperti pada jenis karya sastra umumnya, sastra anak juga berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan, membentuk kepribadian anak, serta menuntun kecerdasan emosi anak. Jadi sastra anak adalah buku bacaan yang sengaja ditulis untuk dibaca anak-anak. Isi buku tersebut harus sesuai dengan minat dan dunia anak-anak, sesuai dengan tingkat perkembangan emosion...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 10

Gambar
DOWNLOAD BULETIN KECUBUNG EDISI 10 Romantisme adalah aliran yang menggambarkan sesuatu dari sudut pandang yang romantis meskipun kebanyakan isinya menceritakan sesuatu yang dramatis. Aliran ini juga merupakan aliran seni yang mengutamakan pada emosi dan perasaan. Maka banyak pengarang sastra menggunakan bahasa yang indah, tidak biasa, dan mengawang ke alam mimpi.  Aliran ini biasa dikaitkan dengan cinta, karena semua karya sastra tentang cinta akan menguras emosi pembaca. Aliran ini bertujuan untuk membuat orang mempunyai anggapan bahwa segala sesuatu itu adalah cinta. Karena cinta sendiri merupakan bagian perasaan yang paling menarik. Sehingga sastra yang beraliran romantisme ini selalu dikisahkan tentang asmara dan roman picisan dengan kata-kata indah yang memabukkan perasaan.  Aliran romantisme sendiri dapat memengaruhi sedikit banyak isi dan makna dari setiap karangan seperti tulisan atau puisi bahkan lukisan baik secara keseluruhan atau makna intinya saja...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 9

Gambar
DOWNLOAD BULETIN SASTRA KECUBUNG EDISI 9 Hidup manusia memang sudah seharusnya mempunyai keterikatan, entah antar sesamanya atau hanya sekedar memenuhi aturan main di dunia. Kita tidak hanya sedang berbicara mengenai dunia yang luas, tapi lebih spesifik mengenai bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. Bagaimana seharusnya yang orang dewasa lakukan, bagaimana seharusnya yang mahasiswa lakukan. Karena saat ini kita sedang berada di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura, yang mana segala pikiran harus masuk akal supaya dapat diterima secara ilmiah. Segala sesuatu harus dibuktikan secara empirik atau setidaknya positivis adanya. Lalu dimana seharusnya kita meletakan gagasan atau bahakan mimpi yang sangat tidak masuk akal dan tidak dapat dibuktikan kalau kita memang bermimpi? Dengan diterbitkan Buletin Kecubung ini diharapkan kita dapat membebaskan pikiran-pikiran kita sejenak dari belenggu nilai, norma dan kultur. Merobohkan gedung rektorat adalah hal yang sang...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 8

Gambar
Download Buletin Kecubung Edisi 8 Manusia tidak akan terlepas dari rutinitas, apalagi pada zaman modern yang marak membicarakan profesionalitas kerja. Kita seakan dibuat lupa dengan tujuan hidup dan keinginan-keinginan masa kecil. Apa seharusnya kita menjadi bidak jadwal yang mengikat? Mungkin kita hanya bisa memaklumi saja sambil bergumam, “ini tuntutan zaman”. Lalu “layakkah hidup seperti ini dipertahankan?” tanya Albert Camus. Mungkin Camus benar kita telah merasakan kesia-siaan dalam menjalani hidup, atau kita telah benar-benar dibuat lupa oleh rutinitas kita sebagai manusia. “Dunia itu absurd,” ungkap salah satu pencetus pemikiran absurditas ini. Meski beberapa orang seperti Jean Sarrochi menganggap ini adalah fi lsafat yang tidak lengkap karena tidak sistematis. Namun tetap saja pembaca lebih suka yang tidak biasa karena Camus menuliskan pemikirannya lewat novel atau esai yang beraliran absurdis. Lalu apakah kita tengah mendapatkan hukuman dari dewa, seperti sisifus yang...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 7

Gambar
Download Buletin Kecubung Edisi 7 Kita terkadang malas untuk mencari dan mempertanyakan kebenaran sebuah sejarah. Hingga lupa bila di tahun 1965 silam di tanah Ibu Pertiwi ini pernah terjadi genosida terhadap anak negeri. Ditangan militer, atas dalih tuduhan subversib idelogi orang yang dianggap PKI tak segan untuk dibantai tanpa melalui proses pengadilan. Dalam film ”Senyap” karya Joshua Oppenheimer digambarkan sampai saat ini hanya sebagian kecil saja pelaku yang merasa berdosa, menyesal, apalagi sadar jika tindakannya keliru. Itikad pemenuhan janji Jokowi masa kampanye dulu untuk menuntaskan penyelesaian kasus HAM masa lalu setelah terpilih juga mulai memudar. Opini rakyat digiring supaya berfikir sedikit atau sedikit berfikir agar energinya terkuras habis untuk kerja! Kerja! dan Kerja! Katanya demi pembangunan, memupuk harapan, serta menata masa depan rakyat agar kelak jadi negara maju. Tentu maju yang dimaksud diukur dengan penguasaan materi, dan suburnya kapitalis...

Buletin Sastra Kecubung Edisi 6

Gambar
DOWNLOAD BULETIN SASTRA KECUBUNG EDISI 6 “Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki citra keunggulan seperti keorisinilan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapannya,” Panuti Sudjiman. Seiring dengan berkembangnya fungsi koran yang tidak hanya menjadi wadah bagi wacana-wacana jurnalistik, beberapa rubrik baru dalam koran mulai dimunculkan untuk menarik perhatian para pembaca, termasuk rubrik sastra. Akhirnya, banyak penulis mulai berlomba-lomba untuk mengirimkan karya sastra mereka demi dimuat dalam koran. Seperti kata Virginia Woolf bahwa menulis itu seperti seks yang akhirnya dilakukan demi uang, untuk mendapat uang dengan menjual tulisan mereka. Pengarang-pengarang koran hanya bisa pasrah jika tulisan mereka harus diperpendek atau dibenahi oleh editor sesuai persyaratan dalam koran tertentu. Dari sini, definisi sastra sebagai karya orisinil seperti yang dikatakan Panuti Sudjiman sebenarnya sudah mulai terdegradasi oleh peraturan-peraturan layak muat ...

Buletin Satra Kecubung Edisi 5

Gambar
DOWNLOAD BULETIN SASTRAKECUBUNG EDISI 4 Wanita bisa saja menjadi sosok beda dengan perempuan. Peran mereka dalam kehidupan seringkali masih dihiasi kisah melankolis. Diposisikan lemah, dijadikan simbol seksualitas, atau ditempatkan sebagai makhluk kedua setelah laki-laki. Tetapi, penulis lain malah melukiskan perempuan bagian dari simbol inspirasi dan harmonisasi kehidupan. Demikianlah sastra dari waktu ke waktu terus merekonstruksi sosok perempuan. LPM-SM melalui Buletin Kecubung edisi ”Sastra dan Perempuan” ingin sedikit membongkar, menggali, kemudian menampakkan kembali siapa sesungguhnya ”dia”? Tujuanya bukan lagi mempersempit pikiran kita dengan membuat diametral antara tokoh (perempuan) dengan penulis. Nilai lebih yang diharapkan dari pembaca ialah memiliki representasi humanis terhadap perempuan. Akhirnya atas nama seluruh tim keredaksian Buletin Kecubung, kami ucapkan terimaksih kepada seluruh kontributor tulisan yang telah dengan ikhlas membagi gagasanya untuk dipubli...

Buletin Satra Kecubung Edisi 4

Gambar
DOWNLOAD BULETIN SASTRA KECUBUNG EDISI 4

Buletin Satra Kecubung Edisi 3

Gambar
DOWNLOAD BULETIN SASTRA KECUBUNG EDISI 3

Buletin Sastra Kecubung Edisi 2

Gambar
DOWNLOAD BULETIN SASTRA KECUBUNG EDISI 2

Buletin Sastra Kecubung Edisi 1

Gambar
Buletin Kecubung merupakan Buletin sastra yang diterbitkan 1 bulan sekali oleh Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. SILAHKAN DOWNLOAD