Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Kenaikan Dana Bidikmisi dan PPA

Gambar
kenaikan dana Beasiswa sebesar Rp.50.000,- (Bidikmisi) dan Rp.100.000,- (PPA). Foto : Sya  WKUTM - Dana living cost Bidikmisi akan dinaikan sebesar Rp. 50.000 setiap bulan mulai bulan Maret. Hal tersebut merupakan hasil keputusan pertemuan oleh Wakil Rektor 3 (Warek 3) dengan Direktorat Jendral Pendidikan  Tinggi (Dirjen Dikti) ketika di Makassar.  Kenaikan dana tersebut akan diterima oleh mahasiswa Bidikmisi angkatan 2013 hingga 2016. Tidak hanya bidikmisi, dana beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) juga mengalami kenaikan sebesar Rp. 100.000. Boedi Moestiko selaku Warek 3 menuturkan perbedaan kenaikan Bidikmisi dan PPA merupakan faktor jumlah penerima dan intensitas penerimaan. “Perbedaan ini karena penerima Bidikmisi kan lebih banyak dari PPA. Selain itu, Bidikmisi juga intens setiap bulan, kalau PPA  hanya sekali saja (tiap semester red.)”, terangnya ketika ditanya pada audiensi Jum’at kemarin (24/2). Kenaikan dana Bidikmisi akan dimulai un...

Rektorium Kembali Dituntut Transparasi Dana

Gambar
Orasi Gerakan Pembaharuan Mahasiswa UTM. Foto : Ina WKUTM- Gerakan Pembaharuan   Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menagih janji melakukan aksi kali pertama pada hari ini, Jumat (24/2). Gerakan tersebut diikuti hampir seluruh badan kelengkapan mahasiswa UTM. Aksi dimulai pukul 13.00 di sekretariat bersama (Sekber) menuju gedung Graha Utama UTM. Aksi ini menuntut adanya transparasi dana kemahasiswaan, beasiswa dan dana delegasi. Tidak hanya itu, gerakan ini juga menagih janji pengadaan infrastruktur Sekber, transparasi dana bidikmisi, dosen kontrak yang tidak jelas keberadaannya, serta realisasi program semester pendek. Subairi selaku koordinator lapangan mendesak pihak rektorium agar memberikan rincian dana kemahasiswaan dengan bukti fisik. “Alangkah lebih baiknya, jika pihak rektorium memberikan secara resmi data mengenai rincian dana kemahasiswaan jangan hanya kata-kata saja,”ujarnya saat berorasi. Selain itu, tuntutan   juga hadir dari pihak U...

Buletin Selebaran Edisi 22 Februari 2017

Gambar
Sadarkah kita sebagai mahasiswa tengah nyaman dengan kebiasaan buruk? Status akademisi yang disandang mahasiswa seharusnya dapat menjadi teladan bagi masyarakat malah terbalik, Mahasiswa yang dianggap dapat memberikan kontribusi positif kepada negara, justru merusak negara. Mulai dari degradasi idealisme mahasiswa hingga belajar jadi koruptor muda. Buletin Selebaran edisi 22 Februari 2017 ini memuat kumpulan karya tulis dari anggota magang LPM-SM. Buletin ini diharapkan dapat mengingatkan kita kembali dengan nilai-nilai yang selama ini kita maklumi sebagai "dosa kecil", tetapi dosa tetaplah dosa. Bukankah demikian? Download Buletin Selebaran Edisi 22 Februari 2017  

Buletin Selebaran Edisi 15 Februari 2017

Gambar
Download Buletin Selebaran Edisi 08 Februari 2017

Buletin Selebaran Edisi 08 Februari 2017

Gambar
Download Buletin Selebaran Edisi 08 Februari 2017

Buletin Selebaran Edisi 01 Februari 2017

Gambar
Pembahasan tentang strata sosial serta kesenjangan antar kelas memang telah kita dengar berkali-kali. Kita seakan sudah malas untuk membaca lagi tentang kasus ini, karena seakan-akan kasus semacam ini tidak akan pernah selesai. Bahkan  salah satu akademisi di UTM menyetujui adanya kesenjangan ini, terutama dalam ranah hukum. Mengingat Indonesia merupakan negara hukum, sungguh sebuah pamali jika negara ini tidak memberlakukan hukum kepada semua masyarakat, termasuk Putri Indonesia.  Buletin selebaran edisi 1 Februari 2017 ini memuat opini anggota magang LPM Spirit Mahasiswa. Mungkin terlalu muluk-muluk jika buletin ini diharapkan untuk mengurangi atau bahkan menghapus kesenjangan sosial. Maka kami hanya sekedar mengingatkan kejadian baru-baru ini, tentang kesenjangan sosial, serta perempuan-perempuan yang ikut andil dalam perpolitikan Indonesia. Download Buletin Selebaran Edisi 01 Februari 2017