Opini: Menguak Isu Child Grooming dari Buku Broken Strings
Sumber Foto: Ihram.co.id Kekerasan seksual terhadap anak tidak selalu dimulai dengan paksaan atau kekerasan fisik. Ia kerap hadir pelan-pelan, menyamar sebagai perhatian, empati, dan kepedulian. Datang lewat obrolan ringan, hadiah kecil, dan janji perlindungan. Pola inilah yang dikenal sebagai child grooming —sebuah proses manipulasi psikologis yang sering kali luput dari kesadaran korban, bahkan dari lingkungan terdekatnya. Isu ini kembali mencuat seiring ramainya perbincangan buku Broken Strings , yang mengisahkan pengalaman seorang perempuan terjerat relasi manipulatif dengan pria dewasa sejak usia belia. Kisah itu terasa jauh, seolah hanya terjadi di ruang-ruang urban atau dalam relasi personal yang kompleks. Padahal, jika menoleh sedikit ke sekitar kita, pola serupa justru kerap hadir di ruang yang paling akrab—termasuk di Madura. Kasus santri di Galis, Bangkalan, atau siswa di Gorontalo, menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak sering terjadi bukan karena ke...