Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kabinet Merah Putih

Kabinet Gemuk Era Prabowo: Politik Balas Budi hingga Timbulkan Pembengkakan APBN

Gambar
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berjabat tangan dengan pejabat Kabinet Merah Putih, pada sidang kabinet perdana di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10).  (Prabowo/Instagram) WKUTM –  Prabowo Subianto telah melantik 136 pejabat negara, yang 48 di antaranya merupakan menteri, Senin (21/10). Adapun jumlah menteri pada masa pemerintahan Prabowo mengalami peningkatan dibandingkan masa kepemimpinan presiden Joko Widodo dengan 34 menteri. Penambahan jumlah menteri tersebut, disebut sebagai bentuk politik balas budi serta dinilai dapat menimbulkan pembengkakan APBN. Mohammad Afifuddin, selaku dosen Sosiologi Politik menjelaskan Prabowo sebagai presiden terpilih sengaja mengajak orang terdekatnya untuk menduduki kursi pejabat kabinet. Dengan demikian, Kabinet Merah Putih sebagian besar diisi oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sebelumnya memenangkan Prabowo-Gibran. ”Prabowo melegitimasi dengan menambahkan kementerian dan lembaga seban...

Dosen UTM Sebut Pemerintahan Prabowo-Gibran Tidak Menerapkan Kabinet Zaken

Gambar
Pelatikan 48 menteri dan 5 pejabat setingkat menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta (21/10). (Rahmat/Jay/Humas Sekretariat Kabinet) WKUTM – Pemerintahan Prabowo-Gibran disebut membentuk kabinet zaken, kabinet yang mengedepankan keahlian dan kompetensi alih-alih afiliasi partai politik. Kendati demikian, mengutip Center of Economics and Law Studies (Celios) , kabinet yang dinamakan Merah Putih tersebut justru didominasi oleh politisi daripada akademisi. Rinciannya yaitu, Politisi 55,6%, Profesional 15,7%, Tni/Polri 8,3%, Pengusaha 7,4%, Akademisi 5,6%, Tokoh agama 4,6%, Selebriti 2,8%.  Nurus Zaman, selaku dosen Politik dan Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menilai Kabinet Merah Putih tidak berlandaskan zaken. Sebab, pola pemerintahan sekarang cenderung politik balas budi karena dominasi politikus yang menduduki kursi pemerintahan. “Meski begitu, memang politikus ada yang pintar dalam bidang tertentu,” ujar dosen asal Bangkalan tersebut (24/10). Ia...