Diam Saja, Jangan Penasaran Seperti Asri
Srekk … Belum lima menit kertas ke sekian telah dirobek. Seperti merasa kurang jika hanya menyobek, kertas yang berisi coretan asal itu kemudian diremas-remas dan dibuang dengan penuh rasa kesal. Barangkali juga belum lega, tangannya kini menjambak helai-helai panjang surai di kepala. Di antara cahaya lampu berpendar suram, perempuan itu kini membenturkan kepalanya berkali-kali ke meja. Suasana yang senyap menambah kesan terpuruk yang amat kepadanya. Tanpa seorang pun kawan, dia terlihat menyedihkan di depan meja panjang yang mukanya tertutup kertas berserakan. Duk … Duk … Duk … "Heh kau kenapa Ri?!" Sebuah tangan akhirnya menahan kepala nya memukul muka meja. Perempuan itu menoleh untuk melihat si pemilik tangan. Dengan sorot mata merah yang memancarkan raut wajah lelah dan kesal, dia melihat seorang kawan memandangnya penuh cemas. Mereka saling diam tanpa bersua. Hanya sorot mata yang saling beradu, seolah semua kata sudah mampu terbaca lewatnya....