Postingan

Menampilkan postingan dengan label CAROK

SETTING & KEKEJAMAN

Gambar
             Kelak akan datang suatu masa dimana hanya untuk uang beberapa dolar, ribuan nyawa bisa tumpas dalam sekejap. Untuk saat ini membunuh adalah perkara mudah yang tidak perlu banyak pertimbangan. Karena membunuh hanya urusan satu tarikan pelatuk. Atau hanya dengan menekan tombol enter di keyboard kompter di satu meja dalam sebuah ruang ber-AC sebuah negara porak poranda dalam sekejap. Seperti Yunani misalnya. Selanjutnya kita hanya menunggu dampaknya: krisis ekonomi berkepanjangan, kelaparan, sampai pada rakyat di satu negara saling bunuh karena sepotong roti. Pembunuhan yang masuk dalam agenda-agenda besar dunia tak akan pernah bisa sampai kita logikakan oleh akal sehat dan dipecahkan dengan teori sosial biasa yang mengaku humanis. Pembunuhan yang dilakukan sebagai jalan menuju sesuatu, setting, bisa dilakukan dengan begitu biasa, rapi dan dingin. Kita tentu tak bisa melupakan bagaimana ribuan orang Yahudi di giring k...

Che (Guevara)

Gambar
             Ernesto (Che) meninggalkan kenyamanan sebagai mentri di pemerintahan Castro; setelah berhasil dalam revolusi menggulingkan rezim Batista (1959). Bagiku, Che adalah salah satu dalam daftar sakit jiwa akut: masokistik irrasional—menerobos hutan gelap untuk mengajak para petani di Boivia berjuang. Di tahun 1967 yang naas, Che ditembak mati tentara Bolivia. Mungkin kita boleh menyebut hal ini sebagai kegilaan. Merayap-rayap dalam belukar, melintasi indahnya sungai-sungai dan padang ilalang untuk sebuah maut yang tengik. Kematian dalam gejolak revolusi yang “katanya” indah boleh jadi hanya jargon dan upaya menertawai diri, atau sebaliknya: keniscayaan untuk kematian dalam revolusi. Pemimpin mana yang tidak memimpikan dirinya berada dalam situasi yang nyaman: berburu di hutan, membidik buruan sambil menghisap cerutu Kuba. Tapi, Che memilih pergi dari kenyamanan. Dalam keadaan terdesak, ketika peluru dan nyawa tidak lag...

Pemuda

Gambar
Oleh: Citra D. Vresti Trisna Martabat usia tua dengan jelas turun. Sejak pengertian pengalaman dijatuhkan nilainya. Masyarakat teknokratis modern berpendapat bahwa pengetahuan bukannya jadi bertambah banyak bersama jalannya waktu, melainkan malah jadi ketinggalan jaman. La Vieleillesse – Simone de Beauvoir Karena yang tua-tua akan meneruskan kepongahannya. Menjadi bandit atas kehidupan. Maka sebaiknya mereka dilupakan. Sekarang giliran yang muda-muda. Kalau kehidupan ibarat sebuah edisi, maka edisi kali ini lebih banyak bicara pemuda. Sosok yang selayaknya menjadi tokoh penggerak kehidupan. Jadi bolehkah yang muda dibiarkan otaknya nganggur ? Sebab semua mesti berubah. Anggapan basi bila semua bisa dikondisikan sesuai dengan kehendak mereka yang tua-tua. Semuanya benar, tapi tidak bisa dibenarkan. Kaum tua pergerakan, sistem dan rezim yang uzur sudah mesti angkat kaki. Kalau pada pemilihan presma kemarin menjadi kemenangan rezim, sekaligus tanda bila tokoh muda t...

MAHASISWA MINTA PIHAK KEAMANAN KAMPUS LEBIH PROFESIONAL LAGI

Gambar
        Pagi tadi, (01/05) mahasiswa kembali melancarkan aksi dengan menduduki pihak pimpinan (Rektorat, red.). Kali ini, para demonstran yang menuntut aksi tersebut, merupakan gerakan dari Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK). Dalam aksi yang berlangsung pukul 08.30 Wib, mahasiswa berorasi menuntut kinerja PT. Marina dan pihak keamanan kampus, (Security, red.). Mahasiswa menyesalkan keamanan yang selama ini dinilai kurang efektif.  Pasalnya, selama ini banyak sebagian mahasiswa yang resah lantaran pihak keamanan kurang tegas dalam mengambil tindakan. Padahal, seharusnya hal ini sudah menjadi tanggung jawab penuh para penegak keamanan kampus, juga PT. Marina sebagai pemilik tender. “Kami sangat meresahkan pihak keamanan kampus. Utamanya PT. Marina yang mempunyai tender. Banyak sekali masalah-masalah seperti kehilangan helm sampai sepeda motor kadang juga ikut raib. Tidak dipungkiri, para pelaku kriminal ini bisa jadi dari kalangan mahasi...

PAK BEYE

Gambar
aku mendengar kisah ketika aku sedang ada di goa (tempatku bertapa) seseorang dengan muka lusuh dan nampak tidak bersahabat. klimis rambutnya sepertinya dia penguasa. dia terus saja bercerita sementara aku diam. Sabda, dongengan, dan dagelan siapa lagi yang bisa menggetarkan hati gelap manusia. Menggoncang dunia dengan dinamit yang mengalir dari bahasa-bahasa lugas. Meneror pikiran-pikiran kuno masyarakat dengan satu tembakan yang tepat laiknya Vassili Zaytsev, penembak jitu Soviet yang terlibat duel maut dengan Heinz Thorvald. Kalau pada masa pecahnya revolusi penggulingan tahta Tsar di Soviet, hiburan paling baik adalah mendengar propaganda anti Tuhan dan keriangan menghitung mayat di jalanan saat anak kecil pulang sekolah. Tapi sekarang, di kampung kita, hiburan apa yang paling menarik, sehingga dari waktu ke waktu kita bisa melupakan lapar karena belum makan seharian? Siapa lagi kalau bukan SBY sang presiden. Dongeng dan sabda-sabda lelaki tambun yang di gangg...

PETUAH BIJAK KRONI SBY

Gambar
Orang-orang yang terdampar di masa sekarang tidak akan betul-betul mengerti tentang persoalan masa lalu. Sekalipun aturan yang berlaku adalah persoalan masa lalu akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) untuk masa sekarang. Baik persoalan utang negara, feodalisme, sistem yang bobrok. Semuanya murni urusan masing-masing pribadi yang bersangkutan dengannya.  Kesenjangan, orang-orang yang masih berjongkok-jongkok merendah – menyembah, cium tangan dan kaki di luar batas kewajaran, dan semua, dan kemiskinan yang sengaja di ciptakan, sudah menjadi urusan masing-masing pribadi. Sebab di sini bukan kampung kepedulian. Kepedulian adalah barang mahal yang sulit ditemukan. Sehingga, kita tidak perlu lagi mengharapkannya, terutama generasi muda. Soal kemiskinan, yang otomatis melahirkan bandit-bandit miskin, atau bajingan kere. Mereka lah yang di sebut anak muda sekarang sebagai: kelaparan yang membutakan. Soal kenapa kesombongan atas nasib orang lain yang dimiskinkan sudah semakin subur saja....

PASIEN SEJARAH KAUM REVOLUSIONER

Gambar
Mari sejenak kita bicara soal sejarah dan revolusi. Sejarah yang tanpa kita sadari telah menjadi Tuhan dalam kehidupan. Semua tercermin dari cara kita memujanya, dengan terus mengutipnya bagai doa sehari-hari. Sebagai pasien-pasien sejarah, kita telah dibikin nihil dengan semangat perubahan dan memilih sesuatu yang telah menjadi kembang kertas pilihan rasional perjuangan – revolusi – sekalipun kita tak akan pernah betul-betul berani untuk kesana.  Disengaja atau tidak, sejarah telah membuat kita menjadi apa yang diharapkan produsen-produsennya. Karena sejarah terbentuk dari kultur-kultur yang diamini sebagai jalan hidup. Masihkah kita akan bertanya dan mendiskusikan persoalan sejarah dan revolusi yang sudah menjadi mitos. Kalaupun ada yang memperbincangkan, sudah bisa dipastikan aka mengalami konflik batin, antara keberanian dan mitos tangan kiri yang terkepal. Pada akhirnya kita akan menemui diri kita menjadi sosok yang mengerikan. Ngelantur kesana-kemari soal revolusi yang...

PENGGALAN CATATAN DI WARUNG KOPI

Gambar
# Saat ini, rasa percaya tidak lagi cukup membuat kita tenang dan berhenti mengelus dada. Tidak. Itu tidak cukup. Tapi, seseorang juga mesti ‘tidak punya otak’ agar hidupnya bisa tenang, aman dan nyaman. Tidak perduli siapa yang menang di HMJ, Gubernur, dan Presma.   Citra D. Vresti Trisna Atau mungkin rombongan bebek yang bersuara sama, karena mungkin berasal dari kandang yang sama # # Bagaimanapun juga kita mesti ingatkan diri agar bisa tumbuh secara sehat lahir batin. Orang yang sehat secara batin akan bisa berkaca pada diri lewat semangat kontemplatif. Mendalami perenungan-perenungan dan mengorek sisi-sisi paling purba dalam kehidupan kita. Dan kemauan untuk terus belajar dari penilaian-penilaian jernih orang lain. Baik yang syarat akan kebencian atau tidak. Semuanya harus didengarkan – berjiwa besar # # Menjadi cermin bagi satu orang dengan lainnya adalah sebaik-baiknya pilihan. Orang konfusius pernah berkata, “orang tidak dapat melihat bayangan dirinya dalam a...

DEDES 2

kau tak pernah berkata apa-apa, kecuali membiarkanku terus menciumi jenjang lehermu, meyakini bila percumbuan pahit kerinduan selalu berdarah. “luka pertemuankah ini, kakang?” ucapmu. diam. diamlah, manisku. biarkan bisik batu kali yang menggunjing kita dengan bahasanya yang gelap. menghadiahi kalung-kalung hijau cahaya dan kerlip kunang, karena anak-anak kita akan lahir dari bilik ini. dedes manisku, lontar-lontar manakah yang membawamu ke ranjangku, restu dewa apakah yang iba karena pernah merasai rindu? kau pun kembali menyalakan damar, “agar dewa-dewa memberi restu.” lalu, damar dipadamkan. Bangkalan,. Citra Dara Vresti Trisna lahir di Surabaya. Tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura. Selain menulis, aktif menekuni fotografi, sinematografi dan forum jumat malam. Karya-karyanya dimuat di media kampus, dan beberapa media lain. Saat ini bergiat di Sekolah Menulis