Cerpen: Dunia Pers Tak Semudah Itu, Kawan!
Ilustrasi: Pinterest/marciabenetti Tepat seminggu yang lalu, aku menasihati seorang teman agar tidak melangkah ke dunia jurnalistik. Bukan tanpa alasan aku mengatakannya. Sebut saja, namanya Wawan. Ia tipikal mahasiswa yang mudah panik jika sudah dalam tekanan. Sesederhana ketika orang tuanya telat mengirim uang bulanan selama dua hari, Wawan sudah bingung luar biasa. Sampai-sampai cari pinjaman ke sana - ke mari. Karena pertimbangan itulah, aku menjelaskan pada Wawan bagaimana dunia jurnalistik itu sebenarnya. Sebab semua yang ada tidak sesederhana seperti yang dia lihat di media. Usai kelas berakhir, Wawan menghampiriku pada hari itu. Ia tahu, sudah setahun aku menjadi bagian dari pers mahasiswa. Aku masih ingat betul alasan yang mendorongnya ingin bergabung dengan pers mahasiswa. “Karena sepertinya wartawan kampus bisa dapat banyak benefit , bukan? Kau selalu tahu informasi lebih dulu dari pada mahasiswa lain. Bahkan kau kenal dengan semua aparat penting yang ada di ka...