Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERPEN

Cerpen: Dunia Pers Tak Semudah Itu, Kawan!

Gambar
Ilustrasi: Pinterest/marciabenetti Tepat seminggu yang lalu, aku menasihati seorang teman agar tidak melangkah ke dunia jurnalistik. Bukan tanpa alasan aku mengatakannya. Sebut saja, namanya Wawan. Ia tipikal mahasiswa yang mudah panik jika sudah dalam tekanan. Sesederhana ketika orang tuanya telat mengirim uang bulanan selama dua hari, Wawan sudah bingung luar biasa. Sampai-sampai cari pinjaman ke sana - ke mari. Karena pertimbangan itulah, aku menjelaskan pada Wawan bagaimana dunia jurnalistik itu sebenarnya. Sebab semua yang ada tidak sesederhana seperti yang dia lihat di media. Usai kelas berakhir, Wawan menghampiriku pada hari itu. Ia tahu, sudah setahun aku menjadi bagian dari pers mahasiswa. Aku masih ingat betul alasan yang mendorongnya ingin bergabung dengan pers mahasiswa. “Karena sepertinya wartawan kampus bisa dapat banyak benefit , bukan? Kau selalu tahu informasi lebih dulu dari pada mahasiswa lain. Bahkan kau kenal dengan semua aparat penting yang ada di ka...

Perempuan Dibalik Kenangan

Gambar
Dari balik kegelapan ada kegelapan lain yang lebih menakutkan, sepasang mata mengintai sejak ia memasuki ruangan ini. Mata itu tajam bagai pedang yang menghunus tepat memberi rasa sakit, sekaligus penuh perhatian. Sudah hampir setahun   masa kelam itu ia lewati tanpa mengenal siapa yang telah ia sakiti. Sudah hampir setahun pula ia merasa diamati, sepasang mata persis seperti terakhir kali ia lihat.   Bagaimana bisa orang lupa akan kesalahannya? Mengapa ada orang sejahat dirinya? Bukankah orang semacam dirinya harus dihilangkan saja?   Aroma anggur menguar ke seisi ruangan. Bunyian keras lagu romansa menemani pemilik ruangan yang kalut akan kenangan. Seteguk lagi   pikirnya, hingga ia tertidur dengan pulas setidaknya kenangan kelam itu tergantikan oleh mimpi indah. Tak lama ia terbangun, hanya gumaman yang terdengar dari mulutnya.   Perempuan, sekaligus kekasih yang selama ini meninggalkannya kembali lagi, sebagai bidadari yang mampu menjatuhkannya ke da...

Pasal Baru

Gambar
  Pasal Baru. Pict : WM Beberapa bulan yang lalu satu pasal khusus mengenai Peran Tuhan Dalam Negara telah disahkan. Pasal ini disetujui setelah perdebatan dan proses yang amat panjang. Kira-kira seperti ini bunyi pasal itu, “Segala perbuatan yang dilakukan atas perintah Tuhan diperbolehkan.”   Awalnya semua orang takut jika pasal ini akan disalahgunakan. Namun seorang DPR yang kebetulan merangkap menjadi ahli agama meyakinkan bahwa seseorang yang beriman, apalagi jika keimanannya sudah pada tingkat yang tinggi maka tidak akan berani mempermainkan perintah Tuhan.   Aktivitas di negera itu akhirnya berjalan bersama pasal baru itu. Pada bulan pertama tidak ada masalah berarti mengenai pasal ini bahkan, pasal itu terkesan membawa progresivitas. Aktivitas ibadah masyarakat lebih padat dari biasanya dan sikap kemanusiaan ramai dikerjakan.   Namun seminggu setelahnya, seorang lelaki tertangkap basah telah mencuri uang di rumah salah satu RT. Semua warga berbond...