3rd SM Writing Festival: Syarat dan Ketentuan Lomba Cerpen
Sastra adalah api. Panggilan sastra –sebagaimana catatan Mario V. Llosa, lahir dari ketidaksepakatan seseorang terhadap dunia. Intuisinya akan kekurangan, perbedaan, dan penderitaan di sekitarnya, senantiasa mendorong sebuah hasrat akan perubahan. Meski dinilai sebagai representasi palsu dari sebuah kehidupan, toh sastra dapat menjadi obat penenang dari rasa frustasi yang dibebankan oleh sebuah realita. Sebab pada kehidupan yang nyata –kehidupan di muka bumi ini, begitu banyak kegaduhan-kegaduhan yang mengetuk ambang sadar kita sebagai manusia. Tayangan di televisi, berita di koran, atau kabar yang kita dengar di radio, tak jarang melahirkan keresahan-keresahan baru. Keresahan yang kemudian menjadi ironi di kehidupan setiap manusia. Akhirnya, begitu banyak persoalan yang menumpuk di ruang kerja kemanusiaan. Kita tahu –atau sudah menjadi rahasia umum, kalau kehidupan di bumi sedang tidak baik-baik saja. Efek rumah kaca, lautan sampah, perebutan kuasa, dan bergantin...