Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Mahasiswa UTM Tagih Kelanjutan Kasus Pembunuhan EJ

Gambar
Seruan Aksi Demontrasi #KAMIBERSAMAEEN, Selasa (25/2). (sha/lpm-sm) WKUTM — Sejumlah mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengatasnamakan Suara Trunojoyo mengadakan seruan aksi demonstrasi bertajuk #KAMIBERSAMAEEN di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan pukul 10.35 WIB, Selasa (25/2). Aksi diadakan untuk menindaklanjuti kasus pembunuhan almh. EJ, mahasiswi Program Studi (Prodi) Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) UTM. Rofik selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya aksi untuk mengawal kasus pembunuhan almh. EJ dikarenakan proses hukum yang masih belum jelas. ”Aksi demonstrasi dilakukan untuk menyampaikan aspirasi kasus pembunuhan, dikarenakan proses hukum masih belum jelas," ucapnya di depan massa aksi (25/2). Kemudian, pukul 11.30 WIB, massa aksi dipersilakan masuk ke dalam Gedung Kejari Bangkalan untuk melakukan audiensi bersama pihak kejaksaan yang menangani kasus almh. EJ. Audiensi Mahasiswa UTM...

Dosen UTM Soroti Efisiensi Anggaran: Danantara hingga Tren #KaburAjaDulu

Gambar
WKUTM — Kebijakan pemangkasan anggaran oleh pemerintah di seluruh kementerian, termasuk sektor pendidikan, menuai berbagai tanggapan dari dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang menyoroti dampak efisiensi anggaran terhadap pendidikan, transparansi pengelolaan dana, serta respons masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Merlia Indah Prastiwi, dosen pengampu mata kuliah Sosiologi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM, menilai adanya efisiensi anggaran tidak seharusnya berdampak pada sektor pendidikan. “Jika pemangkasan anggaran justru menghambat akses pendidikan dan beasiswa, ini menjadi kontraproduktif,” tulisnya via WhatsApp (18/2). Di sisi yang lain, Yahya Surya Winata, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM, menilai pemangkasan anggaran ini merupakan strategi pemerintah dalam merealokasi prioritas pembangunan. Yahya meyakini kebijakan tersebut tidak akan berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap pend...

Aksi Aliansi Jatim Menggugat Berujung Ricuh, Lima Mahasiswa Ditangkap Polisi

Gambar
WKUTM — Ribuan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Jatim Menggugat melakukan seruan aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Surabaya pada Senin (17/2). Aksi yang membawa sepuluh tuntutan tersebut, berakhir dengan penangkapan lima mahasiswa dari beberapa universitas oleh aparat kepolisian. Dalam aksi unjuk rasa, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jatim Menggugat mendesak Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, untuk menelepon Presiden Prabowo Subianto, atau Sekretaris Kabinet dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Musyafak menolak permintaan tersebut karena mengaku tidak memiliki nomor telepon Presiden Prabowo, Mayor Teddy maupun Puan Maharani. ”Maaf, tidak bisa telepon karena tidak punya nomornya,” tegas Musyafak yang langsung disoraki oleh massa mahasiswa. Meski begitu, massa mahasiswa terus memaksa Ketua DPRD Jatim untuk menelepon presiden. Puncak ketegangan terjadi ketika Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro ikut menaiki mobil...

Ironi Pembatasan Fakultas Kedokteran

Gambar
Sudah jadi rahasia umum kalau Indonesia mengalami kekurangan dokter, terutama di daerah terpencil. Akses layanan kesehatan masih timpang, dengan banyak wilayah kesulitan mendapatkan tenaga medis yang memadai. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah memilih untuk membatasi pendirian Fakultas Kedokteran (FK) dengan alasan bahwa mendirikan FK membutuhkan waktu lama hingga bisa menghasilkan lulusan. Sebagai gantinya, pemerintah lebih memilih menambah kuota mahasiswa di FK yang sudah ada dan meningkatkan kualitas pendidikannya. Jika dilihat dari sisi kualitas, kebijakan ini memang masuk akal. Tidak semua kampus mampu menyelenggarakan pendidikan kedokteran dengan standar yang baik. Jika dibiarkan tanpa regulasi ketat, bisa saja muncul FK yang hanya dijadikan kedok untuk mengeruk keuntungan tanpa memikirkan standar kompetensi lulusan. Namun, pembatasan FK ini tidak bisa menjadi satu-satunya solusi untuk memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia. Ada langkah lain yang seharusnya dilakuk...

Resensi Film: Tamparan Keras untuk Warganet Melalui Film Budi Pekerti

Gambar
Judul film: Budi pekerti Tahun rilis: September 2023 Genre film: Drama isu sosial Sutradara: Wregas Bhanut Sebuah film yang berlatarkan kota Yogyakarta ini, mendapat sambutan meriah dari dunia perfilm-an Indonesia, bahkan mendapat penghargaan di ajang Santa Barbara International Film Festival [SBIFF] 2024. Apa sih yang menarik dari film yang digarap oleh Wregas Bhanutedja ini, hingga bisa mendapat penghargaan di kancah internasional? Film Budi Pekerti disutradarai oleh Wregas Bhanutedja, Film Penyalin Cahaya yang pernah digarap sebelumnya, mengangkat isu pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi, berhasil mendapat piala citra sebagai sutradara terbaik. Kemudian, Wregas kembali hadir dengan karya barunya ini dan dalam masa seminggu penayangannya, film Budi Pekerti sudah ditonton sebanyak 165.461 kali. Film Budi Pekerti, tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 9 September 2023 lalu. Selain itu, Budi Pekerti juga menjadi film pembuka ...

Dosen UTM Sebut Pembatasan Pendirian FK Hambat Pemerataan FK

Gambar
  WKUTM – Rencana pembatasan pendirian Fakultas Kedokteran (FK) oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 14 Januari lalu mendapat tanggapan dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) lantaran berpotensi menghambat pemerataan persebaran FK di Indonesia. Helmy Boemiya, selaku Dosen Hukum sekaligus anggota tim bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pengusulan FK UTM menilai pembatasan harus mempertimbangkan daerah yang benar-benar membutuhkan. Ia menilai Kemendiktisaintek tidak bisa serta-merta membatasi pendirian FK tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan. Sejumlah wilayah masih kekurangan tenaga medis, sehingga keberadaan FK baru tetap diperlukan. ”Jika rencana pembatasan tersebut dilakukan dengan perhitungan yang matang, menurut saya tidak masalah. Namun saya mengharapkan agar pembatasan tersebut tetap dibuka untuk daerah yang masih minim FK,” ujar pria yang kerap disapa Boy tersebut via WhatsApp (3/2). Madura menjadi salah...