Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

A K A N G

Gambar
  pict. Vio   Setelah bertemu dengan Akang aku menyadari, aku adalah seorang sapioseksual. Jenis manusia yang jatuh cinta karena tingkat kecerdasan manusia lain. Senang diajak berbincang karena pengetahuannya yang luas, kagum dengan bakat yang ia miliki, dan terpesona dengan cara dia berpikir (yang tentu saja tidak kutemukan dalam diri manusia manapun).   Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengan Akang, ia bertanya kepadaku perihal mengapa agama itu ada. Kujawab agama ada untuk mengatur kehidupan manusia. Akang kembali bertanya jika untuk mengatur kehidupan manusia saja, maka aturan undang-undang negara juga mengaturnya. Aku menjawab kalo begitu agama ada untuk mengenal Tuhan. Akan tetapi Akang menanggapi untuk mengenal Tuhan kita perlu agama, sebab Keberadaan-Nya tidak terikat. Aku tidak lagi mampu menjawab dan Akang tersenyum saja.   Begitulah kemudian aku terpikat pada Akang dan memutuskan untuk menghabiskan sisa akhir hidupku dengannya. ...

Miskoordinasi, DPM Tidak Ikut Training to Trainer

  WKUTM –   Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 202 1 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan kegiatan Training To Trainer (TOT) bagi panitia. Namun , Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) yang menjabat sebagai Steering Committee (SC) tidak mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu terjadi dikarenakan   tidak adanya koordinasi dengan panitia PKKMB.   Lutfillah, selaku Ketua DPM-KM berdalih bahwa hal ini dikarenakan   tidak adanya koordinasi baik dari panitia dosen maupun panitia mahasiswa. Dirinya menilai bahwa sebagai SC seharusnya DPM-KM berhak mengetahui dan bertanggung jawab atas terselenggaranya   acara PKKMB tersebut.   ”Pihak DPM-KM sampai tidak mengikuti kegiatan TOT karena tidak adanya koordinasi baik dari panitia dosen maupun panitia mahasiswa, padahal selaku SC saya juga berhak tahu dan bertanggung jawab atas terselenggaranya hingga suksesnya acara PKKMB ini,” ungkapnya (09/07).  ...

Mahasiswa Resahkan Keringanan UKT yang Belum Jelas

Gambar
  WKUTM – Terhitung hampir dua minggu mendekati pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester gasal 2021/2022 ,   Universitas Trunojoyo Madura (UTM) belum memberikan kepastian mengenai keringanan pembayaran UKT. Padahal, dampak dari situasi pendemi Corona Viruses Disease 19 (Covid-19) saat ini menjadikan banyak mahasiswa keberatan terkait besaran UKT yang didapat.   Ismah Nur Andini, mahasiswa Pro gram Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi , mengungkapkan jika dirinya mendapatkan UKT sebesar 3 juta rupiah yang di rasa berat dikarenakan penghasilan orang tua yang hanya 1,2 juta.   ” A palagi sedang pandemi. I bu saya tidak berkerja sedangkan ayah saya penghasilannya 1,2 juta perbulan itu belum biaya yang lain seperti keperluan kuliah   dan rumah tangga,”ungkap mahasiswa asal Lamongan tetersebut (12/07) .   Toriq Abdullah Ahmad Alfahrezy, mahasiswa Prodi Sistem Informasi angakatan 2020, mengaku jika besaran UKT sebelum keringanan sangat me...