A K A N G
pict. Vio Setelah bertemu dengan Akang aku menyadari, aku adalah seorang sapioseksual. Jenis manusia yang jatuh cinta karena tingkat kecerdasan manusia lain. Senang diajak berbincang karena pengetahuannya yang luas, kagum dengan bakat yang ia miliki, dan terpesona dengan cara dia berpikir (yang tentu saja tidak kutemukan dalam diri manusia manapun). Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengan Akang, ia bertanya kepadaku perihal mengapa agama itu ada. Kujawab agama ada untuk mengatur kehidupan manusia. Akang kembali bertanya jika untuk mengatur kehidupan manusia saja, maka aturan undang-undang negara juga mengaturnya. Aku menjawab kalo begitu agama ada untuk mengenal Tuhan. Akan tetapi Akang menanggapi untuk mengenal Tuhan kita perlu agama, sebab Keberadaan-Nya tidak terikat. Aku tidak lagi mampu menjawab dan Akang tersenyum saja. Begitulah kemudian aku terpikat pada Akang dan memutuskan untuk menghabiskan sisa akhir hidupku dengannya. ...