Postingan

Menampilkan postingan dengan label bubar

Esai: Males Mikir? Tenang, AI Solusinya

Gambar
Selamat datang di dunia serba cepat. Makan tinggal klik pesan, bikin tulisan tinggal copas . Tugas kuliah? sat, set, tinggal ketik: “Tolong bikinin saya makalah 1000 kata lengkap dengan daftar pustaka.” Dalam hitungan detik, jadi deh. Hebat, kan? Mahasiswa jadi semakin pintar. Pintar menyuruh mesin berpikir. Tapi anehnya, di tengah segalanya yang makin canggih, hoaks masih saja laku keras. Bahkan yang dikemas rapi sekalipun, bahasanya formal, narasinya mengalir, ada data—eh, ternyata informasi bodong. Lucunya, banyak yang percaya. Mungkin karena tampilannya mirip jurnal ilmiah, atau karena sumbernya kelihatan meyakinkan. Pokoknya, kalau tampilannya profesional, berarti isinya benar. Belum lagi tren FOMO ( Fear of Missing Out ), alias ketakutan akan ketertinggalan. Tiap ada isu viral, langsung nimbrung. Lihat sumber sih nanti aja, yang penting update dulu. Jangan sampai ketinggalan biar bisa ngomong: “Aku sih, udah baca kasusnya dari kemarin.” Walau aslinya yang dibaca cum...

Esai: Siap Bergabung dengan Kru Topi Jerami?

Gambar
Peringatan kemerdekaan Indonesia kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain bendera merah putih yang berkibar, terlihat bendera dengan logo tengkorak khas bajak laut dan memakai topi jerami. Para Nakama (pecinta anime One Piece ) pasti sudah tahu arti dari bendera tersebut. Itu merupakan bendera bajak laut dalam anime One Piece , tepatnya bendera kelompok Luffy, si topi jerami. Lalu, apa maksud dari aksi pengibaran bendera bajak laut ini? Apalagi kalau bukan bentuk protes atas serupanya pemerintahan Indonesia dengan pemerintahan di dunia One Piece yang Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Ini kata netizen loh ya... Kondisi seperti ini, mirip dalam serial anime One Piece , di mana siapa pun yang berani bersuara atau sebagai oposisi, maka akan dianggap pembangkang, dan dikriminalisasi. Menariknya, wakil DPR kita, Sufmi Dasco Ahmad mengomentari jika pemasangan bendera One Piece saat Agustus-an adalah upaya pemecah belah bangsa. Hal ini mirip dengan s...

Esai: Menyambut Mahasiswa Baru

Gambar
Berhentilah bilang kebohongan tentang aku, dan aku akan berhenti bilang kebenaran tentang dirimu. (Gordon Gekko kepada Bretton James dalam film Wall Street: Money Never Sleep ) Kurang dari satu bulan penutupan pendaftaran LPM-SM 2025, sebuah akun Tiktok mengirim komentar tentang salah satu persyaratan yang kami buat. Katanya, kuliah adalah ruang belajar sehingga tidak masuk akal bila mencantumkan syarat tidak bebal sebagai kategori pendaftaran, sebab mahasiswa harus bisa berpikir kritis dan mempertanyakan semua hal. Tulisan ini tidak akan menjabarkan alasan di baliknya, sebab akan terlalu panjang. Akan tetapi yang pasti, kami memiliki sebuah alasan. Tentu saja, kami tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada banyak kontra untuk organisasi kami, karena memang kami masih terus berusaha memperbaiki diri. Bahkan tak jarang juga mereka merasa kontra disebabkan berita-berita yang kami tulis seringkali menyoroti kelemahan kampus. Sejujurnya, kami bukanlah musuh kampus, cara kami p...