Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

BULETIN SELEBARAN (BUBAR) EDISI 25 FEBRUARI 2014 "FEMINISME"

Gambar
DOWNLOAD PDF : DISINI BY : LEMBAGA PERS MAHASISWA SPIRIT MAHASISWA

Feminisme Dalam Lingkaran Tanda Tanya

Gambar
Gerakan feminisme di Indonesia pertama kali digaungkan pada masa R.A Kartini memperjuangkan kesetaraan hak perempuan dan melawan dominasi laki-laki. Akibat dari perjuangan Kartini, berbagai gerakan perempuan mulai bermunculan. Selain itu, gerakan perempuan pada masa Kartini mampu mengilhami gerakan perempuan pada masa kini. Sehingga perempuan masa kini mampu sejajar sebagaimana pria untuk mengenyam pendidikan yang tinggi, memperoleh hak pilih, melakoni peran sosialnya, termasuk bekerja, berpolitik, hingga terjun sebagai pemimpin di atas laki-laki.  Stigma yang dianut oleh masyarakat pra perjuangan Kartini hanya menempatkan perempuan di ranah domestik, diantaranya: sebagai ibu rumah tangga yang melayani dan mengurusi keluarga, digantikan oleh perempuan yang mandiri dan tidak bergantung pada pria. Tentu fenomena tersebut menimbulkan pro-kontra yang tiada habisnya. Wanita karir yang seringkali dianggap tidak maksimal dalam menangani urusan keluarga, misalnya dalam kewaj...

Emansipasi Dalih Menyalahi Kodrat

Emansipasi wanita juga termasuk gerakan feminisme dewasa ini sudah semakin diakui oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Tetapi saat ini pengertian dari feminisme itu sendiri telah disalahgunakan oleh kaum wanita untuk dalih menyalahi kodratnya sebagai kaum hawa. Feminisme adalah suatu pergerakan yang bertujuan untuk menuntut adanya keseteraan gender, antara kaum laki-laki dan kaum perempuan.  Feminisme terlahir dari pemberontakan para wanita di abad ke 19 karena merasa tidak terima, dengan perlakuan kaum pria terhadap wanita yang semena-mena. Para wanita dipandang sebagai mahluk cacat sehingga dinilai tidak memiliki hak apapun di dunia ini. Tetapi pada saat ini, setelah kedudukan wanita diakui dan berhak menentukan, mendapatkan apa yang diinginkannya. Hak-hak itu justru disalah gunakan oleh kaum wanita untuk menyalahi kodratnya sebagai kaum hawa. Salah satu bukti nyatanya adalah keadaan bahwa sekarang ini wanita sering berada di luar rumah dan melupakan tugas utamanya seba...

Bukan Sekadar Pemuas

Gambar
Oleh : Mubarokatin Perempuan, sekilas kata itu. Lansung menggambarkan kelemahan, ketergatungan namun juga keindahan. Lemah karena cenderung mudah dikalahkan oleh laki-laki baik itu dalam hal pekerjaan, peran dalam keluarga maupun kehidupan sehari-hari. Sedangkan ketergantungan perempuan oleh laki-laki dititik beratkan pada kekuatan fisik laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan.  Namun disisi lain perempuan adalah objek terindah dimuka bumi ini. Dan semuanya mengakui itu. tidak hanya dari sudut pandang laki-laki namun dari sudut pandang perempuan juga mengagumi keindahan tersebut. Itu sebabnya perempuan menjadi objek yang harus dijaga dan dilindungi keindahannya, lalu dengan pernyataan tersebut perempuan dianggap lemah. Hal-hal yang semacam itu di kalangan masyarakat sudah menjadi kodrat paten seorang perempuan.  Jika dalam lingkungan masyarakat ada seorang perempuan yang mampu bekerja seperti laki-laki, baik itu sebagai supir truk atau pun pegawai bangu...

Steriotipe Yang Termarjinalkan

Gambar
Oleh : Iskak Hakiki Kekerasan dan kejahatan terhadap kaum perempuan seperti yang banyak diberitakan media massa tidak bisa lepas dari sejarah peradaban manusia. Teori-teori sosial, seperti halnya feminisme yang pernah ada, HAM dan payung pada perempuan tidak mampu menghapuskan ancaman kejahatan kepada kaum wanita. BBC indonesia online pada edisi 21 Juni 2013 memuat, ”Menurut laporan WHO, satu dari tiga perempuan di dunia mengalami kekerasan atau pelecehan seksual.” Juga seperti yang diberitakan mediadanperempuan.org pada 9 oktober 2013 yang menunjukkan setiap tahun terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan. Pada tahun 2010, angka kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 10.000 kasus.  Tahun 2011 mencapai kurang lebih 11.000 kasus dan melonjak signifikan pada tahun 2012 yang berjumlah 18.067 kasus. Korban kejahatan pelecehan seksual yang dialami perempuan, membangun stigma di masyarakat bila perempuan adalah makhluk lemah. Apalagi bila dihubungkan den...

Budaya Patriarki dan Feminisme

Gambar
Oleh : Ike Dewi Lestari Feminisme pertama kali muncul pada abad ke-18, yang diperkenalkan oleh seorang aktivis sosialis utopis, Charles Fourier. Ada tiga gelombang besar dalam perkembangan feminisme, yaitu pada tahun 1851, pada tahun 1960-1980, dan tahun 1991. Gerakan ini dipelopori oleh beberapa tokoh wanita, yaitu B.Anthony, Elizabeth Cady Stanton dan Marry Wollstonecraft melalui surat kabar The Revolution, dimana perempuan mempunyai banyak masalah mulai dari diskriminasi gereja, perceraian, dan prostitusi.  Mereka menganggap perlakuan seperti itu muncul karena para perempuan mengalami banyak ketertinggalan, seperti: buta huruf, miskin, dan tidak berkeahlian. Selain itu, perempuan dulu umumnya sering menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, dan pemerkosaan, tidak boleh aktif dalam pemilu, juga diskriminasi dalam pekerjaan. Gerakan ini tidak memberikan hasil yang memuaskan karena pada saat itu tidak banyak mendapatkan dukungan dari kaum...

Perubahan Feminisme

Gambar
Oleh : Diyan Tri Utari Feminisme Dulu Dan Sekarang, Membawa Perubahan Feminisme merupakan sebuah gerakan untuk penyetaraan gender. Gerakan ini ,muncul pada abad 18. Pada saat itu terjadi penindasan-pendinasan pada kaum feminin oleh kaum maskulin, seperti kekerasan yang dilakukan suami kepada istrinya, pelecehan seksual dan pemerkosaan dan masih banyak lagi. Dengan kejadian-kejadian seperti itu, mulailah muncul orang-orang yang ingin memperjuangkan kesamaan gender. Pencetus dan pemikiran-pemikiran untuk melakukan gerakan ini muncul dari perempuan-perempuan kelas menengah Inggris, Perancis dan Amerika Serikat. Feminisme dikategorikan menjadi tiga gelombang, gelombang pertama terjadi pada abad 18, di sini, kaum feminim memperjuangkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.  Karena pada masa itu kaum feminis tidak diberikan pendidikan seperti halnya kaum maskulin. Kemudian abad 19 muncul lagi gerakan feminisme yang disebut gelombang dua. Di gelombang kedua par...

Kirimkan Karyamu di Media Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa Madura

Gambar
Mengirim Tulisan Untuk Buletin Selembaran (BUBAR)  Buletin Selembaran adalah Buletin yang terbit 1 minggu 2 kali. Berisikan Opini/Esai mengenai tema-tema aktual atau yang sudah ditentukan redaksi. Buletin Selembaran didistribusikan secara cetak dan online oleh LPM Spirit-Mahasiswa. Bagi yang ingin mengirimkan tulisan ke Buletin Selembaran, atau Opini/Esai mengenai tema-tema aktual.  Mengirim Tulisan Untuk Buletin Oposisi   Buletin Oposisi adalah Buletin yang terbit 2 minggu sekali. Membahas mengenai wacana-wacana aktual mengenai kampus dan sekitar kampus. Berisikan konten Laporan Utama, Liputan Khusus, Carok (tulisan lepas), News Flash, Parade Kartun Sosial, dan Kolom Kiriman Karya (bisa Opini atau Essay). Buletin Oposisi didistribusikan secara cetak dan online oleh LPM Spirit-Mahasiswa. Untuk tema tidak dibatasi atau bebas.  Mengirim Tulisan Untuk Buletin Sastra Kecubung  Buletin Sastra Kecubung adalah Buletin Sastra yang terbit 1 bulan sekali. Me...