Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Optimalisasi Layanan Halal Center UTM Terkendala Minimnya Kesadaran dan Sosialisasi

Gambar
WKUTM — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) terus mengembangkan layanan melalui Halal Center sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi jaminan produk halal. Namun, meski telah beroperasi sejak tahun 2022, keberadaan Halal Center masih belum banyak diketahui oleh civitas academika UTM. Ahmad Makhtum selaku Kepala Halal Center UTM menyampaikan bahwa Halal Center memiliki tiga layanan utama, yakni Lembaga Proses Pendamping Produk Halal (LP3H), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta Lembaga Pelaksana Pelatihan Jaminan Produk Halal (LPPJPH). Adapun LP3H berfokus pada pendampingan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam proses sertifikasi halal melalui skema self declare , yaitu mekanisme sertifikasi untuk produk dengan bahan sederhana. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menyediakan kuota sertifikasi halal gratis setiap tahunnya. “Karena setiap tahun pemerintah mengeluarkan jatah self declare sekitar satu juta sertifikasi halal gratis untuk para pedaga...

Pendaftaran TOEFL UTM Membludak, Antrean Panjang Tuai Keluhan Mahasiswa

Gambar
Suasana antrean mahasiswa di depan loket pendaftaran UPT Bahasa UTM (23/4). (N4) WKUTM — Pendaftaran Test of English as a Foreign Language   (TOEFL) di Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mengalami lonjakan dalam dua pekan terakhir. Hal tersebut menyebabkan antrean panjang di loket pendaftaran, dengan waktu tunggu mencapai 30 hingga 90 menit. Kondisi tersebut menuai berbagai keluhan dari mahasiswa yang menilai sistem pendaftaran masih belum efektif.   Bagus Aji Danan Jaya Ilmi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengungkapkan penyebab antrean panjang tersebut, salah satunya dipicu oleh keterbatasan jumlah petugas di loket pendaftaran. Selain itu, praktik pendaftaran titipan antar mahasiswa juga turut memperlambat proses. ”Selain karena penjaga loket yang hanya satu, padahal loketnya ada dua. Penyebab antrean juga karena teman-teman mahasiswa banyak sekali yang daftar membawa titipan temannya,” ungkapnya (19/4). Mahasiswa angkatan...

Opini: Vokasi atau Akademik? Membaca Arah Pendidikan di Madura

Gambar
Perdebatan tentang kampus vokasi versus kampus akademik sering kali berhenti pada dikotomi yang terlalu sederhana: yang satu dianggap “siap kerja”, sedangkan yang lain “terlalu teoritis”. Namun jika melihat realitas di lapangan—terutama di daerah seperti Madura—pertanyaan ini tidak lagi sekadar soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang benar-benar relevan dengan struktur ekonomi yang ada. Data nasional justru menunjukkan ironi yang tidak bisa diabaikan. Lulusan yang dipersiapkan untuk langsung bekerja, seperti SMK, justru menyumbang tingkat pengangguran tertinggi. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa tingkat pengangguran lulusan SMK berada di kisaran tertinggi dibanding jenjang lain, bahkan mencapai sekitar 8 persen dalam beberapa tahun terakhir. Ini menjadi paradoks: pendidikan berbasis keterampilan tidak otomatis menjamin terserapnya tenaga kerja. Di sisi lain, kampus akademik juga tidak lepas dari persoalan serupa. Sekitar 13,33% lulusan perguruan tinggi masih menga...

Esai: Mengapa Seni dan Sastra Diburu Saat Pengarangnya Mati atau Hidup Menderita?

Gambar
Tahun 1888, Vincent van Gogh memotong telinga kirinya dengan pisau cukur. Ia sedang mengalami depresi parah hingga kondisi psikologisnya terganggu. Semasa hidup, ia telah menghasilkan lebih dari 2.100 karya seni. Namun, pengakuan atas karyanya justru baru datang setelah beberapa dekade setelah kematiannya.  Kisah penderitaan lain juga dialami oleh Franz Kafka. Pada tahun 1912, Kafka hampir mengakhiri hidup karena ayahnya menentang pilihannya menjadi penulis dan memaksanya untuk bekerja di pabrik, layaknya pemuda lain seusianya. Akibat pertentangan itu, Kafka mengalami pergelutan batin hingga menimbulkan kecemasan, depresi berat, dan penyakit tuberkulosis di usia muda. Tetapi mari kita lihat sekarang, mereka telah menjadi legenda. Karya-karyanya disukai oleh jutaan orang, bahkan diperebutkan. Akan tetapi, benarkah kita mengagumi mereka murni karena karyanya? Ataukah justru karena narasi tragis yang melekat pada diri sang seniman? Bagaimana jika sebenarnya kita sedang ter...

Resensi: Sejarah Perlawanan Penguasa Tiran di Tanah Mesir

Gambar
Judul: Testament: The Story of Moses  Produser: Emre Sahin dan Kelly McPherson Sutradara: Benjamin Ross Tanggal rilis: 27 Maret 2024 Durasi: 81 – 88 menit (3 Episode)  Genre: Dokumenter sejarah Testament: The Story of Moses merupakan serial dokumenter yang mengisahkan perjuangan Nabi Musa dalam menyampaikan wahyu Tuhan kepada umatnya. Serial ini terdiri dari tiga episode yang masing-masing berdurasi sekitar 81 – 88 menit. Cerita dalam serial ini diambil dari kumpulan dokumen tiga agama Abrahamik, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Film ini digarap oleh Benjamin Ross, seorang penulis sekaligus sutradara berkebangsaan Inggris. Setelah dirilis pada Maret 2024, serial ini berhasil menjadi salah satu acara televisi yang paling banyak ditonton di Netflix. Kisah dalam serial Testament: The Story of Moses dimulai ketika Musa berada di kerajaan Mesir setelah diangkat menjadi anak oleh putri kerajaan Mesir saat ia ditemukan di sungai Nil. Pada masa itu, masyarakat Mesir mem...