Postingan

Menampilkan postingan dengan label Orde Baru

Opini: 27 Tahun Reformasi: Pelaku Naik Tahta, Korban Menyimpan Luka

Gambar
Dua puluh tujuh tahun berlalu sejak Reformasi 1998 digulirkan. Tanggal 21 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai tonggak sejarah ketika kekuasaan otoriter Orde Baru runtuh, membuka jalan bagi demokratisasi, kebebasan sipil, dan harapan akan negara yang lebih adil.  Tetapi siapa yang benar-benar bisa merayakan reformasi hari ini, ketika masih begitu banyak pihak yang terus menanggung luka akibat ketidakadilan yang tak pernah diselesaikan? Bisakah keluarga korban penghilangan paksa, korban tragedi Semanggi dan Mei 1998, atau para aktivis HAM yang yang saban Kamis berdiri di depan istana, ikut merayakan sesuatu yang tak pernah benar-benar berpihak kepada mereka? Pertanyaan itu menyentil kenyataan pahit. Bahwa sementara sebagian dari kita mungkin merayakan reformasi, banyak yang masih terperangkap dalam luka lama akibat janji-janji yang tak pernah ditepati. Sejarah mencatat bahwa reformasi lahir dari darah dan air mata rakyat. Ratusan mahasiswa dan warga sipil gugur dalam ...

Opini: Selamat Datang Rezim Militer!

Gambar
Selamat datang di Indonesia, tempat sejarah bukan untuk dipelajari, tetapi untuk diulang! Reformasi 1998? Ah, itu hanya angin lalu. Dulu, mahasiswa turun ke jalan, meneriakkan demokrasi dan menuntut reformasi. Tapi setelah lebih dari 25 tahun, kita semua tahu ke mana arah cerita ini. RUU TNI akhirnya disahkan. Seperti yang sudah kita duga sejak awal, upaya pemerintah mengembalikan peran militer dalam urusan sipil akhirnya tercapai. Tidak ada lagi wacana atau draf yang bisa kita perdebatkan—semua sudah resmi menjadi aturan negara. Penolakan semakin alot untuk dilakukan. Kalau kita ingin melihat ke belakang, perjalanan menuju pengesahan ini sungguh ironis. Jika dulu kita berjuang agar militer kembali ke baraknya, kini mereka kembali hadir di birokrasi sipil, lebih banyak dan lebih kuat dari sebelumnya. Sejak awal, proses pembahasan RUU ini sudah mencerminkan niat aslinya: tidak untuk didiskusikan secara terbuka, melainkan dijalankan dengan senyap. Ingat saat publik heboh kare...