Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

LPM Aksara Mengundurkan Diri dari FIIK

Gambar
Rasyiqi ketua umum LPM Aksara sedang menunjukkan surat pengunduran diri LPM Aksara sebagai UKMF di FIIK WKUTM- Belum genap satu tahun diresmikan menjadi unit kegiatan mahasiswa fakultas di FIIK (Fakultas Ilmu-Ilmu Keislaman) LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Aksara mengundurkan diri. Berdasarkan surat edaran yang berisi pernyataan sikap, LPM Aksara secara resmi mengundurkan diri sejak tanggal 29 Desember 2015. Tetapi menurut keterangan Rasyiqi selaku ketua umum LPM Aksara membantah bubarnya LPM Aksara. Menurutnya, pengunduran diri tersebut hanya berkaitan dengan status kedudukan LPM Aksara sebagai unit kegiatan mahasiswa di bawah naungan FIIK. Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa alasan pengunduran diri LPM Aksara adalah tidak jelasnya penyelesaian kasus pemberitaan oleh DPM, dan pihak fakultas. Terlebih lagi, permintaan audiensi oleh LPM Aksara kepada pihak-pihak terkait selalu diabaikan. Pihak badan kelengkapan dan fakultas malah melakukan pemanggilan mendadak untu...

DPM Berencana Membentuk KPU

Gambar
Salah satu panitia Pilresma sedang menunjukkan kertas surat suara WKUTM- Belajar dari Pemilu Raya kemarin (07/01/16), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UTM merencanakan adanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode mendatang. Selain berharap untuk perbaikan, adanya KPU dirasa mampu membantu memperbaiki kekurangan DPM dalam mengadakan pemilu di UTM.  Seperti pemilu kemarin, banyak mahasiswa mengeluhkan penempatan tanggalnya tidak pas, mengingat pada hari kamis kemarin, jadwal Ujian Akhir Semester (UAS) telah usai. Ajeng misalnya, salah satu mahasiswi Akuntansi ini mengaku kecewa karena banyak dari teman-temannya tidak menyoblos sebab sudah pulang kampung semua. ”Sayang sekali dilaksanakan pada hari libur, teman-teman sudah banyak yang pulang,” keluhnya.  Ketika dikonfirmasi pada pihak DPM, Hobairi selaku ketua DPM periode 2015 menyatakan bahwa pihak DPM sebenarnya merencanakan Pemilu Raya diadakan pada Desember lalu. Tetapi karena pihaknya masih melakukan pembenahan da...

Partisipasi Mahasiswa Pada Pilpresma Sangat Rendah

Gambar
Mahasiswa sedang melakukan pencoblosan pilpresma di depan gedung RKB-D WKUTM - Pilpresma (Pemilihan presiden mahasiswa) yang berlangsung kemarin, Kamis (07/01) berakhir dengan kemenangan calon nomor urut lima yakni Fathal Hidayatullah dan Maghfira Octaviana. Pasangan ini menang dengan mengantongi 1.295 suara. Namun, apabila dibandingkan data jumlah mahasiswa aktif di UTM kemenangan mereka hanya setara 10 persennya. Berdasarkan catatan Dewan Perwakilan Mahasiswa selaku penyelenggara pilpresma, jumlah partisipasi mahasiswa pada pemilihan presma dan wapresma 2016 sebesar 3.340 mahasiswa. Adapun rincian lengkap pesebaran perolehan suara tanpa pasangan nomor urut lima adalah: Pasangan Sayyidi – Samsul Arifin 90 suara, Fajar Norullah – Kohar Komaruddin 473 suara, Moh. Hafid – Irman Mualana 494 suara, dan Faisal Maulana – Moh. Iqbal mendapatkan 639 suara.  Meskipun berdasarkan perhitungan suara menang, Fathal mengaku kurang begitu puas terhadap penyelenggaraan pilpresma. Pasalnya ...

3 Pesan Tolak Adi Untuk Presma Terpilih

Gambar
Tolak Adi Presma 2015.  sumber:  Facebook   WKUTM- Menjelang masa akhir jabatan BEM (Badan Eksekutif Mahasiwa) 2015 Tolak Adi selaku presma memberikan tiga pesan untuk presma terpilih masa bakti 2016. Pertama peningkatan kerjasama dan solidaritas internal BEM. Kedua pengawasan kebijakan bidang pendidikan dan pembangunan yang dikeluarkan oleh rektor. Serta koordinasi dengan seluruh UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Tolak Adi mengatakan jika salah satu alasan ia berpesan demikian adalah SK (Surat Keputusan) rektor yang turun beberapa waktu lalu. Dalam surat keputusan rektor tersebut juga memuat tiga hal pokok yang semuanya diperuntukkan bagi presma terpilih 2016. Masa kepengurusan BEM 2015 diakui sendiri oleh Tolak Adi tidak sesuai harapan. Banyaknya jumlah anggota BEM dianggap belum bisa bekerja maksimal. Solidaritas sesama anggotapun dipandang terlalu mengecewakan. "solidaritas sangat perlu, pengalaman saat pelantikan jumlah anggota 60 orang sedangkan sekarang yan...

Klarifikasi Pencatutan Ketua Umum LPM SM

Gambar
Sehubungan dengan pencatutan nama Ghinan Salman ketua umun UKM LPM SM nonaktif 2014-2015 pada salah satu pasangan calon Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura tahun 2016 maka kami selaku pengurus aktif menyatakan:  UKM LPM SM tidak pernah memberi dukungan kepada salah satu Pasangan Calon Presma dan Wapresma UTM tahun 2016.  Pencatutan Ghinan Salman adalah murni dukungan pribadi dan tidak berkaitan dengan UKM LPM SM.  UKM LPM SM dalam pemilihan Presma dan Wapresma 2016 tetap bersikap netral dan Objektif tanpa memihak pasangan manapun atau Independen.

Digitalisasi Pendataan Pilpresma

Gambar
WKUTM- Pilpremas (Pemilihan Presiden Mahasiswa) UTM kali ini (07/01/16) berbeda dari sebelumnya. Mulai dari pemungutan suara yang dikategorikan menjadi tiga tempat dan menggunakan sistem digital atau barcode.  Pengkatergorian TPS (Tempat Pemungutan Suara) dibagi berdasarkan Fakultas yang ada di UTM sehingga meminimalisir jumlah antrian mahasiswa atau calon pemilih. Seperti di TPS 1 yang berada di timur Gedung Cakra dikhususkan untuk pemilih dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu-ilmu Keislaman (FIIK). Sedangkan TPS 2 yang berada di Halaman Parkir Ruang Kuliah Bersama (RKB-D) dikhususkan pemilih dari Fakuktas Pertanian (FP) dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP). Lalu TPS 3 yang berada di Utara Gedung Graha Utama dikhususkan untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Menurut seorang pengawas di TPS 1 Sistem ini digunakan untuk meminimalisir kecurangan penyelundupan surat suara dan pengelembung...

Foto Sebagai Pelipur Lara

Gambar
DOWNLOAD & READ ONLINE NOW  Kadang foto memiliki kelebihan dalam menjelaskan suatu moment atau mampu menggambarkan emosi yang terlalu panjang jika dituliskan oleh kata. Namun itu sangat relatif, karena setiap manusia sangat relatif dalam menyampaikan pendapat. “Tidak ada karya foto yang jelek” semua serba kontekstual. Mengapa seperti itu, tak adakah standart khusus atau ukuran-ukuran tertentu dalam menilai sebuah karya foto. Bagaimana orang bisa mengatakan bahwa karya foto itu bagus dan sebaliknya. Pertanyaan yang menimbulkan berbagai macam kategori dalam fotografi, bahkan menimbulkan polemik-klasik diantara penikmat foto dan fotografer. Sudut pandang selalu menentukan bagaimana pendapat atau asumsi dalam menilai sebuah karya foto. Maka, apakah kita akan terjebak oleh makna, cerita, dan esensi dalam sebuah foto atau kita akan melihat karya foto hanya dalam bingkai kedangkalan visualisasi, komposisi, dan kuasa angel mungkin juga moment.  Foto adalah bentuk karya a...