Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Rapat Senat Tebuka Wisuda XXVI UTM

Gambar
Wisuda XXVI UTM. Foto : Wid WKUTM – Rapat senat terbuka prosesi wisuda ke-XXVI Universitas Trunojoyo Madura (UTM) program magister, sarjana, dan diploma tahun akademik 2019/2020 dilaksanakan di gedung pertemuan (28-29/09). Menurut keterangan Supriyanto, selaku Kepala Biro Akademik Administrasi Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI), peserta wisuda kali ini tercatat sebanyak 2025 mahasiswa dari 38 program studi (Prodi) di seluruh fakultas. Terdapat 1016 mahasiswa yang mengikuti wisuda sesi pertama, sedangkan pada sesi kedua sebanyak 1009 mahasiswa. Terdapat 2 kategori penghargaan yang diberikan kepada   mahasiswa tingkat universitas, yaitu mahasiswa berprestasi dan terbaik. Kategori mahasiswa terbaik diberikan pada mahasiswa yang   ber-IPK tinggi, sedangkan kategori berprestasi diliihat dari selain tingginya IPK   juga lebih berorientasi pada prestasi-prestasi yang didapat. ”Adapun mahasiswa berprestasi disandang oleh Hamzah Fansuri, Fakul...

Gelombang Protes dan Tuntutan Mahasiswa Bangkalan

Gambar
Gelombang protes dan tuntutan mahasiswa Bangkalan. Foto : Bir WKUTM – Ratusan massa yang mengatasnamakan Trunojoyo Bergerak, mengadakan aksi blokade Jembatan Suramadu dan demo di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan pada Senin, (26/9). Aksi tersebut merupakan bentuk protes mahasiswa terkait kinerja anggota DPR dan pemerintah yang penuh kontroversi belakangan terakhir. Koordinator Lapangan, Rama, mengatakan aksi blokade Jembatan Suramadu merupakan upaya mahasiswa Bangkalan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Bangkalan juga memiliki peran yang sama dengan mahasiswa di kota-kota besar yang lain. Kedepannya, Jembatan Suramadu juga diharap menjadi ciri khas dari Pulau Madura karena menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Madura. ”Suramadu menjadi tempat aksi untuk   generasi-generasi selanjutnya layaknya Gejayan, Monas atapun Senayan,” kata Rama. Dari Suramadu, massa aksi melakukan long march menuju Stadion Gelora Bangkalan dan menggabungkan diri ...

Seribu Tanda Tangan Untuk Dukung KPK

Gambar
1000 TTD Tolak UU KPK. Foto : Sur WKUTM – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan aksi pengumpulan seribu tanda tangan, Senin (23/9). Aksi yang dimulai pukul 09:00 WIB tersebut, digelar dari gerbang timur menuju Gedung Graha Utama. Yudi Kuswanto selaku Koordinator Lapangan dalam aksi tersebut mengungkapkan, aksi pengumpulan tanda tangan itu merupakan bentuk kontribusi nyata, khususnya dari mahasiswa UTM untuk menolak RKUHP dan revisi RUU KPK. Sesuai dengan momentum demo serentak di beberapa kota, aksi tersebut bagi Yudi diharap memiliki dampak yang nyata meski berskala kecil. ”Kami juga ingin berkontribusi walaupun yang kami lakukan adalah sesuatu yang kecil, namun semoga berdampak nyata,” kata mahasiswa asal Lamongan itu. Rizal Arfarizi, salah satu peserta aksi mengungkapkan, keikutsertaannya bertujuan untuk menolak revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Menurutnya, revisi UU...

Kita: Fragmen yang Belum Terurai

Gambar
bulan di matamu temaram kabut berkelindan dalam tubuhmu senyum di muka pasi yang memaksakan kerlingan itu dan meredup di ujung malam pejam matamu 2019 kematian rindu rindu lahir bersama pusar sesak di tiap waktu kupikir tentangmu dan detak yang bermula hidup napas terengah meng i kutimu di usia belum genap satu ternyata bukan aku yang akan mati, kata izrail melainkan rindu yang meratap jauh terkubur lara batin kamboja menyebar peziarah berjalan beriring 2019 antara kepulangan apa yang mempertemukan kita? adalah kesatuan gelak tawa yang menjadi ciut oleh jarak dan nyanyian sepasang angsa mencipta nada lalu tetiba jadi sunyi diredam waktu yang menirus mengapa jadi kau lipat waktu? bukankah waktu masih setengah hari lagi? tutur katamu kosong dan tanganku kau seret menuju lorong pada rumah yang lampunya padam hanya matamu merah menyala tetiba hujan jatuh begitu saja 20...

Peristiwa 16/09 : Mengakarnya Egosentris dan Politik Identitas?

Gambar
Sebut saja fenomena untuk demo yang terjadi di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Senin (16/09) lalu – yang sekaligus menjadi fenomena paling wah dalam satu dekade terakhir perjalanan dinamika mahasiswa UTM. Pasalnya, yang selama ini Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus (omek) bergerak secara bawah tanah, tempo hari seolah membuka gerbang untuk terang-terangan. Lalu, apakah arus ini layak untuk kita sambut hangat? Sebelumnya, kiranya kita sama-sama mengetahui fenomena tersebut bisa pecah – semacam sebab akibat dan aksi reaksi dalam dinamika sosial, tidak terkecuali dalam kampus. Selain itu, banyak media dalam kampus maupun mainstream yang ikut mem- back up , baik dalam bentuk berita ataupun tayangan video. Namun, tidak semua dari kita mampu untuk memecah dan memilah apa sebenarnya yang menjadi akar fenomena yang tidak dapat dibenarkan tersebut bisa terjadi, terlebih dalam frekuensi dunia pendidikan, katanya. Kabarnya masalah kemarin sudah rampung, namun menyisihkan beb...

Racana Trunojoyo dan Rato Ebu UTM Selenggarakan P3M III

Gambar
 (P3M III) UTM. Foto : Irma WKUTM- Racana Trunojoyo dan Rato Ebu Universitas Trunojoyo Madura (UTM) selenggarakan kegiatan tahunan Pertemuan Pramuka Penegak se-Jatim (P3M III) di lapangan belakang auditorium UTM (20-23/9). Acara yang dibuka oleh Muh Syarif, selaku rektor UTM diikuti oleh 520 peserta dari 65 sangga. Diantaranya, terdiri dari 32 sangga putra   dan 33 putri serta 58 panitia. Dengan suguhan   tema “bersatu membangun pandu yang berprestasi,   mandiri, dan cinta budaya. Menurut Virdatun Na’ima, selaku ketua   pelaksana, kegiatan kali ini salah satunya terdapat perlombaan penegak se-Jawa Timur. Adapun rangkaian acara selama tiga hari yakni diawali dengan upacara pembukaan, lomba-lomba, selain itu juga diadakan pelatihan-pelatihan, sosialisasi, dan seminar. Virda memaparkan bahwa, kegiatan tahun ini berbeda dengan sebelumnya, hal ini karena rangkaian kegiatan kali ini lebih menyoroti kurangnya perhatian kebudayaan oleh kaum milenial....

Kejadian 16/9, Persoalan di Luar Kampus

Gambar
WKUTM -   Protes massa beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura (UTM ), Senin  (16/9), menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya yang protes datang dari  tenaga ahli Fakultas Hukum (FH) , Encik Fauzan Muhammad . Dirinya menyayangkan sikap massa beratribut HMI yang memaksa masuk kampus. Menurutnya, permasalahan tersebut merupakan persoalan di luar kampus, bukan di dalam kampus. ”Sebetulnya tidak ada kaitannya massa dari mahasiswa yang mengatasnamakan UTM dengan aksi massa beratribut HMI, karena Agung hanya memberikan pernyataan pribadinya bukan mengatasnamakan UTM karena ini masalah individu dengan organisasi yang harus diselesaikan di luar kampus,” tuturnya, Kamis, (19/9). Padahal menurut Encik, sudah dijelaskan dalam peraturan Direktur Jendral Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2002, peraturan tersebut melarang organisasi ekstra kampus (ormek) menduduki wilayah kampus . ...

Mahasiswa UTM Mengusir Massa HMI Dari Kampus

Gambar
Massa saat berusaha masuk kedalam Gedung Rektorat. Foto: Va. WKUTM- Buntut kericuhan yang terjadi didalam rektorat atas aksi yang dilakukan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diprotes oleh sekumpulan mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Setelah massa HMI selesai melakukan demonstrasi yang mengecam pernyataan Agung Ali Fahmi selaku Wakil Retor III UTM. Kini, massa yang mengatasnamakan mahasiswa UTM ini menggelar aksi menuntut pihak massa dari HMI untuk keluar dari kampus. Sebab, menurutnya apa yang telah dilakukan massa HMI tersebut telah menyalahi aturan. Dimana keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Dapartemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2002 melarang organisasi ekstra kampus (ormek) menduduki wilayah kampus. “Kepada mahasiswa HMI yang ada didalam,   keluar sekarang juga dan copot atributnya,” teriak salah satu massa mahasiswa UTM. Kendati pada tahun 2018 terdapat wacana kembalinya...

Ricuh, Massa Beratribut HMI Memaksa Masuk Rektorat

Gambar
Massa saat berhasil masuk kedalam Gedung Rektorat. Foto: Wid WKUTM- Statement yang dikeluarkan oleh Agung Ali Fahmi selaku wakil rektor (Warek) lll Universitas Trunojoyo Madura menuai konflik. Statement tersebut berasal dari viralnya screenshot percakapannya diwhatsapp (WA). Dalam p ercakapan tersebut Warek bidang kemahasiswaan menulis bahwa “ Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak punya induk, ibunya ‘Masyumi’ sudah wafat, yatim piatu”. Bahkan Agung juga mengatakan, dalam percakapan melalui grup whatsapp untuk mengelus kepala anak HMI jika bertemu karena masih bulan Muharam. “Lho kampus UTM itu NU, singkatnya, Universitas Tidak Muhammadiyah” tambahnya dalam grub WhatsApp IKA PMII KOM UTM. Akibatnya puluhan massa beratribut HMI mendatangi kampus UTM, Senin (16/9). Mereka merasa bahwa pernyataan Agung digroup WA tersebut telah melecehkan HMI. Mereka (HMI, red) pernyataan Agung tersebut merupakan sikap rasisme dan tendensius terhadap golongan. “Kami HMI cabang ...