| Wisuda XXVI UTM. Foto : Wid |
WKUTM – Rapat senat
terbuka prosesi wisuda ke-XXVI Universitas Trunojoyo Madura (UTM) program magister,
sarjana, dan diploma tahun akademik 2019/2020 dilaksanakan di gedung pertemuan
(28-29/09).
Menurut keterangan Supriyanto,
selaku Kepala Biro Akademik Administrasi Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem
Informasi (BAAKPSI), peserta wisuda kali ini tercatat sebanyak 2025 mahasiswa
dari 38 program studi (Prodi) di seluruh fakultas. Terdapat 1016 mahasiswa yang
mengikuti wisuda sesi pertama, sedangkan pada sesi kedua sebanyak 1009
mahasiswa.
Terdapat 2 kategori penghargaan
yang diberikan kepada mahasiswa tingkat
universitas, yaitu mahasiswa berprestasi dan terbaik. Kategori mahasiswa terbaik
diberikan pada mahasiswa yang ber-IPK
tinggi, sedangkan kategori berprestasi diliihat dari selain tingginya IPK juga lebih berorientasi pada prestasi-prestasi
yang didapat. ”Adapun mahasiswa berprestasi disandang oleh Hamzah Fansuri,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), sedangkan Diana Mubarokah dari
Fakultas Pertanian sebagai mahasiswa terbaik tahun ini,” papar Supriyanto.
Dalam pelaksanaan
wisuda kali ini, acara dinilai kurang hikmat. Seperti yang diungkapkan Hilda,
mahasiswa FISIB. Pasalnya, lagu yang dinyanyikan kurang cocok untuk acara
wisuda, selain itu kurangnya sosialisasi tentang penempatan kursi undangan,
”Kursi untuk orang tua kurang, jadi orang tua itu ditaruh di atas (red:
tribun), selain itu juga tidak ada pengarahan untuk orang tua, jadi bingung
orang tua mau masuk dari arah mana,” papar mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut.
Terlepas dari
pelaksanaan wisuda, menurut Supriyanto terdapat ketidaktepatan manajemen
lain menjelang wisuda, yakni saat para
mahasiswa telah selesai sidang, namun harus menunggu jadwal wisuda yang dinilai
senggang terlalu lama. Hal itu menjadikan mahasiswa malas untuk menyelesaikan
revisian. Maka untuk menangani keadaan tersebut UTM merencanakan untuk dua
tahun kedepan akan diupayakan perseribu mahasiswa yang terdaftar akan segera diwisuda.
”Kita sebenarnya ada wacana,
perseribu mahasiswa akan diwisuda. Adanya hal tersebut diharapkan supaya lebih
cepat terjun ke dunia kerja, tanpa harus lama-lama menunggu,” ungkapnya.
Pihaknya juga
menambahkan bahwa selain nilai akademik yang dibutuhkan dalam dunia kerja ialah
skill, pada dunia perkuliahan dapat
diasah di UKM. Maka dari itu harusnya seimbang antara akademik dan nonakademik.
Sejalan dengan
Supriyanto, Taufiqurrahman Hasbullah selaku Humas UTM juga menuturkan seorang mahasiswa
ketika sudah lulus harus mampu berinovasi, berkreasi, dan responsif terhadap
kebutuhan masyarakat. (Ham/Wuk)
