Postingan

Menampilkan postingan dengan label #sastra #cerpen #redaksi

Seekor Kucing yang Menembak Mati Lelaki Gendut

Gambar
Pict. Dina Pernahkah kau mendengar kisah seekor kucing yang menembak mati seorang lelaki gendut? Terdengar tidak logis dan gila kan? Namun ini sungguh pernah terjadi. Kucing-kucing di kota itu bisa melakukan pekerjaan manusia seperti mencuci baju dan mengepel lantai. Bahkan wali kota sempat mengusulkan agar salah seekor kucing menjabat menjadi kepala polisi di kota itu berkat kepiawaiannya.  Kemampuan kucing-kucing ini diawali setelah seorang ilmuwan menemukan sebuah ramuan yang dapat mengubah seekor kucing memiliki kemampuan seperti manusia: berjalan seperti manusia, berpikir seperti manusia, dan melakukan kegiatan sosial. Wali kota yang sangat senang dan merasakan angin segar dengan temuan ini kemudian meminta si ilmuwan untuk membuat dan membagikan ramuan itu kepada seluruh kucing. Setelahnya wali kota juga meminta kucing-kucing itu agar membantu pekerjaan manusia (meskipun pada akhirnya banyak kucing tetap memilih menjadi hewan manja dan pemalas setelah meminum ramu...

A K A N G

Gambar
  pict. Vio   Setelah bertemu dengan Akang aku menyadari, aku adalah seorang sapioseksual. Jenis manusia yang jatuh cinta karena tingkat kecerdasan manusia lain. Senang diajak berbincang karena pengetahuannya yang luas, kagum dengan bakat yang ia miliki, dan terpesona dengan cara dia berpikir (yang tentu saja tidak kutemukan dalam diri manusia manapun).   Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengan Akang, ia bertanya kepadaku perihal mengapa agama itu ada. Kujawab agama ada untuk mengatur kehidupan manusia. Akang kembali bertanya jika untuk mengatur kehidupan manusia saja, maka aturan undang-undang negara juga mengaturnya. Aku menjawab kalo begitu agama ada untuk mengenal Tuhan. Akan tetapi Akang menanggapi untuk mengenal Tuhan kita perlu agama, sebab Keberadaan-Nya tidak terikat. Aku tidak lagi mampu menjawab dan Akang tersenyum saja.   Begitulah kemudian aku terpikat pada Akang dan memutuskan untuk menghabiskan sisa akhir hidupku dengannya. ...

Bapak dan Surat

Gambar
  Seorang anak laki-laki kecil terlihat berlari menuju kantor pos dengan tergesa-gesa. Dari kejauhan ia melihat pria berseragam oranye menaiki sepeda motor dengan bawaan tas obrok di samping kiri dan kanan kendaraannya. Wajah anak laki-laki itu terlihat semakin cerah saat melihat pria berseragam oranye itu semakin dekat dengannya.   “Sudah pulang dari sekolah Gus? Atau kamu bolos sekolah macam anak-anak nakal di pos ronda itu?” tanya pria berseragam oranye itu.   “Sudah Pak Ali, bapak ibu guru ada rapat jadi hari ini pulang pagi , ” jawab anak kecil itu.   Dengan langkah riang anak laki-laki itu mendekati Pak Ali si petugas kantor pos untuk membantunya menurunkan tas obrok itu. Dengan penuh semangat anak laki-laki itu mulai memilah-milah tumpukan amplop berwarna cokelat dan putih itu lalu mengurutkannya sesuai dengan desa alamat itu dituju.   “Surat dari mana saja ini pak? Apa ada yang datang dari Indramayu?” tanya anak laki-laki itu. ...