Postingan

Menampilkan postingan dengan label #pemirautm

Pemira UTM 2022 Masih Menggunakan E-vote di Tengah Perkuliahan Luring

Gambar
WKUTM -   Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada tahun 2022, berlanjut menggunakan Electronic vote (E-vote) seperti dua tahun sebelumnya saat terdapat larangan beraktivitas di kampus lantaran pandemi. Penggunaan E-vote untuk Pemira tahun 2022 ini tidak sesuai dengan Undang-Undang Keluarga Mahasiswa UTM nomor 1 tahun 2021 tentang Pemilihan Umum Mahasiswa Bab IX pasal 37 ayat 2 UTM, yang menyatakan bahwa Pemira E-vote digunakan pada kondisi darurat saja. Sedangkan pada tahun ini, UTM telah memberlakukan kebijakan penuh Luar Jaringan (Luring) untuk kegiatan mahasiswa. Adapun jika Pemira menggunakan E-vote kembali dilaksanakan, hal tersebut menambah catatan demokrasi secara digital yang dilakukan oleh mahasiswa UTM. Imam Syafi'e, selaku Panitia Pengawas Pemira, membenarkan jikalau Pemira kali ini masih menggunakan sistem yang sama pada dua tahun belakangan. Ia membeberkan penggunaan lanjutan E-vote ini lantaran menurutnya pada Pemira sebel...

Capresma Keluhkan Timeline Pemira 2022 yang Dinilai Lebih Singkat

Gambar
WKUTM – Pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2022 telah berlangsung. Timeline diawali dengan pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) pada Senin (12/12), serta diakhiri dengan Pemilihan Umum (Pemilu) pada Kamis (22/12). Adapun terkait jangka waktu pelaksanaannya yang dinilai lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya, menuai keluhan dari kedua pihak Calon Presiden Mahasiswa (Capresma). Imam Syafi’e, selaku ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), menjelaskan bahwasanya penyusutan total durasi timeline menjadi 10 hari pada 2022, dibandingkan pada tahun 2021 sepanjang 16 hari bukanlah masalah. Hal tersebut dikarenakan berujung pada lebih banyaknya jumlah Capresma dan Calon Wakil Presma (Cawapresma), yaitu sebanyak dua Paslon, dibandingkan dua tahun sebelumnya yang hanya satu paslon. ”Saya rasa cukup, teman-teman media bisa melihat seperti apa timeline yang kami sediakan,...

UTM Adakan Agenda Penajaman Visi dan Misi Calon Presma dan Wapresma

Gambar
WKUTM – Berdasarkan unggahan Instagram Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Selasa (20/12) telah dilaksanakan “Agenda penajaman Visi dan Misi”. Acara tersebut berlangsung di Gedung Graha Utama Lantai 2 ruang 202, pukul 13.40 hingga 15.25 WIB. Adapun rentetan acaranya adalah pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars UTM, sambutan dari ketua KPUM, Wakil Rektor (Warek) III bidang kemahasiswaan, Penyampaian visi dan misi Pasangan Calon (Paslon) satu dan dua, hingga sesi tanya jawab. Penyampaian visi misi dibuka oleh Paslon satu terkait semangat berprestasi untuk almamater bangsa, Ahmad Roby Gunawan dan Ahla Nurus Saada selaku Paslon satu. Dalam visi misi tersebut, Roby berencana merombak sistem Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) dengan lebih keterbukaan agar dipercaya oleh mahasiswa yang lain. Selain itu, pihaknya mengungkapkan untuk BEM KM diharapkan mampu menginspirasi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan ...

Pemira UTM Tingkat Fakultas Tuai Banyak Permasalahan

Gambar
WKUTM – Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) tingkat fakultas Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun 2021, dijadwalkan dari Rabu (12/22) hingga Rabu (12/29). Pemira tingkat fakultas ini dilaksanakan secara Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Formulir. Kendati demikian, acara tersebut menuai permasalahan seperti adanya kritik terhadap sistem aklamasi karena hanya terdapat satu Pasangan Calon (Paslon) dan munculnya dua Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang sama dengan isi yang berbeda. Aisyah Nur Fadhilah, selaku mahasiswa Fakultas Hukum menilai jika adanya aklamasi menjadikan Pemira UTM belum sepenuhnya menerapkan demokrasi. Hal tersebut lantaran tidak tersedianya kotak kosong.  ”Kalau aklamasi satu Paslon, untuk menjaga demokrasi seharusnya disediakan kotak kosong. Bukannya dipaksa memilih Paslon yang tidak didukung dan dipercayai, ini keresahan dari tahun kemarin juga,” ungkap mahasiswi asal Sidoarjo (24/12). Adapun Agung Ali Fahmi, selaku Wakil Rektor (Wa...

Sebelum Menjadi Pejabat Pemerintahan, Begini Caranya Berpolitik Ala Pemira UTM

Gambar
Perhatian: sebelum membaca tulisan ini alangkah baiknya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang pertama dan kedua kepada Universitas Trunojoyo Madura (UTM), yang telah mengizinkan pengadaan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira). Mengapa demikian? Seyogianya, kita harus berterima kasih atas adanya Pemira di UTM, khususnya tahun 2020 dan 2021, karena menyadarkan kita bahwa taktik politik diperlukan dalam ranah mahasiswa. Tidak hanya kalangan pejabat saja yang menggunakannya untuk merebutkan kursi kekuasaan, bahkan taktik tersebut juga dapat diterapkan mahasiswa untuk memenangkan kursi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa atau lembaga yang lain. Selain itu, hal berbau taktik politik seringkali menjadi topik menarik. Bagi  kalangan mahasiswa karena saya meyakini tidak sedikit mahasiswa yang mendambakan kursi jabatan tersebut. Sehingga, perlu adanya pengetahuan agar lebih mumpuni dalam menekuni dunia perpolitikan di kampus, sebelum menjamah ke tingkat yang lebih ag...