Postingan

Menampilkan postingan dengan label Seni

Esai: Mengapa Seni dan Sastra Diburu Saat Pengarangnya Mati atau Hidup Menderita?

Gambar
Tahun 1888, Vincent van Gogh memotong telinga kirinya dengan pisau cukur. Ia sedang mengalami depresi parah hingga kondisi psikologisnya terganggu. Semasa hidup, ia telah menghasilkan lebih dari 2.100 karya seni. Namun, pengakuan atas karyanya justru baru datang setelah beberapa dekade setelah kematiannya.  Kisah penderitaan lain juga dialami oleh Franz Kafka. Pada tahun 1912, Kafka hampir mengakhiri hidup karena ayahnya menentang pilihannya menjadi penulis dan memaksanya untuk bekerja di pabrik, layaknya pemuda lain seusianya. Akibat pertentangan itu, Kafka mengalami pergelutan batin hingga menimbulkan kecemasan, depresi berat, dan penyakit tuberkulosis di usia muda. Tetapi mari kita lihat sekarang, mereka telah menjadi legenda. Karya-karyanya disukai oleh jutaan orang, bahkan diperebutkan. Akan tetapi, benarkah kita mengagumi mereka murni karena karyanya? Ataukah justru karena narasi tragis yang melekat pada diri sang seniman? Bagaimana jika sebenarnya kita sedang ter...