Postingan

Menampilkan postingan dengan label RESENSI

Resensi Buku: Dosa Besar Media dalam Meliput Konflik

Gambar
Waspada perang dunia semakin rutin digemakan media bersamaan dengan semakin lesunya ekonomi dunia dan hubungan yang renggang antar negara. Media pun beradu framing dalam pemberitaan. Khususnya konflik yang tengah memanas belakangan antara Iran, Israel, dan Amerika; Rusia dan Ukraina; serta genosida terhadap Palestina oleh Israel. Dengan agenda masing-masing, media menaikkan pamor negara yang didukung oleh mayoritas pembaca mereka. Berbagai cara dilakukan, baik mengutip secara timpang statement pihak yang terlibat, memandang perang hanya dengan angka, hingga menayangkan seolah perang hanya soal antar pemerintah negara. Mochtar Lubis menyebut gaya tersebut sebagai jurnalisme perang. Lantaran memberitakan perang bukan untuk meredam, tetapi justru membesarkan. Dalam bukunya yang berjudul “Catatan Perang Korea” ia menawarkan pendekatan yang lebih humanis dalam meliput perang. Dibanding meminta tanggapan para politikus dan pimpinan negara, ia lebih menyoroti kondisi para warga ...

Resensi Film: Tamparan Keras untuk Warganet Melalui Film Budi Pekerti

Gambar
Judul film: Budi pekerti Tahun rilis: September 2023 Genre film: Drama isu sosial Sutradara: Wregas Bhanut Sebuah film yang berlatarkan kota Yogyakarta ini, mendapat sambutan meriah dari dunia perfilm-an Indonesia, bahkan mendapat penghargaan di ajang Santa Barbara International Film Festival [SBIFF] 2024. Apa sih yang menarik dari film yang digarap oleh Wregas Bhanutedja ini, hingga bisa mendapat penghargaan di kancah internasional? Film Budi Pekerti disutradarai oleh Wregas Bhanutedja, Film Penyalin Cahaya yang pernah digarap sebelumnya, mengangkat isu pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi, berhasil mendapat piala citra sebagai sutradara terbaik. Kemudian, Wregas kembali hadir dengan karya barunya ini dan dalam masa seminggu penayangannya, film Budi Pekerti sudah ditonton sebanyak 165.461 kali. Film Budi Pekerti, tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 9 September 2023 lalu. Selain itu, Budi Pekerti juga menjadi film pembuka ...

Borok Kronis Hukum Indonesia dalam Novel 86 Karya Okky Madasari

Gambar
Judul buku: 86 Penulis: Okky Madasari Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 256 halaman Arimbi merupakan seorang juru ketik di sebuah kantor pengadilan negeri daerah Jakarta Selatan. Setelah 4 tahun bekerja secara 'normal', kepolosan gadis itu mulai berubah setelah mendapatkan ucapan terima kasih berupa AC baru untuk kontrakan lusuhnya dari seorang klien yang memenangkan kasus persengketaan tanah.  Berangkat dari kesenangan tersebut, Arimbi mulai mewajarkan segala hal yang ia lakukan untuk 'membantu' kliennya guna mendapatkan ceperan sebagai modal untuk menikahi Ananta, sang kekasih hati. Solusinya hanya satu, 86! Sama sama tahu, sama sama untung. Novel ini dengan apik merangkum kronologi dan pergolakan pikiran serta batin Arimbi, gadis desa yang mulai dikuasai serakah. Arimbi mulai meminta jatah atas pekerjaan yang telah dilakukannya. Ketika si pengacara yang telah ia 'bantu' pamit undur diri dan mengajak bersalaman, Arimbi dengan nada ri...

Andai Soe Hok Gie Bangkit Kembali

Gambar
Judul : Catatan Seorang Demonstran Penulis : Soe Hok Gie Penerbit : LP3S, Jakarta Tahun terbit : Oktober, 1989 Jumlah halaman: 494 halaman Soe Hok Gie, nama yang tidak lekang digerus zaman, sosoknya masih terus hidup dalam ingatan masyarakat. Gie, abadi dalam tulisan kritisnya yang gagah berani meski dengan segala keterbatasan dalam kebebasan berpendapat pada Orde Lama. "Catatan Seorang Demonstran" merupakan rekam jejak pemikiran Gie, buku ini berisikan catatan harian Gie semasa hidupnya. Dalam buku ini, Gie menuliskan pengalaman hidup dan opini terhadap demokrasi di era Orde Lama. Ia selalu memengang teguh cita-cita besar untuk kepentingan orang banyak, terutama kaum terpinggirkan. Pada zaman ia berkuliah, kampus selalu menjadi ajang perdebatan kaum terpelajar yang menentang atau mendukung pemerintahan Bung Karno. Perjuangan yang dilakukan Gie lebih banyak melalui tulisan. Kerap kali ia menulis kritikannya melalui media massa maupun catatan harian. Gie ibara...

Resensi Buku: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Gambar
Judul: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Penulis: Eka Kurniawan Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: Mei 2014 Tebal: 243 halaman ISBN: 978–602–03–0393–2 Saya mengerti, akan ada banyak bocil di bawah usia 18 tahun yang akan membaca tulisan saya ini, walaupun saya sudah memberikan batasan umur kepada tulisan ini. Pencegahan seperti apa pun sepertinya tidak berguna, karena bocil zaman sekarang lebih canggih otaknya, terlebih jika bersangkutan dengan "perkelaminan". Untuk itu, kepada semua pembaca saya harap bisa lebih bijak dalam menyikapi tulisan saya, termasuk para orang tua yang membaca tulisan ini agar tidak marah dan menuding saya menyebarkan konten pornografi. Dasar Boomer! Seperti namanya, Tokek selalu ada dan "nempel" pada Ajo kawir yang ibarat dinding. Tokek selalu ada dan menemani Ajo Kawir kemana pun termasuk melancarkan hobinya mengintip istri kepala desa yang sedang berhubungan badan dengan pak kepala desa. Saat melihat r...

Saramago, Wabah Kecacatan Visual dan Kerapuhan Moral

Gambar
Judul : Blindness Penulis : Jose Saramago Tahun terbit : November 2015 Isi         : 424 Halaman Penerbit : Matahari “Tak ada orang buta, melainkan kebutaan” – Jose Saramago – Manusia tiba-tiba dihadapkan pada keadaan aneh, berawal dari tokoh pria pengemudi yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan pandangan matanya secepat kilat menjadi putih dan tidak bisa melihat sama sekali. Di tengah keadaan demikian, seorang lelaki menolong pengemudi pulang ke rumah, naasnya setelah mengantar, dirinya membawa kabur mobil pengemudi tadi. Dalam perjalanan si pencuri tersebut mengalami peristiwa aneh, tiba-tiba ia juga merasa pandangan matanya diselimuti warna putih. Ya, dia juga tiba-tiba jadi buta. Dalam pembukaan awal, kita akan dihadapkan pada situasi penuh pertanyaan, bagaimana mungkin buta itu berwarna putih? Hal itu ditambahi dengan penjelasan tokoh Dokter yang memeriksa lelaki buta pertama, kebutaan itu tidak ada penjelasan ilmiahnya. Secara il...

Sosiologi Korupsi: Sebuah Penjelajahan dengan Data Kontemporer

Gambar
Judul : Sosiologi Korupsi: Sebuah Penjelajahan dengan Data Kontemporer Pengarang : Syed Hussein Alatas Penerbit : LP3ES, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan, Ekonomi dan Sosial, 1986 ISBN : 9798015169, 9789798015168 Tebal : 77 halaman Korupsi seakan tidak bisa dilepaskan dari budaya birokrasi yang berada di berbagai negara. Slogan-slogan anti korupsi yang selalu didengungkan seakan tak mempengaruhi budaya korupsi yang masih berlangsung hingga saat ini. Di Indonesia, kasus korupsi masih marak terjadi. Belum ada sebuah gebrakan mutakhir untuk mengatasinya. Buku ini membahas tentang konsep dari korupsi tersebut mulai dari makna korupsi, fungsi korupsi, penyebab korupsi, dan terakhir solusi dari korupsi itu. Buku ini ditulis oleh Syed Hussein Alatas. Lahir pada 17 September 1928 dan meninggal pada 23 Januari 2007. Ia seorang akademisi, sosiolog, pendiri organisasi pengetahuan sosial, dan politisi Malaysia. Beliau merupakan Wakil Kanselor Universitas ...

Anak-anak dan Buku yang Disukai Para Pembunuh

Gambar
Judul : The Catcher in The Rye  Penulis : J.D. Salinger Penerbit : Banana Halaman : 296 halaman ISBN: 979-99986-0-3 Awalnya saya berpikir apa yang membuat buku ini menarik ? Apakah terdapat adegan tembak menembak, sebab di bagian belakang sampul terdapat kalimat ‘Mengapa buku ini disukai para pembunuh?’.  Sampulnya pun terkesan simpel dan membosankan. Hanya berwarna putih dengan tulisan judul berwarna hitam dan merah pada kata terakhir yang seperti menjadi penenkanan. Sempat saya berpikir kalau penulis ingin pembacanya berpikiran kosong dan tidak bisa menebak betapa rumitnya kehidupan tokoh utama.  Benar, selesai membaca buku ini, emosi saya sebagai pembaca dibuat naik-turun oleh sikap Holden, si tokoh utama yang menyebalkan. Berlatar di Amerika Serikat dengan sudut pandang orang pertama, novel ini tidak disarankan untuk anak dibawah umur. Sebab, selain terdapat banyak umpatan, bahasa yang digunakan juga vulgar dalam menggambarkan tokoh utama ya...

Melankolia Petualangan Jiwa

Gambar
Buku Perasaan-perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya Judul : Perasaan-perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya Pengarang : Gunawan Maryanto Isi : 83 halaman Penerbit: Basa-basi Cetakan: pertama Kategori : kumpulan puisi ... Setidaknya ia menggambarkan sebuah perjalanan yang tak berujung- perjalanan saya pribadi dalam menemu puisi, perjalanan perasaan-perasaan saya waktu itu. Begitu kiranya yang dituliskan Gunawan dalam kata pengantar kumpulan puisi tersebut. Tidak bisa dipungkiri, perjalanan selalu menyisakan perasaan yang ikut berpetualang. Hal tersebut dapat ditemui dalam puisi-puisi Gunawan. Perasaan-perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya, sebuah garis waktu perjalanan sejak tahun 2002 hingga 2008. Dalam perkembangan ranah puisi Indonesia, tema-tema romantisme tidak pernah mati, meskipun di waktu-waktu sebelumnya tema spiritual dan seksualitas turut meramaikan perkembangan perpuisian Indonesia. Apa yang didapat setelah pembaca se...

Mengikuti Remah-remah Eka Kurniawan Dalam Senyap yang Nyaring

Gambar
Judul Buku: Senyap yang Lebih Nyaring Penulis: Eka Kurniawan Penerbit: Circa Catakan: Pertama, 2019 Tebal: xii + 352 halaman Senyap membuat pengalaman melangkah lebih jauh, dan, ketika itu mati, memberinya martabat sebagaimana sesuatu yang kita sentuh dan tak lenyap . Apa kerja penulis? Iya, secara umum tugas penulis dan intelektual ialah bersuara. Namun Eka, dalam salah satu tulisan di buku ini, meruntut tabir sejarah mengenai penulis yang memilih untuk memberi pesan dalam bisu. Mereka memilih diam, dari pada getol berdebat dan menciptakan polemik yang tak berkesudahan sebagaimana banyak dilakukan kaum intelek masa itu. Eka mengingatkan kita pada peristiwa yang menimpa Gabriel Garcia Marquez dan Mario Vargas Llosa. Dimana pada suatu malam tanpa sebab yang jelas, mereka saling terlibat adu jotos. Namun, apa yang menyebabkan dua raksasa kesusastraan itu saling bertikai? Mereka, sampai akhir hayatnya memilih diam. Kesenyapan juga pernah melingkupi Albert ...

Loro Piker

Gambar
Judul : Retorika (Seni Bicara) Penulis : Aristoteles Jenis : Essai ISBN : 978-602-6651-98 Tahun : 2018 Sebuah Cacian Kebanyakan orang memiliki otak   sudah dikotori dengan segala sesuatu yang berorientasi pada perut bahkan sampai kemaluan. Terlebih bagaimana yang terjadi pada politisi Indonesia. Seharusnya, dengan mengisi otak setidaknya mementingkan arti kemanusiaan bukan malah terbentur kepentingan, partai politik dan persetan dengan omong kosong lainnya. Loro piker adalah istilah yang akrab di desa saya untuk menggambarkan kondisi seorang yang dalam tahap berpikir saja sudah salah. Sudah tentu tindakannya akan lebih menyimpang dari sebagaimana mestinya. Melirik kondisi sekarang yang terjadi pada politisi kita misalnya – dalam tahap berpikir saja sudah salah. Walau bagaimanapun tidak dapat kita hindarkan ada banyak faktor hal seperti itu sudah terjadi. Adalah Sebuah Resensi Retorika. Seni yang memang seharusnya dipakai untuk membungkus baga...