Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hari pertama PKKMB Sakera 2026, Hadirkan Lalu Hadrian Irfani untuk Orasi Kebangsaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 09.08.00 WIB Last Updated 2026-08-10T16:08:07Z
WKUTM  Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) telah melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Senin, (10/8). Acara tersebut dilakukan di Gedung Pertemuan R.P Mohammad Noer pada pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. 

Rapat senat dibuka pada pukul 9.05, lalu disusul oleh sambutan para tamu juga rektor UTM. Pada pidatonya, Safi' menyebutkan bahwa mahasiswa baru UTM yang terdata mengikuti PKKMB 2026 hari ini terdiri dari 4.203 peserta, dengan rincian 2.584 perempuan dan 1.630 laki-laki. Adapun total mahasiswa tersebut termasuk juga di dalamnya 11 mahasiswa internasional. 

Safi' juga menyinggung status klaster perguruan tinggi yang terdiri dari 3 tingkatan, yang mana UTM berada pada tingkatan tengah yaitu berstatus Badan Layanan Umum (BLU). 

"Nah UTM saat ini ada di klaster middle , klaster tengah yang sedang menuju ke klaster paling atas. Sehingga dapat berdampak pada peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan lulusannya", ujarnya.

Sambutan selanjutnya dilakukan oleh Lalu Hadrian Irfani, selaku Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), menjelaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi hak semua masyarakat. Akan tetapi hal tersebut masih belum sepenuhnya dilakukan.  

"Sesuai dengan pasal 21 ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Juga pada pasal 28 ayat 1 yang menjamin hak setiap orang untuk mengembangkan diri melalui pendidikan dan memperoleh manfaat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi," jelasnya. 

Irfani juga mengharapkan agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Tidak hanya masyarakat dengan perekonomian atau kasta tertentu, namun seluruh lapisan harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi. 

”Pendidikan tinggi tidak boleh menjadi menjadi privillage untuk mereka yang memiliki perekonomian tertentu, kasta tertentu, tapi harus dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Negara harus menjamin setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama", ujarnya menjelaskan.

Di akhir penyampaian materinya, dia mengungkapkan harapan tentang kemunculan pemimpin-pemimpin bangsa yang terlahir dari UTM. 

"Jangan pesimis adik-adik semua, pemerintah hari ini menjamin keterbukaan dan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri. Saya berharap nanti akan muncul pemimpin-pemimpin bangsa dari kampus UTM," ucapnya sebagai penutup orasi. (N4/NRA)
×
Berita Terbaru Update