Aku bertanya kepada temanku apa arti rumah baginya. Ia menjawab, yang dinamakan rumah adalah ketika ada ibu di dalamnya. Bagaimana kamu tahu jika ibumu adalah rumahmu? Dia terdiam dan berfikir sesaat. “Aku tak tahu kenapa, tapi tanpa ibu semuanya terasa kosong”. Bersama ibunya ia merasa segalanya terasa tentram. Ada sosok yang menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati juga memenuhi hatinya dengan cinta dan kasih sayang yang diberikan ibunya. Meja makan yang penuh dengan makanan untuk mengisi perut. Meskipun ayahnya juga pandai memasak dan membersihkan rumah, ia menjelaskan apa-apa saja yang dilakukan ibunya memiliki rasa tersendiri di hatinya. Jika temanku tadi memaknai rumah adalah ibunya lantas bagaimana dengan mereka yang tak memiliki ibu, apakah berarti mereka tak memiliki rumah.
Selamat membaca!
Baca selengkapnya di sini
