Postingan

Buletin Selebaran Edisi Ramadan 2026

Gambar
Salam Redaksi Setiap Ramadan selalu membawa cerita yang hampir serupa: pasar takjil yang ramai, jadwal buka bersama yang padat, hingga waktu-waktu siang yang terasa lebih lambat dari biasanya. Di balik suasana tersebut, Ramadan sejatinya menghadirkan ruang untuk belajar menahan diri dan memahami makna kesederhanaan. Buletin Selebaran edisi Ramadan 2026 ini mencoba menyoroti beberapa fenomena yang sering hadir dalam keseharian kita selama bulan puasa. Dari kebiasaan berburu hidangan berbuka hingga cara kita memaknai waktu ketika berpuasa. Semoga edisi ini dapat menjadi bacaan ringan yang menemani perjalanan Ramadan kita, sekaligus menghadirkan ruang refleksi kecil di tengah rutinitas yang dijalani. Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat membaca!  Baca Buletin Selebaran Edisi Ramadan 2026

Cerpen: Darah Juang Tak Pernah Bisa Dibungkam

Gambar
Sumber foto: Pinterest/Diana Dien Catatan terakhir Sabrang Jika suatu hari kau menyadari ada yang hilang dari negaramu, bisa jadi kau telah membersihkan rasa apati yang sudah lama menumpuk dalam hati. Tumpukan ketidakpedulian yang menghasilkan malam-malam suram berbekal lentera temaram. Maka ketika masa itu tiba, kutitipkan pesanku agar senantiasa menjaga kepedulian itu agar tidak lagi menghilang.  Konon, mereka yang bersedia menjaga masyarakat serta negaranya untuk tetap bersikap adil adalah pemuda-pemudi yang memiliki darah juang. Maka aku memanggil mereka yang memiliki darah juang tersebut untuk membantu saudaranya yang mengalami ketidakadilan. Kupanggil semua jiwa-jiwa yang resah.  Jangan pernah ragu untuk mengutarakan apa yang dirasakan oleh hati nurani tentang memperjuangkan kebenaran. Meskipun kau diancam oleh jerat borgol ketakutan, jangan pernah menyerah dan mari tetap sampaikan kebenaran. Meskipun melalui pesan-pesan yang disembunyikan dalam untaian syair...

Esai: Apa-Apa Madura: Menengok Stigma dan Kegagalan Negara dalam Menyejahterakan Rakyatnya

Gambar
Sumber foto: kompas.com Akhir-akhir ini, saya sering merasa lelah setiap kali membuka media sosial. Polanya hampir selalu sama. Setiap ada kabar kehilangan, keributan kecil, atau parkir liar yang dianggap mengganggu, arah tudingan cepat sekali mengerucut pada satu nama: Madura. Situasi ini kian memanas setelah muncul kabar pengusiran yang disebut-sebut melibatkan organisasi masyarakat yang anggotanya orang-orang Madura. Dari rangkaian peristiwa itu, muncul satu pertanyaan yang sebenarnya jauh lebih penting daripada sekadar saling menyalahkan: mengapa orang Madura bisa ada di sini, dan jumlahnya tidak sedikit? Bagi orang Madura, merantau bukan cerita sok keren tentang menaklukkan kota besar. Jauh dari itu, merantau lebih mirip strategi bertahan hidup. Ada falsafah lama yang melekat kuat dalam ingatan kolektif mereka: abhantal omba’, asapo’ angin —berbantal ombak, berselimut angin. Ungkapan ini bukan sekadar puisi, tapi gambaran nyata tentang hidup yang keras, penuh ketidakpa...

Opini: Menguak Isu Child Grooming dari Buku Broken Strings

Gambar
Sumber Foto: Ihram.co.id Kekerasan seksual terhadap anak tidak selalu dimulai dengan paksaan atau kekerasan fisik. Ia kerap hadir pelan-pelan, menyamar sebagai perhatian, empati, dan kepedulian. Datang lewat obrolan ringan, hadiah kecil, dan janji perlindungan. Pola inilah yang dikenal sebagai child grooming —sebuah proses manipulasi psikologis yang sering kali luput dari kesadaran korban, bahkan dari lingkungan terdekatnya. Isu ini kembali mencuat seiring ramainya perbincangan buku Broken Strings , yang mengisahkan pengalaman seorang perempuan terjerat relasi manipulatif dengan pria dewasa sejak usia belia. Kisah itu terasa jauh, seolah hanya terjadi di ruang-ruang urban atau dalam relasi personal yang kompleks. Padahal, jika menoleh sedikit ke sekitar kita, pola serupa justru kerap hadir di ruang yang paling akrab—termasuk di Madura. Kasus santri di Galis, Bangkalan, atau siswa di Gorontalo, menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak sering terjadi bukan karena ke...

Esai: Apakah Kenaikan UMR Ilusi saja, jika Harga Pasar Ikut Bertambah?

Gambar
Sumber Foto: Pinterest/Webnus Supri semringah ketika menerima upah kerjanya lantaran mendapat kenaikan. Supri pun bergegas belanja ke toko kesayangan untuk memenuhi kebutuhan pokok bulanannya. Sesampainya di sana, harga barang yang perlu dibeli semakin mahal. Meskipun Upah Minimum Regional (UMR) meningkat, Supri sadar satu hal bahwa harga barang untuk kebutuhan sehari-hari juga ikut meningkat.  Ada satu konsep ekonomi yang dapat menjelaskan ini, yakni saat perusahaan memutuskan menaikkan upah, maka biaya produksi ikut naik, maka harga barang pun meningkat. Hal ini bisa memicu lahirnya inflasi, pekerja kembali menuntut kenaikan upah hingga polanya kembali terulang sampai menjadi spiral. Lingkaran inilah yang disebut sebagai konsep spiral upah-harga ( wage–price spira l). Kenaikan UMR bisa menjadi ilusi untuk menutupi inflasi yang sedang terjadi.  Inflasi pada realitanya memang terjadi di berbagai negara. Namun, dalam hal ini, sebagai pengontrol, pemerintah tampak og...

Opini: Setelah Suramadu Berdiri, Kenapa Madura Masih Sepi Investasi?

Gambar
Sumber Foto: Seknas FITRA Pembangunan Jembatan Suramadu sejak awal dimaksudkan sebagai jalan pembuka. Harapannya sederhana, Madura tidak lagi terpisah, arus orang dan barang menjadi lancar, lalu ekonomi ikut tumbuh. Secara fisik, tujuan itu tercapai. Jembatan berdiri megah dan mobilitas meningkat drastis. Namun, setelah bertahun-tahun berjalan, muncul pertanyaan penting: mengapa Madura belum benar-benar menjadi tujuan investasi, padahal aksesnya sudah terbuka? Apakah ini artinya Surabaya menyedot ekonomi Madura? tentu bukan, kota yang sudah maju tentu akan bergerak sesuai logikanya sendiri. Persoalan yang lebih mendasar justru ada pada pemerintah pusat yang membangun jembatan tanpa kajian sosial dan ekonomi yang matang, serta tanpa strategi pendamping setelah jembatan itu beroperasi. Dalam kacamata Teori Ketergantungan dari Theotonio dos Santos, pembangunan bisa gagal jika hanya membuka akses, tetapi tidak menyiapkan daerah yang dihubungkan agar siap bersaing. Infrastruktur...

UTM Adakan Doa Bersama untuk Indonesia dan Tiara Angela Saraswati

Gambar
WKUTM — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar doa bersama untuk Indonesia dan almarhumah Tiara Angela Saraswati sekaligus mimbar bebas di Taman Kampus UTM, Selasa (9/9) malam. Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.30 WIB tersebut turut dihadiri oleh Surokim selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama, Samsuki selaku Pembina BEM-KM, sejumlah Ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta civitas academica UTM lainnya. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UTM, dan Mars Mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Presiden Mahasiswa UTM dan Warek III. Dalam pidatonya, Surokim menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk merespons kondisi Indonesia yang tengah berada di masa kegelapan. Mulai dari gelombang demonstrasi di berbagai kota yang menelan korban jiwa, hingga terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Suasana duka juga kian ...