Postingan

3 Tahun Sejak Pengadaan, Komputer untuk TOEFL Baru Siap Digunakan

Gambar
WKUTM – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dikabarkan telah melaksanakan pengadaan 80 unit komputer untuk Test of English as a Foreign Language (TOEFL) sejak tahun 2022, hampir tiga tahun lalu. Kendati demikian, penerapan TOEFL menggunakan komputer baru akan dilaksanakan Agustus mendatang lantaran terkendala anggaran untuk perangkat penunjang. Misnadin, selaku kepala UPT Bahasa, memaparkan alasan terhambatnya peralihan TOEFL UTM yang semula Paper Based Test (PBT) (kertas) menjadi Computer Based Test (CBT) (komputer) dikarenakan belum adanya anggaran untuk pemasangan internet dan jaringan-jaringannya. ”Komputernya sudah dari lama, tapi untuk prosesnya, kita butuh untuk masang dan itu butuh duit, jadi anggarannya baru ada tahun ini,” ujar Misnadin saat ditemui di ruangannya (27/5). Terkait dana pemasangan listrik dan internet, Misnadin mengungkapkan baru terealisasi tahun ini melalui anggaran pada tahun 2024. Proses instalasi memaka...

Krisis Regenerasi Petani, Dosen dan Mahasiswa UTM Angkat Bicara

Gambar
WKUTM — Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian nasional saat ini. Di tengah laju urbanisasi, alih fungsi lahan, dan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi petani, sektor pertanian juga menghadapi risiko kehilangan penerusnya. Situasi ini pun menjadi sorotan kalangan akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi pertanian menyampaikan kekhawatiran sekaligus menawarkan solusi terkait krisis regenerasi petani muda, mulai dari persoalan struktural seperti minimnya insentif dan keterbatasan lahan, hingga perlunya pendekatan modern dalam pengelolaan pertanian. Dosen Agribisnis UTM, Mokh. Rum, menyoroti penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai permasalahan struktural yang harus diselesaikan dari akar permasalahan. Menurutnya, minimnya insentif dan semakin menyusutnya luas lahan menjadi faktor utama yang menghambat regenerasi petani. ”Kalau pertanian...

Dosen UTM Soroti Tantangan di Sektor Pertanian Indonesia

Gambar
WKUTM — Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan struktural yang kompleks, mulai dari rendahnya harga komoditas, ketergantungan pada tengkulak, hingga kebijakan impor dari pemerintah. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun kesejahteraan petani masih jauh dari kata layak. Di tengah kondisi ini, berbagai inisiatif seperti Koperasi Merah Putih hingga program penyerapan gabah oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) terus digalakkan. Hal tersebut kemudian mendapat perhatian dari dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mokh. Rum, Dosen Agribisnis UTM, menuturkan bahwa tantangan paling mendesak dalam sektor pertanian saat ini adalah rendahnya harga hasil pertanian yang menyulitkan petani meraih keuntungan. Ia menyebut kebijakan impor sebagai salah satu penyebab rendahnya daya saing produk lokal. “Kenapa rendah? Salah satunya karena pemerintah kita masih melakukan impor. Logikanya, harga di luar negeri lebih mur...

Feature: Supyan dan Realita Pahit Bertani di Tengah Ancaman Hama dan Tengkulak

WKUTM — Pagi baru saja menyapa, sinar matahari mulai mengintip dari ufuk timur, menerangi hamparan padi yang tampak bak tumpukan emas berkilauan di tengah ladang. Padi-padi itu bergoyang lembut tertiup angin, seolah mengisyaratkan waktu panen telah tiba. Sejumlah petani berbaris rapi, di antaranya seorang pria tua yang masih tampak gagah meski kulitnya keriput dan coklat, tanda kerasnya hidup sebagai petani. Dengan cangkul di pundak, mereka berjalan menuju ladang, siap mencabut padi dan mengolah hasil panen. Di bawah terik matahari pagi, mereka dengan sabar memetik padi, memukulnya hingga biji-biji padi berhamburan, kemudian mengumpulkannya ke dalam goni yang akan diangkut ke mobil pengangkut untuk dikeringkan. Teras rumah mulai dipenuhi tumpukan padi yang dijemur, menunggu proses pengeringan alami. Petani tua itu bernama Supyan, pria berusia 59 tahun yang masih tekun mengelola sawah di desa Windurejo. “Sejak kecil, saya sudah terbiasa bekerja di sawah, sejak SMP,” ungkap Supyan saat ...