Judul Novel : Bumi Manusia Penulis : Pramoedya Ananta Toer Penerbit : Lentera Dipantara, Jakarta Timur Isi : 535 halaman Tahun Terbit : 2011 cetakan ke-17 “Hidup bisa memberi segala hal pada setiap orang yang tahu dan pandai menerima.” (Pramoedya Ananta Toer) Bumi manusia, buku pertama dari “Tetralogi Pulau Buru”. Menceritakan perjalanan seorang anak manusia berdarah pribumi dengan seluk beluk Eropa, Minke. Kisah yang bermula dari dunia pendidikan di sekolah HBS, sekolah bagi kaum totok (orang Eropa asli) atau Indo (campuran), atau...
Spirit Mahasiswa News - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka mengadakan ajang kreasi pramuka penggalang yang diikuti oleh 80 anggota pramuka penggalang dari SMP/ MTs se-Bangkalan. Kegiatan tersebut bertempat di lapangan teduh sebelah barat gedung cakra dan dimulai pada Jum’at-Minggu (22-24/05). ` Kegiatan yang mengusung tema ‘Cerdas Kreatif menuju Indonesia Gemilang’ tersebut diisi dengan perkemahan dan aneka lomba khas pramuka seperti lomba cerdas cermat, fashion show pakaian daur ulang, kreasi pelatihan baris berbaris (PBB), pidato bahasa Madura, pembuatan majalah dinding (mading), tracking dan pionering. “Tujuan acara ini untuk pembentukan karakter dan meningkatkan kreatifitas para peserta. Dan sebenarnya untuk memperingati hari pendidikan kemarin. Selain itu, juga sebagai sarana pengenalan UTM kepada adik-adik SMP di Bangkalan khususnya,” ungkap Trio selaku ketua pelaksana kegiatan. Upaca pembukaan sendiri dilaksanakan pagi tadi, Jum’at (22/05) di halaman gedung...
DOWNLOAD & READ ONLINE NOW Kadang foto memiliki kelebihan dalam menjelaskan suatu moment atau mampu menggambarkan emosi yang terlalu panjang jika dituliskan oleh kata. Namun itu sangat relatif, karena setiap manusia sangat relatif dalam menyampaikan pendapat. “Tidak ada karya foto yang jelek” semua serba kontekstual. Mengapa seperti itu, tak adakah standart khusus atau ukuran-ukuran tertentu dalam menilai sebuah karya foto. Bagaimana orang bisa mengatakan bahwa karya foto itu bagus dan sebaliknya. Pertanyaan yang menimbulkan berbagai macam kategori dalam fotografi, bahkan menimbulkan polemik-klasik diantara penikmat foto dan fotografer. Sudut pandang selalu menentukan bagaimana pendapat atau asumsi dalam menilai sebuah karya foto. Maka, apakah kita akan terjebak oleh makna, cerita, dan esensi dalam sebuah foto atau kita akan melihat karya foto hanya dalam bingkai kedangkalan visualisasi, komposisi, dan kuasa angel mungkin juga moment. Foto adalah bentuk karya a...