Jumat, 02 Oktober 2015

Maling Di UTM Mengobrak-Abrik Seluruh Fakultas Dan BAAKPSI

WKUTM - Ruang administrasi seluruh Fakultas di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Kamis malam (1/10) dibobol maling. Tidak hanya itu, maling juga mengobrak-abrik ruang Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Pengembangan Sistem Informasi (BAAKPSI).

Sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian masih belum bisa memberikan informasi pasti kronologi kejadian. Namun, diduga kuat kejadian ini akibat dari kelalaian Satpam kampus. Berdasarkan laporan sementara setiap Kepala Subbagian (Kasubag) dari 7 fakultas, dan BAAKPSI diketahui uang sebesar 40 juta raib. "saya sementara hanya menerima laporan hilangnya uang 40 juta yang lain belum," tutur Syarief selaku rektor UTM.

Agung salah satu staff BAAKPSI mengkhawatirkan banyak barang yang hilang diruang kerjanya. Pasalnya, diruang BAAK yang turut dibobol terdapat 6 laptop, 2 kamera, 2 handy talky, 2 LCD dan beberapa barang lainnya. Belum dapat diketahui kehilangan di ruang BAAKPSI karena pihak kepolisian masih mensterilisasi lokasi dengan tidak mengijinkan pegawai masuk."kami tidak tahu apa saja yang hilang, karena masih diperiksa polisi. Barang paling penting jika sampai hilang adalah data dari 6 laptop itu," terang Agung selaku staff BAAK.

Masih menurut penuturan Agung, bahwa ini bukanlah kejadian pertama kali di UTM. Sebelumnya UTM pernah beberapa kali dibobol maling tetapi tidak separah sekarang."Dulu pernah dimaling, tapi nggak pernah kalau semuanya diacak-acak seperti sekarang ini." ungkap Agung.

Sementara ruang administrasi fakultas yang turut dibobol tetapi tidak diobrak-abrik maling hanya fakultas Pertanian dan fakultas Teknik. Sedangkan ruang administrasi fakultas Hukum, Ekonomi dan Fisib ditemukan banyak kerusakan pada laci, lemari dan pintu. Kendati demikian, dekan fakultas Ekonomi tetap bersyukur karena di ruang admistrasi fakultas yang dipimpin tidak kehilangan apapun. "alhamdulillah tidak ada kehilangan yang berarti, cuma kerusakan kecil seperti laci dan engsel pintu." tutur Pribanus.

Berbeda dengan fakultas lain, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP) kehilangan uang sebesar 40 juta rupiah. Sayangnya Pihak dosen dan dekanat FKIP cenderung menutup-nutupi kejadian ini. Tidak ada satupun dari mereka yang bersedia memberikan keterangan soal masalah ini.

Ketika diminta menerangkan sistem pengamanan kampus, kepala Satpam UTM menolak untuk diwawancara. Sedangkan Satpam penjaga gerbang yang memeriksa arus keluar masuk kendaraan mengaku tidak melihat adanya kejanggalan. "saya nggak tahu mbak, satpam kerjanya cuma buka tutup aja kok." ujar Haryono. (AWW/ISK)

Sastra