Imbas dari Efisiensi Anggaran, Dana DIPA Ormawa Kena Pangkas

Imbas dari Efisiensi Anggaran, Dana DIPA Ormawa Kena Pangkas

LPM Spirit - Mahasiswa
Selasa, 18 Maret 2025

WKUTM – Adanya pemangkasan anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) membuat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) harus mengambil langkah efisiensi anggaran. Imbasnya, dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang juga mencakup dana kegiatan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) turut terkena pemangkasan hingga 50%.

Pemangkasan ini kemudian menuai penolakan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Mahasiswa (KM) di UTM.

Siti Cahyo Mega Mustika, Ketua Umum (Ketum) Gerakan Pramuka UTM mengaku menolak adanya pemotongan dana DIPA bagi Ormawa. Ia menilai hal ini akan berdampak pada Program Kerja (Proker) yang sudah disiapkan sebelumnya.

”Jika dana DIPA dipotong, maka dapat menimbulkan pengurangan (red: program kerja),” tulisnya via WhatsApp (11/3).

Senada dengan Siti, Jayanti, Ketum UKM Seni Nanggala juga dengan tegas menolak adanya pemotongan dana DIPA bagi Ormawa, lantaran pihaknya kerap mengadakan acara pentas seni dengan dana yang tidak bisa dibilang sedikit untuk tiap pentasnya.

”Kalau dipotong sampai 50% itu banyak banget,” ujarnya kepada Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa (LPM SM) (11/3).

Tak hanya itu, mahasiswi Program Studi (Prodi) Psikologi tersebut juga menyampaikan pendapatnya apabila pemotongan dana DIPA benar-benar dilakukan. Menurutnya, pemotongan tersebut akan sangat memberatkan bagi Ormawa yang terbilang mendapatkan dana cukup terbatas, yang berkisar 10—15 juta.

”Bagi kita yang dana DIPA-nya lumayan besar di tahun kemarin saja tidak setuju, apalagi bagi UKM yang dananya tidak terlalu banyak,” imbuh mahasiswi angkatan 2022 tersebut.

Lebih lanjut, Ketum UKM Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Gunung, Hutan, Bahari, Tebing, Rawa, dan Sosial (GHUBATRAS), Sohib, mengaku turut keberatan dengan adanya pemotongan dana DIPA. Ia juga berharap jika dana DIPA bagi Ormawa nantinya bisa terus meningkat setiap tahunnya.

”Karena kalau dananya naik, kita bisa menjalankan Proker dengan lebih bagus, yang pastinya akan membanggakan UTM hingga ke tingkat nasional, maupun internasional,’’ ungkapnya (11/3).

Menanggapi keluhan dari Ormawa, Surokim selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama menyampaikan bahwa pihaknya juga turut menyayangkan adanya efisiensi anggaran yang berimbas pada jalannya Proker di UTM, khususnya di Biro Akademik dan Kemahasiswaan.

”Yang namanya Proker butuh biaya, kalau biayanya berkurang, maka akan berdampak pada pengurangan subtansi. Akhirnya, proker yang disusun tidak semuanya bisa terdanai,’’ ucapnya kepada LPM SM saat ditemui di ruang dosen Prodi Ilmu Komunikasi (20/3).

Meski begitu, pihaknya mengatakan bahwa saat ini sedang dalam proses melakukan negosiasi dengan pusat agar pemotongan anggaran dapat direnggangkan atau tidak mencapai 50%.

”Kita masih menawar, sekarang masih menunggu keputusan dari pemerintah,’’ ujar pria asal Lamongan tersebut.

Adapun Moh. Fauzi, Presiden Mahasiswa (Presma) UTM mengatakan jika dari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM sudah melakukan audiensi dengan Warek III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama, serta Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) untuk meminta agar dana DIPA tidak diturunkan sepersen pun.

”Pak Warek menyampaikan jika hasil keputusan akan diberitahukan hari Rabu,” ungkapnya (18/3). (van/sha)