Minggu, 16 Maret 2014

Ketagihan Sampai Kebiasaan

Oleh : Toto Pratomo Plagiasi?. Kebiasaan keseharian yang mudah untuk dilakukan. Mulai dari bidang tulis-menulis, bentuk-membentuk hingga model busanapun mudah untuk diplagiasi. Sedikit akan dijelaskan bagaimana plagiasi itu?. Ada sebuah artikel, lengkap dari judul hingga penutup atau daftar isi, lalu anda mengganti nama penulisnya dengan nama anda sendiri, seolah tulisan itu adalah tulisan anda. Ada sebuah buku yang terdiri dari berbagai bab. Anda mengambil satu bab, mengubahkanya menjadi makalah atas nama anda sendiri. Ada sebuah hasil penelitian yang terdiri dari beberapa bab. Anda mengganti lokasi dan waktu penelitian. Sementara format, teori, metodologinya anda contek dari hasil penelitian tersebut dan anda mengatakan kalau itu hasil penelitian anda sendiri. Ada sebuah tulisan, anda mengganti judulnya dengan judul lain, tapi isinya sama saja, lalu anda mengatakan itu tulisan anda sendiri. Di manapun anda mengambil tulisan tersebut. Ada satu atau beberapa paragraf yang anda ambil dari tulisan orang lain tanpa menyebut sumbernya. Ada beberapa paragraf anda ambil dari tulisan orang lain tanpa mengubah bahasanya, meskipun di paragraf awal saja anda mengatakan kalau tulisan itu berasal dari tulisan orang lain, sementara paragraf lain tidak disebutkan lagi meskipun sumbernya sama, itu adalah plagiasi. Anda mengutip tulisan orang lain satu paragraf panjang (lebih dari empat baris) namun tidak membuat tanda kutip atau memadatkan paragrafnya. Ada sebuah “tesis” (kalimat kesimpulan) yang anda baca dari sebuah penelitian, atau sebuah perenungan akademik, lalu anda mengambil “tesis” itu (dengan bahasa yang sama atau tidak), lalu mengatakan itu adalah “tesis” anda sendiri. Anda menyebut satu atau beberapa kata istilah untuk mengabstraksi sebuah realitas yang istilah itu belum lumrah dikenal dalam masyarakat, dan anda mengatakan istilah itu dari anda sendiri. Kembali menjelaskan apa yang disebut dengan plagiasi?. Ada sebuah kalimat statement umum yang semua orang tahu atau sudah lumrah diketahui, lalu anda mengambilnya. Seperti: “Indonesia adalah negara kepulauan”. Mengungkapkan informasi geografis suatu tempat yang umum diketahui, atau informasi fisik yang tidak terbantahkan meskipun anda membaca dari tulisan orang lain. Seperti: “Aceh berada di ujung barat pulau Sumatera”. Mengutip bulat-bulat ayat dari kitab suci tanpa mengatakan perusahaan yang mencetak kitab suci tersebut, atau siapa yang melayout dan mendesain tata letak isinya. Menulis sebuah abstraksi dari kumpulan berbagai bacaan, pengalaman, pengamatan yang sudah tersimpan dalam memori pikiran anda. Begitulah sedikit penjelasan bagaimana plagiasi itu berjalan dan bagaimana dikatakan tidak plagiasi. Setiap hari kita melihat dan membaca tulisan orang, melalui media massa dan media online. Dan kita pun tak tahu apakah tulisan itu asli karya orang tersebut atau bukan. Kebiasaan plagiasi kita sudah biasa di jaman sekarang. Apalagi dengan adannya internet yang semakin jaman semakin canggih, dan plagiasi pun mudah untuk dilakukan. Jadi jangan heran setiap kita membuka internet selalu ada tulisan yang hampir sama di blog seseorang. Plagiasi merajalela. Dan jadi seorang plagiator itu sangat mudah. Sekarang untuk menjadi seorang plagiator itu mudah, karena terdapat sumber-sumber refrensi yang mudah untuk di ambil dan di tulis ulang oleh seorang plagiator. Sekarang berbicara plagiasi di kalangan akademik. Ya mungkin plagiasi di kalangan akademik sudah berjalan dengan baik. Mengapa baik? Seseorang pimpinan di akademik pun bisa melakukan plagiasi, bahkan pimpinan bergelar Prof. Dr. pernah melakukan plagiasi demi mendapat gelar tersebut. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa plagiasi di kalangan akademik memang sudah di konsumsi dari pembelajar hingga pendidik. Maka dari itu biarlah ideologi plagiasi ini berkembang, karena manusia yang lama-kelamaan mengkonsumsi kebiasaan plagiasi maka mereka dengan sendirinya akan bosan dan mulai meninggalkan kebiasaan itu. Maka plagiasi ini sulit untuk di libas abis, karena semakin banyak peraturan dibuat maka semakin banyak pula perilaku-perilaku plagiasi yang dilakukan. Tulisan yang saya buat ini adalah salah satu bentuk dari plagiasi, jadi saya adalah plagiator dan saya bangga. Dari plagiasi inilah saya mendapatkan banyak ilmu dan refrensi untuk pelajaran hidup ke dapan saya. Maka jangan tiru perilaku saya ini.

Oleh : Toto Pratomo

Plagiasi?. Kebiasaan keseharian yang mudah untuk dilakukan. Mulai dari bidang tulis-menulis, bentuk-membentuk hingga model busanapun mudah untuk diplagiasi. Sedikit akan dijelaskan bagaimana plagiasi itu?. Ada sebuah artikel, lengkap dari judul hingga penutup atau daftar isi, lalu anda mengganti nama penulisnya dengan nama anda sendiri, seolah tulisan itu adalah tulisan anda. Ada sebuah buku yang terdiri dari berbagai bab. Anda mengambil satu bab, mengubahkanya menjadi makalah atas nama anda sendiri. Ada sebuah hasil penelitian yang terdiri dari beberapa bab. Anda mengganti lokasi dan waktu penelitian. Sementara format, teori, metodologinya anda contek dari hasil penelitian tersebut dan anda mengatakan kalau itu hasil penelitian anda sendiri. Ada sebuah tulisan, anda mengganti judulnya dengan judul lain, tapi isinya sama saja, lalu anda mengatakan itu tulisan anda sendiri. Di manapun anda mengambil tulisan tersebut. Ada satu atau beberapa paragraf yang anda ambil dari tulisan orang lain tanpa menyebut sumbernya. Ada beberapa paragraf anda ambil dari tulisan orang lain tanpa mengubah bahasanya, meskipun di paragraf awal saja anda mengatakan kalau tulisan itu berasal dari tulisan orang lain, sementara paragraf lain tidak disebutkan lagi meskipun sumbernya sama, itu adalah plagiasi. Anda mengutip tulisan orang lain satu paragraf panjang (lebih dari empat baris) namun tidak membuat tanda kutip atau memadatkan paragrafnya. Ada sebuah “tesis” (kalimat kesimpulan) yang anda baca dari sebuah penelitian, atau sebuah perenungan akademik, lalu anda mengambil “tesis” itu (dengan bahasa yang sama atau tidak), lalu mengatakan itu adalah “tesis” anda sendiri. 

Anda menyebut satu atau beberapa kata istilah untuk mengabstraksi sebuah realitas yang istilah itu belum lumrah dikenal dalam masyarakat, dan anda mengatakan istilah itu dari anda sendiri. Kembali menjelaskan apa yang disebut dengan plagiasi?. Ada sebuah kalimat statement umum yang semua orang tahu atau sudah lumrah diketahui, lalu anda mengambilnya. Seperti: “Indonesia adalah negara kepulauan”. Mengungkapkan informasi geografis suatu tempat yang umum diketahui, atau informasi fisik yang tidak terbantahkan meskipun anda membaca dari tulisan orang lain. Seperti: “Aceh berada di ujung barat pulau Sumatera”. Mengutip bulat-bulat ayat dari kitab suci tanpa mengatakan perusahaan yang mencetak kitab suci tersebut, atau siapa yang melayout dan mendesain tata letak isinya. Menulis sebuah abstraksi dari kumpulan berbagai bacaan, pengalaman, pengamatan yang sudah tersimpan dalam memori pikiran anda. Begitulah sedikit penjelasan bagaimana plagiasi itu berjalan dan bagaimana dikatakan tidak plagiasi. Setiap hari kita melihat dan membaca tulisan orang, melalui media massa dan media online. Dan kita pun tak tahu apakah tulisan itu asli karya orang tersebut atau bukan. 

Kebiasaan plagiasi kita sudah biasa di jaman sekarang. Apalagi dengan adannya internet yang semakin jaman semakin canggih, dan plagiasi pun mudah untuk dilakukan. Jadi jangan heran setiap kita membuka internet selalu ada tulisan yang hampir sama di blog seseorang. Plagiasi merajalela. Dan jadi seorang plagiator itu sangat mudah. Sekarang untuk menjadi seorang plagiator itu mudah, karena terdapat sumber-sumber refrensi yang mudah untuk di ambil dan di tulis ulang oleh seorang plagiator. Sekarang berbicara plagiasi di kalangan akademik. Ya mungkin plagiasi di kalangan akademik sudah berjalan dengan baik. Mengapa baik? Seseorang pimpinan di akademik pun bisa melakukan plagiasi, bahkan pimpinan bergelar Prof. Dr. pernah melakukan plagiasi demi mendapat gelar tersebut. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa plagiasi di kalangan akademik memang sudah di konsumsi dari pembelajar hingga pendidik. Maka dari itu biarlah ideologi plagiasi ini berkembang, karena manusia yang lama-kelamaan mengkonsumsi kebiasaan plagiasi maka mereka dengan sendirinya akan bosan dan mulai meninggalkan kebiasaan itu. Maka plagiasi ini sulit untuk di libas abis, karena semakin banyak peraturan dibuat maka semakin banyak pula perilaku-perilaku plagiasi yang dilakukan. Tulisan yang saya buat ini adalah salah satu bentuk dari plagiasi, jadi saya adalah plagiator dan saya bangga. Dari plagiasi inilah saya mendapatkan banyak ilmu dan refrensi untuk pelajaran hidup ke dapan saya. Maka jangan tiru perilaku saya ini.

Top Ad 728x90