Sabtu, 23 November 2013

Komunisme & Indonesia

Opini : Mustaji Komunisme selalu menjadi paham yang tidak dapat diterapkan di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila. Sebab, komunisme sendiri merupakan ideologi yang muncul karena adanya pemikiran kontras terhadap paham kapitalisme di abad ke 19. Sedangkan Karl Marx adalah orang yang sering disebut sebagai bapak komunisme, maka dengan karyanya yang berjudul manifest der komunistichen - telah memberikan inspirasi dan pengaruh terhadap pemikiran orang-orang sesudahnya yang disebut dengan Marxis. Buku karya Marx itu berisi tentang teori mengenai komunis. Dalam hal ini, Marx lebih cendrung terhadap pendekatan perjuangan kelas dan ekonomi kesejahteraan. Ideologi komunisme menjadikan pemerintah memiliki kekuasaan mutlak atas negara dan rakyatnya. Secara umum, dimana komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa agama adalah racun. Komunisme juga sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, oleh kerena itu komunisme juga disebut anti liberalisme. Dengan demikian, komunisme juga memiliki pemikiran bahwa untuk mencapai suatu persatuan dibutuhkan pengorbanan, karena paham inilah terjadi pembantaian-pembantaian yang didalangi oleh orang-orang yang menganut paham komunisme. Sebagai contoh Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin - orang yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Uni Soviet di awal abad ke 20 yang juga menganut paham komunisme. Lenin disebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembantaian massal yang terjadi di Uni Soviet sepanjang menjebat sebagai perdana menteri. Contoh lain, siapa yang tidak tau tentang peristiwa G 30 S tahun 1965, pembunuhan terhadap orang-orang penting di Indonesia itu dilakukan oleh penganut ajaran komunisme. Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, ideologi pancasila adalah paham yang paling tepat untuk diterapkan di Indonesia. Ideologi pancasila tidak pernah melarang rakyatnya untuk memeluk agama-agama tertentu. Dan pancasila juga tidak pernah melarang rakyatnya untuk berdemokrasi, tentu hal ini sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh paham komunisme. Jika komunisme tetap diterapkan di Indonesia, bukan tidak mungkin Indonesia akan hancur dan terjadi perpecahan. Mengapa itu terjadi? Sebab, apa yang sudah ada di Indonesia: mengenai ideologi pancasila dan lain sebagainya itu merupakan harga mati yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Selain itu, komunisme juga mengarah pada pelanggaran-pelanggaran hak-hak sebagai manusia, seperti hak untuk berdemokrasi, hak untuk bebas memeluk agama, dan hak untuk berbicara dan berpendapat , serta hak-hak yang lain. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang harus terpenuhi, maka memang sudah seharusnya ideologi pancasila diterapkan dan tetap dipertahankan sebagai dasar negara kesatuan Republik Indonesia. Demi tercapainya demokrasi dan terbentuknya Indonesia yang maju serta dapat bersaing dengan negara-negara lain. Dengan ideologi pancasila keadilan akan lebih merata, karena rakyat juga bisa ikut mengontrol penentuan sistem kebijakan pemerintahan.


Opini : Mustaji

Komunisme selalu menjadi paham yang tidak dapat diterapkan di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila. Sebab, komunisme sendiri merupakan ideologi yang muncul karena adanya pemikiran kontras terhadap paham kapitalisme di abad ke 19. Sedangkan Karl Marx adalah orang yang sering disebut sebagai bapak komunisme, maka dengan karyanya yang berjudul manifest der komunistichen
- telah memberikan inspirasi dan pengaruh terhadap pemikiran orang-orang sesudahnya yang disebut dengan Marxis. Buku karya Marx itu berisi tentang teori mengenai komunis.

Dalam hal ini, Marx lebih cendrung terhadap pendekatan perjuangan kelas dan ekonomi kesejahteraan. Ideologi komunisme menjadikan pemerintah memiliki kekuasaan mutlak atas negara dan rakyatnya. Secara umum, dimana komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa agama adalah racun.

Komunisme juga sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, oleh kerena itu komunisme juga disebut anti liberalisme. Dengan demikian, komunisme juga memiliki pemikiran bahwa untuk mencapai suatu persatuan dibutuhkan pengorbanan, karena paham inilah terjadi pembantaian-pembantaian yang didalangi oleh orang-orang yang menganut paham komunisme. Sebagai contoh Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin - orang yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Uni Soviet di awal abad ke 20 yang juga menganut paham komunisme. Lenin disebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembantaian massal yang terjadi di Uni Soviet sepanjang menjebat sebagai perdana menteri.

Contoh lain, siapa yang tidak tau tentang peristiwa G 30 S tahun 1965, pembunuhan terhadap orang-orang penting di Indonesia itu dilakukan oleh penganut ajaran komunisme. Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, ideologi pancasila adalah paham yang paling tepat untuk diterapkan di Indonesia. Ideologi pancasila tidak pernah melarang rakyatnya untuk memeluk agama-agama tertentu.

Dan pancasila juga tidak pernah melarang rakyatnya untuk berdemokrasi, tentu hal ini sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh paham komunisme. Jika komunisme tetap diterapkan di Indonesia, bukan tidak mungkin Indonesia akan hancur dan terjadi perpecahan. Mengapa itu terjadi? Sebab, apa yang sudah ada di Indonesia: mengenai ideologi pancasila dan lain sebagainya itu merupakan harga mati yang tidak bisa ditukar dengan apapun.

Selain itu, komunisme juga mengarah pada pelanggaran-pelanggaran hak-hak sebagai manusia, seperti hak untuk berdemokrasi, hak untuk bebas memeluk agama, dan hak untuk berbicara dan berpendapat , serta hak-hak yang lain. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang harus terpenuhi, maka memang sudah seharusnya ideologi pancasila diterapkan dan tetap dipertahankan sebagai dasar negara kesatuan Republik Indonesia.

Demi tercapainya demokrasi dan terbentuknya Indonesia yang maju serta dapat bersaing dengan negara-negara lain. Dengan ideologi pancasila keadilan akan lebih merata, karena rakyat juga bisa ikut mengontrol penentuan sistem kebijakan pemerintahan.

Sastra