Selasa, 17 September 2013

Keuntungan Tengik Dalam Organisasi

Pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama,Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama namun coba difikirkan lagi apabila ada banyak kelompok yang menginginkan tujuan dalam kelompoknya untuk tercapai akan seperti apa jadinya. Negara atau kampus yang kita diami saat apabila masyrakat atau mahasiswanya tidak ada yang namanya kesatuan dan kebersamaan dari sini sudah bisa dilihat yaitu perpecahan yang terjadi mungkin masih ada toleransi disaat organisasi yang berdiri atas dasar pengembangan ke ilmuan atau pengembangan diri karena itu memang tuntutan manusia dalam menjalani kehidupan dalam mengembangkan pemikiran dan mengembangkan diri tapi seharusnya perlu di ingat dalam pembentukan struktur ke organisasian dalam menentukan pemimpin jujur harus di pisahkan antara kekuasaan dan keilmuan karena orang yang memiliki banyak ilmu belum tentu bisa mengayomi anggotanya bahkan belum tentu memiliki keikhlasan dalam bekerja dengan jujur maka dari itu saya merasa canggung disaat ada istilah organisasi mungkin istilah keluarga lebih baik dan lebih akrab. Saya bingung disaat kehidupan berorganisasi masuk kelingkungan kampus,dimana yang seharusnya mahasiswa memperdalam keilmuan kini harus belajar menyukseskan kepentingan organisasinya hal ini tentunya sangat bertentangan dengan kehidupan sebagai manusia karena bila ada kepentingan disana tidak ada ke ikhlasan dan pasti akan ada yang di korbankan dan masih menjadi pertanyaan besar bagi saya disaat mahasiswa sudah di ajari mencari sebuah keuntungan dan memperhitungkan masalah kerugiaan agar organisasi yang di ikutinya mencapai kepentingan bersama apalagi kepentingan tersebut berupa kepentingan politik untuk menjatuhkan organisasi lain atau mengumbar janji kepastian palsu agar banyak anak-anak maba(mahasiswa baru) berminat bergabung dalam salah satu organisasinya. Saya jadi teringat dengan pesan salah satu senior tentang universitas adalah pabrik-pebrik pembodohan yang jelas pemikiran ini bisa dilihat pada saat ospek penerimaan mahasiswa baru dikerjain habis-habisan oleh teman-teman senior yang mayoritas anak organisasi kampus tidak cukup hanya pembodohan melainkan juga upaya tidak bisa di rasionalkan oleh akal pendidikan dalam tugas yang di berikan terhadap anak-anak maba seperti membeli peralatan yang setelah menjadi mahasiswa tidak bisa di pergunakan seperti memberi warna sabuk membuat papan nama untuk upaya pengenalan diri. Organisasi atau pengelompokan manusia yang memiliki tujuan yang sama untuk mencapai apa yang menjadi kesepakatan bersama bukankah hal ini menjadikan sebuah ajang perlombaan agar sebuah organisasi yang diikutinya mendapatkan existensinya dan dilihat banyak orang agar dianggap organisasi yang mapan dan hal inilah yang terkadang membuat organisasi mahasiswa tidak sadar akan peran bahkan tidak sadar kegunaan sebuah keilmuan itu sendiri , keilmuan hanyalah sebagai ajang pencari kebenaran untuk memenangkan sebuah perlombaan exsistensi dalam lingkup kampus tersebut. Tapi sebuah organisasi juga memberikan keuntungan buat kampus itu sendiri seperti akan memberikan sebuah nama baik buat kampus tersebut ketika organisasi yang berada dibawah naungan kampus tersebut memiliki prestasi dan hal tersebut akan dipergunakan sebagai alat penggalang massa agar disaat penerimaan mahasiswa baru banyak murid SMA mendaftar di kampus tersebut.


        Pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama,Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama namun coba difikirkan lagi apabila ada banyak kelompok yang menginginkan tujuan dalam kelompoknya untuk tercapai akan seperti apa jadinya.

                  Negara atau kampus yang kita diami saat apabila masyrakat atau mahasiswanya tidak ada yang namanya kesatuan dan kebersamaan dari sini sudah bisa dilihat yaitu perpecahan yang terjadi mungkin masih ada toleransi disaat organisasi yang berdiri atas dasar pengembangan ke ilmuan atau pengembangan diri karena itu memang tuntutan manusia dalam menjalani kehidupan dalam mengembangkan pemikiran dan mengembangkan diri tapi seharusnya perlu di ingat dalam pembentukan struktur ke organisasian dalam menentukan pemimpin jujur harus di pisahkan antara kekuasaan dan keilmuan karena orang yang memiliki banyak ilmu belum tentu bisa mengayomi anggotanya bahkan belum tentu memiliki keikhlasan dalam bekerja dengan jujur maka dari itu saya merasa canggung disaat ada istilah organisasi mungkin istilah keluarga lebih baik dan lebih akrab.
 
                Saya bingung disaat kehidupan berorganisasi masuk kelingkungan kampus,dimana yang seharusnya mahasiswa memperdalam keilmuan kini harus belajar menyukseskan kepentingan organisasinya hal ini tentunya sangat bertentangan dengan kehidupan sebagai manusia karena bila ada kepentingan disana tidak ada ke ikhlasan dan pasti akan ada yang di korbankan dan masih menjadi pertanyaan besar bagi saya disaat mahasiswa sudah di ajari mencari sebuah keuntungan dan memperhitungkan masalah kerugiaan agar organisasi yang di ikutinya mencapai kepentingan bersama apalagi kepentingan tersebut berupa kepentingan politik untuk menjatuhkan organisasi lain atau mengumbar janji kepastian palsu agar banyak anak-anak maba(mahasiswa baru) berminat bergabung dalam salah satu organisasinya.
Saya jadi teringat dengan pesan salah satu senior tentang universitas adalah pabrik-pebrik pembodohan yang jelas pemikiran ini bisa dilihat pada saat ospek penerimaan mahasiswa baru dikerjain habis-habisan oleh teman-teman senior yang mayoritas anak organisasi kampus tidak cukup hanya pembodohan melainkan juga upaya tidak bisa di rasionalkan oleh akal pendidikan dalam tugas yang di berikan terhadap anak-anak maba seperti membeli peralatan yang setelah menjadi mahasiswa tidak  bisa di pergunakan seperti memberi warna sabuk membuat papan nama untuk upaya pengenalan diri.
Organisasi atau pengelompokan manusia yang memiliki tujuan  yang sama untuk mencapai apa yang menjadi kesepakatan bersama bukankah hal ini menjadikan sebuah ajang perlombaan agar sebuah organisasi yang diikutinya mendapatkan existensinya dan dilihat banyak orang agar dianggap organisasi yang mapan dan hal inilah yang terkadang membuat organisasi mahasiswa tidak sadar akan peran bahkan tidak sadar kegunaan sebuah keilmuan itu sendiri , keilmuan hanyalah sebagai ajang pencari kebenaran untuk memenangkan sebuah perlombaan exsistensi dalam lingkup kampus tersebut.
Tapi sebuah organisasi juga memberikan keuntungan buat kampus itu sendiri seperti akan memberikan sebuah nama baik buat kampus tersebut ketika organisasi yang berada dibawah naungan kampus tersebut memiliki prestasi dan hal tersebut akan dipergunakan sebagai alat penggalang massa agar disaat penerimaan mahasiswa baru banyak murid SMA mendaftar di kampus tersebut.


Top Ad 728x90