Persiapan Program Kerja UKM Semester Genap

Persiapan Program Kerja UKM Semester Genap

LPM Spirit - Mahasiswa
Rabu, 03 Februari 2021



WKUTM  Berdasarkan surat peraturan Rektor Universitas Trunojoyo Madura Nomor 2/UN46/HK.01/2021, diputuskan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan kemahasiswaan semester genap dilakukan secara dalam jaringan (daring). Secara otomatis program kerja (proker) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) harus sesuai dengan peraturan tersebut.   


Ketika ditanya perihal persiapan kampus atas fasilitas untuk kegiatan UKM Supriyanto, selaku Kepala  Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI), mengujarkan bahwa segala fasilitas UKM dapat diajukan melalui surat izin  kepada  Wakil rektor III (Warek III).


Pria asal Bangkalan tersebut juga menambahkan bahwa, apabila ada kegiatan luar jaringan (luring) di kampus maka harus mendapat izin Warek III. Termasuk juga Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tidak diperbolehkan berkegiatan dalam kampus jika tidak ada izin dari Warek III.


”Semua kegiatan harus memperoleh izin darinya untuk kegiatan luring di kampus, termasuk satgas,” jelasnya.


Menurut  Hafiz, selaku salah satu staf BAAKPSI, mengungkapkan beberapa UKM telah melakukan muswa, namun hingga saat ini belum ada acara, terutama kegiatan di kampus. 


”Saat ini kampus hanya bisa membantu apa yang sekiranya harus dipersiapkan, tentunya dengan persetujuan Warek III,” ungkapnya.


Meskipun demikan, beberapa UKM 
mengungkapkan kesulitan dalam menyesuaikan proker secara daring. Misalnya, kesulitan dalam menjalankan proker saat ini dirasakan oleh Irine Eka Buana Dewi, selaku ketua umum (ketum) UKM Ghubatras, ia mengatakan perihal sulitnya melakukan kegiatan di dalam kampus, sehingga hanya bisa melakukannya di luar kampus. Kendati demikian, kegiatan di luar kampus secara daring seperti webinar juga harus mendapat izin dari kampus.


”Saat ini sulit untuk izin melakukan kegiatan di dalam kampus, sehingga hanya dilakukan di luar kampus dengan daring, begitu pula kegiatan seperti webinar tetap harus mematuhi anjuran kampus, ungkap mahasiswi asal Mojokerto.

 
Kendala serupa juga dialami oleh ketum UKM Taruna Jaya (TJ), Mohammad Thoriq Rizqullah, mengungkapkan pihaknya masih harus mengajukan perizinan atau konsultasi kepada  pihak warek dan BAAKPSI untuk proker yang harus dilakukan secara luring.
Karena kita adalah UKM Olahraga yang mengharuskan adanya kegiatan fisik, sedangkan sekarang daring maka ini menjadi kendala utama ungkapnya.


Hal berbeda diungkapkan oleh ketum Pramuka, Nur Sholihin, mengatakan  beberapa proker masih bisa disiasati dengan menggunakan aplikasi pendukung, sehingga proker-proker masih berjalan meski dalam kondisi daring. 


”Untuk menyiasatinya kami perlu belajar aplikasi pendukung seperti google meet, zoom dan lain sebagainya, sehingga kegiatan yang dialihkan dapat terlaksana, ujar mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.


Hal senada diungkapkan Ketum UKM Triple C, Sylvanio De Navalle, mengungkapkan bahwa pihaknya hampir tidak menjumpai masalah, karena kebanyakan pelatihan sebelumnya dilakukan secara luring masih bisa bergerak meskipun dilakukan secara daring. Namun ada beberapa kegiatan  yang tidak bisa digantikan dengan daring seperti diklat.  Karena pihaknya terjun di bidang pengetahuan IT juga ia perlu  mengasah emosional anggota, untuk mengetahui emosi anggota jika dilaksanakan daring hasilnya kurang mengena. 


“Saya berharap kegiatan luring supaya cepat terlaksana, karena luring lebih efektif untuk mengasah kreativitas dan emosional, harap mahasiswa asal Bojonegoro tersebut. (Ka/Me/Ha)