Jumat, 27 November 2015

,

DPM FEB Akan Mengawal Kasus Pemukulan Mahasiswa

DPM FEB Siap Mengawal Kasus Pemukulan Mahasiswa WKUTM - Merasa perihatin dengan kasus pemukulan yang dilakukan Kepolisian Resort Bangkalan terhadap mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Kamis (12/11) lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (DPM FEB) mengadakan konferensi pers di Auditorium RKB-A, pagi tadi (27/11). Dalam Konferensi persnya DPM FEB juga mengundang sejumlah awak media di Madura serta seluruh Lembaga Pers Mahasiswa di UTM. Kasus pemukulan itu sendiri berawal dari aksi Aliansi Mahasiswa meminta kejelasan Polisi Resor Kota (Polresta) Bangkalan terkait pengusutan kasus pencurian di UTM beberawa waktu lalu. Sebab jalanya perkembangan kasus dianggap lamban tanpa memperoleh hasil signifikan hingga sekarang. Akhirnya aksi tersebut berujung anarkis, akibatnya ada pemukulan oleh sejumlah oknum Polisi terhadap mahasiswa pendemo. Pihak DPM FEB UTM memaparkan, akibat pemukulan tersebut empat orang mahasiswa luka-luka, bahkan beberapa diantaranya masih dirawat di Puskesmas Socah, Bangkalan. “Menurut saya tindakan kepolisian bukanlah pengamanan, tapi pemukulan. Melalui konferensi pers ini kami meminta dukungan rekan-rekan media dan juga LPM di UTM untuk mengawal kasus ini bersama-sama,” tutur Makruf selaku DPM FEB UTM. Rian, salah satu mahasiswa korban pemukulan juga turut hadir dalam konferensi pers tersebut. Kepada awak media Rian mengatakan bahwa pihak Polresta Bangkalan telah melakukan pelanggaran hukum dalam mengamankan demonstrasi. “Pemukulan yang dilakukan pihak kepolisian bertentangan dengan UU yang mengatur tata cara pembubaran demonstrasi. Saya juga miris karena hal itu termasuk pembungkaman aktivis mahasiswa,” ujarnya. Kedepan setelah konferensi Pers ini DPM FEB UTM menyatakan sikap akan tetap mempersoalkan secara hukum Polresta Bangkalan. “Kami akan tetap mengawal kedua kasus, baik kasus pencurian yang hingga kini belum ditangani secara tegas oleh Polres Bangkalan, maupun kasus pemukulan yang menimpa mahasiswa UTM kemarin,” jelas salah satu anggota DPM FEB. (RAN/ISK)

Perwakilan DPM FEB memberikan pemaparan kepada Pers

WKUTM - Merasa perihatin dengan kasus pemukulan yang dilakukan Kepolisian Resort Bangkalan terhadap mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Kamis (12/11) lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (DPM FEB) mengadakan konferensi pers di Auditorium RKB-A, pagi tadi (27/11). Dalam Konferensi persnya DPM FEB juga mengundang sejumlah awak media di Madura serta seluruh Lembaga Pers Mahasiswa di UTM.

Kasus pemukulan itu sendiri berawal dari aksi Aliansi Mahasiswa meminta kejelasan Polisi Resor Kota (Polresta) Bangkalan terkait pengusutan kasus pencurian di UTM beberawa waktu lalu. Sebab jalanya perkembangan kasus dianggap lamban tanpa memperoleh hasil signifikan hingga sekarang.

Akhirnya aksi tersebut berujung anarkis, akibatnya ada pemukulan oleh sejumlah oknum Polisi terhadap mahasiswa pendemo. Pihak DPM FEB UTM memaparkan, akibat pemukulan tersebut empat orang mahasiswa luka-luka, bahkan beberapa diantaranya masih dirawat di Puskesmas Socah, Bangkalan. “Menurut saya tindakan kepolisian bukanlah pengamanan, tapi pemukulan. Melalui konferensi pers ini kami meminta dukungan rekan-rekan media dan juga LPM di UTM untuk mengawal kasus ini bersama-sama,” tutur Makruf selaku DPM FEB UTM.

Rian, salah satu mahasiswa korban pemukulan juga turut hadir dalam konferensi pers tersebut. Kepada awak media Rian mengatakan bahwa pihak Polresta Bangkalan telah melakukan pelanggaran hukum dalam mengamankan demonstrasi. “Pemukulan yang dilakukan pihak kepolisian bertentangan dengan UU yang mengatur tata cara pembubaran demonstrasi. Saya juga miris karena hal itu termasuk pembungkaman aktivis mahasiswa,” ujarnya.

Kedepan setelah konferensi Pers ini DPM FEB UTM menyatakan sikap akan tetap mempersoalkan secara hukum Polresta Bangkalan. “Kami akan tetap mengawal kedua kasus, baik kasus pencurian yang hingga kini belum ditangani secara tegas oleh Polres Bangkalan, maupun kasus pemukulan yang menimpa mahasiswa UTM kemarin,” jelas salah satu anggota DPM FEB. (RAN/ISK)

Sastra