Sabtu, 17 Oktober 2015

Lift Gedung Cakra Mati, Pegawai dan Mahasiswa Resah

Lift Gedung Cakra Mati, Pegawai dan Mahasiswa Resah WKUTM-Sudah seminggu lebih dua lift di Gedung Cakra tidak berfungsi. Lift pertama rusak akibat pintu tidak bisa tertutup otomatis, sementara kerusakan lift kedua disebabkan alat pengangkat lift patah. Sontak, pegawai dan mahasiswa pengguna lift merasa dirugikan. Pasalnya, mereka harus naik-turun tangga ketika beraktifitas di Gedung Cakra. Teknisi yang menangani kerusakan lift mengatakan, pihaknya telah melaporkan kerusakan tersebut kepada perusahaan pengelola lift, namun masih belum ada perbaikan lebih lanjut. "Saya sudah panggil teknisi dari pusat untuk kesini. Waktu itu sudah datang, tapi kemalaman. Jadi, belum selesai perbaikan sudah ditinggal pulang." ujar Sugeng selaku teknisi lift gedung cakra. Setelah diperiksa, Sugeng menuduh kecerobohan pengguna lift sebagai penyebab terjadinya kerusakan."Kebanyakan pengguna lift itu ceroboh. Pintu lift yang harusnya nutup terus ditahan, itu bikin kawat penyangganya naik ke bagian pengangkat. Jadi kawatnya mbulet (saling terikat, red) terus patah," terangnya. Kecerobohan lainnya juga disebabkan oleh tingkah jail para pengguna yang sering menekan banyak tombol. "Selain itu, banyak juga anak-anak yang mau ke lantai empat, lantai dua sama tiga dipencet juga. Gimana lift-nya nggak rusak?" kata Sugeng dengan nada mengeluh. Kerusakan lift di Gedung Cakra mengakibatkan aktifitas civitas akademika UTM menjadi terganggu, terutama ketika memanfaatkan fasilitas perpustakaan di lantai tiga dan empat. Mahasiswa merasa dirugikan karena tidak dapat leluasa mengunjungi perpustakaan. "Sekarang jadi males kalau mau ke perpustakaan. Capek soalnya, naik tangga terus," keluh Rianah, mahasiswi Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Keengganan mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan juga dibenarkan oleh Hamim selaku Kasubag Perpustakaan. Dia menyebutkan, kerusakan lift tentu akan mengurangi jumlah pengunjung perpustakaan. "Jelas akan berkurang, namun saat ini masih belum tahu berapa persen penurunannya," ujar Hamim yang ditemui di Gedung Cakra. Hamim menambahkan, dia dan pegawai yang ditugaskan di gedung Cakra mengaku kesal akibat tidak berfungsinya lift. "Pegawai disini itu banyak yang sudah berumur (tua, red), jadi tenaga cepat habis dan mudah lelah.” ungkap Hamim. “Sebenarnya kita nggak mau naik turun tangga begini . Kalau sudah di lantai atas jadi malas turun. Capek," keluhnya. Para pegawai juga mengeluhkan lambannya proses perbaikan lift. Mereka bereencana melakukan demonstrasi jika lift tidak segeran diperbaiki. "Dari kemarin sudah banyak pegawai yang protes ke teknisi dan bagian perlengkapan. Tapi tetap saja, nggak ada hasil. Rencananya. para pegawai mau demo kalau lift masih tidak diperbaiki" ancam Hamim. (Adm/Alv/Ris)

Ilustrasi By Google.com
WKUTM-Sudah seminggu lebih dua lift di Gedung Cakra tidak berfungsi. Lift pertama rusak akibat pintu tidak bisa tertutup otomatis, sementara kerusakan lift kedua disebabkan alat pengangkat lift patah. Sontak, pegawai dan mahasiswa pengguna lift merasa dirugikan. Pasalnya, mereka harus naik-turun tangga ketika beraktifitas di Gedung Cakra.

Teknisi yang menangani kerusakan lift mengatakan, pihaknya telah melaporkan kerusakan tersebut kepada perusahaan pengelola lift, namun masih belum ada perbaikan lebih lanjut. "Saya sudah panggil teknisi dari pusat untuk kesini. Waktu itu sudah datang, tapi kemalaman. Jadi, belum selesai perbaikan sudah ditinggal pulang." ujar Sugeng selaku teknisi lift gedung cakra.

Setelah diperiksa, Sugeng menuduh kecerobohan pengguna lift sebagai penyebab terjadinya kerusakan."Kebanyakan pengguna lift itu ceroboh. Pintu lift yang harusnya nutup terus ditahan, itu bikin kawat penyangganya naik ke bagian pengangkat. Jadi kawatnya mbulet (saling terikat, red) terus patah," terangnya.

Kecerobohan lainnya juga disebabkan oleh tingkah jail para pengguna yang sering menekan banyak tombol. "Selain itu, banyak juga anak-anak yang mau ke lantai empat, lantai dua sama tiga dipencet juga. Gimana lift-nya nggak rusak?" kata Sugeng dengan nada mengeluh.

Kerusakan lift di Gedung Cakra mengakibatkan aktifitas civitas akademika UTM menjadi terganggu, terutama ketika memanfaatkan fasilitas perpustakaan di lantai tiga dan empat. Mahasiswa merasa dirugikan karena tidak dapat leluasa mengunjungi perpustakaan. "Sekarang jadi males kalau mau ke perpustakaan. Capek soalnya, naik tangga terus," keluh Rianah, mahasiswi Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD)

Keengganan mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan juga dibenarkan oleh Hamim selaku Kasubag Perpustakaan. Dia menyebutkan, kerusakan lift tentu akan mengurangi jumlah pengunjung perpustakaan. "Jelas akan berkurang, namun saat ini masih belum tahu berapa persen penurunannya," ujar Hamim yang ditemui di Gedung Cakra.

Hamim menambahkan, dia dan pegawai yang ditugaskan di gedung Cakra mengaku kesal akibat tidak berfungsinya lift. "Pegawai disini itu banyak yang sudah berumur (tua, red), jadi tenaga cepat habis dan mudah lelah.” ungkap Hamim. “Sebenarnya kita nggak mau naik turun tangga begini . Kalau sudah di lantai atas jadi malas turun. Capek," keluhnya.

Para pegawai juga mengeluhkan lambannya proses perbaikan lift. Mereka bereencana melakukan demonstrasi jika lift tidak segeran diperbaiki. "Dari kemarin sudah banyak pegawai yang protes ke teknisi dan bagian perlengkapan. Tapi tetap saja, nggak ada hasil. Rencananya. para pegawai mau demo kalau lift masih tidak diperbaiki" ancam Hamim. (Adm/Alv/Ris)

Top Ad 728x90