Selasa, 17 Maret 2015

,

UTM Hidupkan Paguyuban Mahasiswa Bidikmisi


Setelah vakum selama beberapa tahun sejak awal pembentukannya pada tahun 2010, Ikatan Mahasiswa Bidikmisi (IMB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mulai dihidupkan kembali. 

Bertepatan dengan bergantinya struktur kepengurusan IMB tahun 2015, paguyuban Mahasiswa Bidikmisi UTM tersebut mengadakan Pertemuan Akbar Mahasiswa Bidikmisi di Gedung Cakra pada Minggu (01/03/15) untuk pertama kalinya. 

Pertemuan akbar yang terbuka bagi seluruh mahasiswa bidikmisi UTM tersebut ditujukan untuk mengenalkan kepengurusan IMB yang baru, dilanjutkan dengan shering and hearing Mahasiswa Bidikmisi dengan pengelola. Pembicara yang secara khusus diundang dalam sesi shering and hearing tersebut antaralain, staf BAAKPSI selaku pengelola Mahasiswa Bidikmisi, dan juga staf Bank Tabungan Negara (BTN) yang pada tahun ini menangani pencairan Beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa baru UTM. Eksistensi IMB UTM Meskipun telah dirintis sejak tahun 2010, keberadaan IMB UTM masih dianggap sebelah mata. Hal inilah yang diungkapkan Randy Susmitawan, mahasiswi prodi Psikologi yang kini dipilih sebagai ketua umum IMB yang baru. 

”Jadi di UTM itu ada yang namanya IMB, tapi tidak diakui. Sehingga banyak yang mencela, untuk apa sih IMB, apa sih kerjanya, dan seterusnya. Nah, IMB sendiri kan telah dibentuk sejak tahun 2010, tapi kemudian vakum sebentar, dan sekarang mulai kami hidupkan kembali,” ujarnya. ”IMB itu sendiri adalah wadah bagi mahasiswa bidikmisi, jadi bukan semata-mata kami hidupkan untuk menyaingi organisasi yang lain, seperti BEM atau UKM. Tapi untuk mewadahi persoalan yang dihadapi mahasiswa bidikmisi, misalnya saja kalau ada yang IPK-nya turun, sesama mahasiswa bidikmisi bisa saling membantu.” tutur Randy yang ditemui setelah berakhirnya acara. “Sehingga melalui pertemuan akbar ini, kami ingin mendobrak semangat mahasiswa bidikmisi untuk kembali menghidupkan IMB.” tambahnya. 

Dalam sesi tanya jawab yang diadakan secara khusus setelah berakhirnya acara, Randy menyesalkan mahasiswa yang mempertanyakan transparansi kepengurusan IMB. ”Memang banyak teman-teman yang menganggap IMB tidak transparan. Ada yang mengatakan, katanya vakum kok tiba-tiba saya dipilih sebagai ketua? Memang siapa yang memilih?” ucap Randy menirukan. ”Kami sampaikan bahwa tidak ada yang kami tutup-tutupi. Kami telah melakukan rapat bersama koordinator IMB di masing-masing fakultas, dan akhirnya berembug untuk memilih ketua, sekretaris, dan bendahara. Disini kami tidak mengadakan pemilihan umum, karena kami tidak ingin salah sasaran. 

IMB itu tidak membutuhkan mereka yang pintar dalam organisasi, tapi siapa yang benar-benar mengerti masalah apa saja yang dihadapi mahasiswa bidikmisi,” terangnya. Agung selaku staf BAAKPSI yang juga pembina mahasiswa bidikmisi mendukung dihidupkannya kembali IMB UTM, dan berharap agar nantinya dapat berjalan lebih baik. ”Untuk saat ini saya berharap agar pengurus IMB lebih banyak berkoordinasi dengan pembina,” ucapnya.

 ”Saya juga berpesan pada semua mahasiswa bidikmisi agar memanfaatkan beasiswa yang didapat sebaik-baiknya. Jangan terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa langsung ke ruang BAAK, atau melalui IMB,” lanjutnya. Sementara itu, Randy menjelaskan akan dibuka rekruitmen bagi anggota baru IMB. Dia mengatakan akan dirapatkan terlebih dahulu kriteria anggota IMB, baru kemudian dilakukan seleksi. ”Ya nanti informasi selanjutnya akan kami sebarkan lewat pamflet dan media sosial. Yang pasti, open recruitment akan kami lakukan dalam waktu dekat ini.” ungkap Randy. ”Dan sebagai tambahan, hasil shering and hearing dalam pertemuan hari ini juga akan kami sebarkan lewat media sosial. Jadi semua bisa tahu apa saja yang dibahas pada pertemuan tadi,” tutupnya. (ris/ike/npi)

Sastra