Jumat, 02 Januari 2015

,

Muslimah Day untuk Hari Ibu #LDK-MKMI #UTM2014

Foto/Ike, 01 Foto/Ike, 02 Foto/Ike, 03 Foto/Ike, 04 Foto/Ike, 05 Spirit Mahasiswa News - Gedung Studi Center (GSC) dipenuhi oleh lima puluh mahasiswi muslimah yang menghadiri Seminar Tahunan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pagi tadi, Minggu (28/12/2014). Acara ini yang merupakan agenda rutin tiap tahun untuk memperingati hari ibu. Kali ini pihak panitia dari organisasi tersebut mengundang seorang pemateri muda yang cantik dari Surabaya yang juga merupakan pimpinan TK Nurul Huda, Ibu Khofia Ladiakara S.psi. Ani Marlia selaku Ketua Pelaksana menuturkan bahwa sebenarnya acara Muslimah Day (Musday) ini akan diisi seminar dua hari dengan pemateri yang berbeda. Akan tetapi pemateri yang pertama berhalangan hadir, sehingga di ganti dengan pembagian bunga di lingkungan kampus pada hari Senin lalu. Ia juga berharap, teman-teman yang ikut hadir dalam seminar tersebut, nantinya akan mau mengaplikasikan apa yang telah mereka dapat dari pemateri. Dalam acara yang bertema “Cantiknya Seorang Muslimah Cerminan Ibu Sejati” ini, Ibu Khofia memaparkan bahwa ada dua bentuk kecantikan yang dimiliki seorang wanita, yaitu kecantikan dari dalam dan juga dari luar. Wanita yang juga pernah bergabung dalam Komunitas Dakwah ini menegaskan bahwa kecantikan dari luar itu bisa terwujud jika seorang muslimah memiliki sifat yang mudah memberi pertolongan, serta nyaman dipandang mata karena akhlaknya. Selain itu, kecantikan dari dalam dapat terbentuk ketika seorang muslimah dapat mengenali hatinya, memiliki kesabaran yang melebihi usia, keikhlasan dalam beramal yang sangat tinggi, dan ketabahan seluas lautan. Disamping cara penyampaiannya yang mudah di pahami, untuk lebih menarik perhatian para peserta, beliau juga memberikan beberapa hadiah bagi mereka yang mau aktif menyampaikan pendapat. ”Setiap wajah punya inspirasi sendiri, punya jalan masing-masing, sehingga tak perlu menengok ke kiri dan kanan kemudian merasa iri. Dan satu lagi, jangan pernah merasa terlalu berhutang budi dengan orang lain,” ucap pemateri muda itu sebelum mengakhiri seminar. (Ike/Npi)

Foto/Ike, 01

Foto/Ike, 02

Foto/Ike, 03

Foto/Ike, 04

Foto/Ike, 05
Spirit Mahasiswa News - Gedung Studi Center (GSC) dipenuhi oleh lima puluh mahasiswi muslimah yang menghadiri Seminar Tahunan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pagi tadi, Minggu (28/12/2014). Acara ini yang merupakan agenda rutin tiap tahun untuk memperingati hari ibu. 

Kali ini pihak panitia dari organisasi tersebut mengundang seorang pemateri muda yang cantik dari Surabaya yang juga merupakan pimpinan TK Nurul Huda, Ibu Khofia Ladiakara S.psi. Ani Marlia selaku Ketua Pelaksana menuturkan bahwa sebenarnya acara Muslimah Day (Musday) ini akan diisi seminar dua hari dengan pemateri yang berbeda. Akan tetapi pemateri yang pertama berhalangan hadir, sehingga di ganti dengan pembagian bunga di lingkungan kampus pada hari Senin lalu. Ia juga berharap, teman-teman yang ikut hadir dalam seminar tersebut, nantinya akan mau mengaplikasikan apa yang telah mereka dapat dari pemateri. 

Dalam acara yang bertema “Cantiknya Seorang Muslimah Cerminan Ibu Sejati” ini, Ibu Khofia memaparkan bahwa ada dua bentuk kecantikan yang dimiliki seorang wanita, yaitu kecantikan dari dalam dan juga dari luar. Wanita yang juga pernah bergabung dalam Komunitas Dakwah ini menegaskan bahwa kecantikan dari luar itu bisa terwujud jika seorang muslimah memiliki sifat yang mudah memberi pertolongan, serta nyaman dipandang mata karena akhlaknya. 

Selain itu, kecantikan dari dalam dapat terbentuk ketika seorang muslimah dapat mengenali hatinya, memiliki kesabaran yang melebihi usia, keikhlasan dalam beramal yang sangat tinggi, dan ketabahan seluas lautan. Disamping cara penyampaiannya yang mudah di pahami, untuk lebih menarik perhatian para peserta, beliau juga memberikan beberapa hadiah bagi mereka yang mau aktif menyampaikan pendapat. ”Setiap wajah punya inspirasi sendiri, punya jalan masing-masing, sehingga tak perlu menengok ke kiri dan kanan kemudian merasa iri. Dan satu lagi, jangan pernah merasa terlalu berhutang budi dengan orang lain,” ucap pemateri muda itu sebelum mengakhiri seminar. (Ike/Npi)

Sastra