Jumat, 02 Mei 2014

Upacara “HARDIKNAS” di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2014


Spirit-Mahasiswa News  –  Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional ( HARDIKNAS ) jum’at ( 02/05 ) UTM melaksanakan Upacara di halaman gedung rektorat. Upacara ini diikuti oleh seluruh karyawan UTM, sebagian dosen, satpam dan beberapa perwakilan dari mahasiswa. Inspektur upacara dipimpin langsung oleh rektor Universitas Trunojoyo Madura Prof. Dr. Ir. H. Ariffin, Ms, sedangkan yang menjadi komandan Upacara adalah Syahru dari UKM Resimen Mahasiswa ( UKM Menwa ).

Upacara memperingati HARDIKNAS kali ini mengangkat tema “Pendidikan Untuk Peradaban Indonesia Unggul.” Menteri pendidikan dalam surat sambutan yang dibacakan oleh inspektur upacara menyampaikan beberapa hal. Diantaranya pendidikan haruslah berprinsip memanusiakan manusia, dengan mengedepankan akses pelayanan untuk semua kalangan melalui berbagai program yang telah ada. Kemudian peningkatkan kualitas pendidikan juga harus mendukung seperti kurikulum, dan sarana prasarana.

Sementara Inspektur upacara sendiri dalam sambutanya memberikan keterangan beberapa program universitas yang telah terlaksana dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Seperti peresmian fakultas baru “fakultas keguruan dan ilmu pendidikan” telah diresmikan pada tanggal 21 April 2014. Lalu dalam waktu dekat akan disusul fakultas Ilmu – ilmu keislaman yang SK-nya akan turun 20 mei 2014 mendatang. Selain itu juga disampaikan kalau dalam waktu dekat akan diadakan akreditasi dan sekarang sudah dalam tahap persiapan. Ajakan kepada seluruh elemen civitas akademika untuk bisa lebih produktif dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Bersamaan dengan upacara HARDIKNAS terdapat sesi pemberian penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada dosen dan pegawai terpilih. Penerima penghargaan piagam gelar tanda jasa dan tanda kehormatan pegawai negeri sipil itu sejumlah 65 orang dari berbagai fakultas dan bagian – bagian divisi kampus. Sehubungan dengan hal tersebut rektor mengatakan dalam sambutanya bahwa “ penghargaan dan tunjagan harus dijadikan sebagai bentuk dorongan dengan tulus ihklas dan tanggungjawab atas amanat negara yang diberikan” tuturnya. ( isk/aji )

Sastra