WKUTM – Dua mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dikabarkan mengalami kecelakaan di depan Sekretariat Bersama (Sekber) pada sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (06/11).
NY selaku korban, mengklaim penyebab terjadinya kecelakaan tersebut karena kontur tanah yang bergelombang serta minimnya penerangan pada ruas jalan belakang Gedung Pertemuan (GP) hingga depan Sekber. Hal tersebut mengakibatkan Ia tidak menyadari posisi motor yang dikendarainya saat itu mepet dengan trotoar hingga berujung pada pihaknya menabrak pembatas jalan dan tersungkur.
”Saya rencana mau ke salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), saat melintas di jalan depan Sekber kondisinya gelap sekali, pavingnya juga bergelombang, sehingga tidak tahu kalau sepeda motor saya itu sudah mepet dengan trotoar dan akhirnya nabrak,” ungkapnya (07/11).
Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwa kondisi sepeda motornya saat ini baret, cat tergores dan spion copot. Sedangkan dirinya menerima empat jahitan di bagian kaki, serta teman yang diboncengnya mengalami memar pada bagian pundak karena diduga terbentur batu.
”Temen yang saya bonceng kebentur sama batu, disana ada batu lancip, kalau saya luka nya bagian kaki dan cukup dalam sehingga perlu dijahit empat lapis,” jelasnya saat diwawancara via WhatsApp.
Pihaknya berharap agar segera ada perbaikan jalan, dan pemasangan lampu sehingga tidak mengakibatkan bertambahnya korban.
“Masa anak UTM kecelakan di UTM sendiri kan tidak enak kalau didengar, soalnya sebagai mahasiswa kita juga beraktivitasnya sampai malam, kalau sampai ada kejadian seperti ini lagi kan kasihan,” harapnya.
Dari pantauan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa (LPM SM), lampu pada jalur tersebut sudah mati sejak kurang lebih lima hari yang lalu.
Menanggapi kejadian tersebut, Amrin Rozali selaku Analis Barang Milik Negara (BMN), mengungkapkan pihaknya tidak mengetahui terkait pemadaman lampu yang terjadi akhir-akhir ini, sedangkan untuk rencana perbaikan paving dirinya mengaku kurang mengetahui apakah sudah terdapat pembahasan terkait hal tersebut atau belum. Ia berpesan kepada mahasiswa supaya lebih berhati-hati ketika melintasi area yang minim penerangan.
”Kalau untuk pembahasan terkait perbaikan paving dengan saya belum ada, namun kurang tahu jika sudah ada dengan pihak yang lain, pesan saya mahasiswa lebih hati-hati saat melintasi wilayah yang kurang enak jalannya sebagai antisipasi,” ungkapnya (07/11).
Lebih lanjut, RY selaku Utility UTM mengungkapkan bahwa pemadaman lampu di ruas jalan belakang Gedung Pertemuan (GP) hingga depan Sekber bukan karena sengaja dimatikan, namun karena adanya perbaikan setelah mengalami eror akibat terkena air hujan.
”Untuk sementara ini masih dalam proses perbaikan, dan beberapa akan dipasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU),” jelasnya (07/11).
Hal ini dikonfirmasi oleh Ari Basuki Selaku Wakil Rektor II bidang Umum dan Keuangan, pihaknya mengungkapkan belum menerima laporan terkait perbaikan lampu area masjid lama depan Sekber dan taman kampus. Dirinya juga menjelaskan terkait hirarki pelaporan adalah dari tim Utility dilanjutkan ke Biro Umum dan Keuangan (BUK) kemudian baru diputuskan oleh Kepala Biro (Kabiro) untuk dijalankan.
”Untuk perbaikan saya belum menerima laporan tersebut, seharusnya untuk hierarki pelaporan harus ke BUK dulu, namun karena beberapa kejadian eksekusinya lambat, laporan tersebut langsung ditujukan ke saya,” Jelasnya (09/11).
Pihaknya juga menanggapi terkait kecelakaan yang dialami mahasiswa pada Senin lalu (06/11). Ia mengutarakan penyebab kecelakaan tidak bisa disimpulkan secara langsung, diperlukan klarifikasi semisal terdapat faktor eksternal berupa jalan atau penerangan yang kurang layak.
”Kalau faktornya adalah kondisi lingkungan berupa lampu atau paving, kami sudah menunjukkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai tim yang bertanggung jawab sedangkan untuk lampu juga demikian, kami sudah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk dana perbaikan,” Ungkap pria asal Sidoarjo tersebut (09/11). (WN/J2)

Komentar