Kamis, 05 Desember 2013

Seminar bertajuk “Berprestasi tanpa Plagiasi”

Spirit mahasiswa news - Seminar bertajuk “Berprestasi tanpa Plagiasi” yang diadakan oleh PUSKOM UTM bertempat di gedung cakra lantai dasar, Kamis (11/28/2013) kemarin berlangsung sukses diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan sebagai peserta. Acara yang baru pertama kalinya digagas oleh PUSKOM untuk menjelaskan pentingnya menghindari plagiasi sekaligus pengenalan software pendeteksi plagiasi ini dihadiri oleh 5 pemateri, yaitu Dr.Suryo Tri Saksono selaku pembantu rektor 1, Prof.Dr.Umi Purwandari (dosen TIP), Hasdiana Paraki (operator di fakultas pertanian), serta dari PUSKOM sendiri, yaitu Kholil dan Mula’ab yang juga dosen teknik informatika. “Seminar ini sebenarnya untuk mengingatkan agar dalam menulis karya ilmiah dan dokumen akademik tidak copy paste mentah-mentah. Akan tetapi, diolah terlebih dahulu dengan bahasa kita.” ungkap kepala PUSKOM, Mula’ab kepada pewarta. Software yang dikenalkan dalam seminar tersebut merupakan karya dari UGM dan diberi nama TESSY (Test of Literatures Similarity) yang berfungsi untuk menguji apakah suatu dokumen terindikasi plagiasi. Kerjanya yaitu dengan menguji kemiripan teks dan kesamaan frasa. TESSY dapat di-download secara gratis ataupun berbayar melalui internet. Sementara kelemahannya, terutama yang berjenis sistem desktop, pengujian hanya dilakukan terbatas pada referensi yang tersimpan di file komputer. Sehingga disarankan menggunakan TESSY online yang hasilnya lebih maksimal karena diuji dengan berbagai dokumen yang telah di-upload pengguna TESSY online. Panitia seminar, Basir Andrianto mengatakan maraknya isu copy paste di Indonesia yang dilakukan berbagai pihak hingga seorang guru besar sekalipun, perlu dihindari oleh civitas akademik UTM. Sehingga, PUSKOM menawarkan penerapan software TESSY untuk mencegah plagiasi baik yang dilakukan mahasiswa maupun dosen. “Seminar ini adalah bentuk sosialisasi software TESSY agar pada saat diterapkan di UTM nanti, mahasiswa bisa lebih mawas diri menghindari plagiasi” katanya. PUSKOM berharap, paling lambat satu tahun kedepan, TESSY sudah diterapkan secara merata di UTM. Akan tetapi, PUSKOM hanyalah sebagai fasilitator saja, sementara kebijakan diterapkannya TESSY berada pada kepentingan akademik. Namun, Suryo Tri Saksono selaku pembantu rektor 1 yang turut hadir dalam seminar tersebut menyambut positif ide yang digagas oleh PUSKOM. Sementara itu, salah seorang peserta seminar mengaku khawatir jika software TESSY diterapkan di UTM. “Nanti ketahuan kalau saya hanya copy paste” kelakar mahasiswa baru yang tidak mau disebut namanya. Namun, Masruroh, mahasiswa mekatronika menilai TESSY sangat bagus untuk diterapkan di UTM agar mahasiswa tidak terbiasa plagiat dan copy paste mentah-mentah. (ris/nof)

Spirit mahasiswa news - Seminar bertajuk “Berprestasi tanpa Plagiasi” yang diadakan oleh PUSKOM UTM bertempat di gedung cakra lantai dasar, Kamis (11/28/2013) kemarin berlangsung sukses diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan sebagai peserta.

Acara yang baru pertama kalinya digagas oleh PUSKOM untuk menjelaskan pentingnya menghindari plagiasi sekaligus pengenalan software pendeteksi plagiasi ini dihadiri oleh 5 pemateri, yaitu Dr.Suryo Tri Saksono selaku pembantu rektor 1, Prof.Dr.Umi Purwandari (dosen TIP), Hasdiana Paraki (operator di fakultas pertanian), serta dari PUSKOM sendiri, yaitu Kholil dan Mula’ab yang juga dosen teknik informatika.

“Seminar ini sebenarnya untuk mengingatkan agar dalam menulis karya ilmiah dan dokumen akademik tidak copy paste mentah-mentah. Akan tetapi, diolah terlebih dahulu dengan bahasa kita.” ungkap kepala PUSKOM, Mula’ab kepada pewarta.


Software yang dikenalkan dalam seminar tersebut merupakan karya dari UGM dan diberi nama TESSY (Test of Literatures Similarity) yang berfungsi untuk menguji apakah suatu dokumen terindikasi plagiasi. Kerjanya yaitu dengan menguji kemiripan teks dan kesamaan frasa. TESSY dapat di-download secara gratis ataupun berbayar melalui internet. Sementara kelemahannya, terutama yang berjenis sistem desktop, pengujian hanya dilakukan terbatas pada referensi yang tersimpan di file komputer. Sehingga disarankan menggunakan TESSY online yang hasilnya lebih maksimal karena diuji dengan berbagai dokumen yang telah di-upload pengguna TESSY online.

Panitia seminar, Basir Andrianto mengatakan maraknya isu copy paste di Indonesia yang dilakukan berbagai pihak hingga seorang guru besar sekalipun, perlu dihindari oleh civitas akademik UTM. Sehingga, PUSKOM menawarkan penerapan software TESSY untuk mencegah plagiasi baik yang dilakukan mahasiswa maupun dosen. “Seminar ini adalah bentuk sosialisasi software TESSY agar pada saat diterapkan di UTM nanti, mahasiswa bisa lebih mawas diri menghindari plagiasi” katanya.

PUSKOM berharap, paling lambat satu tahun kedepan, TESSY sudah diterapkan secara merata di UTM. Akan tetapi, PUSKOM hanyalah sebagai fasilitator saja, sementara kebijakan diterapkannya TESSY berada pada kepentingan akademik. Namun, Suryo Tri Saksono selaku pembantu rektor 1 yang turut hadir dalam seminar tersebut menyambut positif ide yang digagas oleh PUSKOM.


Sementara itu, salah seorang peserta seminar mengaku khawatir jika software TESSY diterapkan di UTM. “Nanti ketahuan kalau saya hanya copy paste” kelakar mahasiswa baru yang tidak mau disebut namanya. Namun, Masruroh, mahasiswa mekatronika menilai TESSY sangat bagus untuk diterapkan di UTM agar mahasiswa tidak terbiasa plagiat dan copy paste mentah-mentah. (ris/nof)

Sastra