![]() |
| Lokasi UTBK.Foto:Ika |
WKUTM – Universitas
Trunojoyo Madura (UTM) kembali menjadi Panitia Lokasi (Panlok) Ujian Tulis
Berbasis Komputer (UTBK) pada Senin (12/04) dengan jumlah 4266 peserta di
gedung cakra. Adapun gelombang pertama UTBK dilaksanakan pada 12 - 18 April
2021, sedangkan untuk gelombang kedua UTBK dilaksanakan pada tanggal 26 April -
2 Mei 2021. Acara yang diketuai oleh Deni Setya Bagus Yuherawan ini dinilai
berbeda dari tahun kemarin lantaran adanya tes kompetensi akademik.
Firmansyah Aditya selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi
Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) mengungkapkan bahwa dalam UTBK tahun ini
terdapat tes kompetensi akademik dan skolastik, berbeda dengan sebelumnya yang
hanya mengadakan tes skolastik saja.
“Untuk tahun kemarin hanya tes skolastik saja, sekarang juga mengadakan
tes kompetensi akademik,”ungkapnya.
Firman juga menambahkan bahwa dari pihak UTM telah mempersiapkan 14
tempat pelaksanaan UTBK. Untuk setiap ruangan akan diisi 10-15 peserta, serta
disediakan genset sebagai antisipasi pemadaman listrik.
"Selain itu, untuk mengantisipasi adanya komputer yang bermasalah
kami menyediakan 5 komputer cadangan di setiap ruangan ujian," imbuhnya.
Terkait protokol kesehatan, Ningwar selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menjelaskan bahwa protokol
kesehatan dalam UTBK tersebut sama seperti biasanya, yakni peserta diwajibkan
untuk cuci tangan, bermasker dan menunjukan suat sehat yang dilanjut dengan tes
suhu. Dia juga menambahkan jika terdapat peserta yang suhu badannya di atas
batas normal akan diistirahatkan selama 15 menit terlebih dahulu.
“Apabila ada peserta yang datang dengan suhu di atas batas normal itu
diberi waktu 15 menit untuk mengistirahatkan diri. Kalau sudah normal suhunya
baru boleh masuk ruangan,”jelasnya.
Senada dengan Ningwar, Suprianto, selaku Ketua Biro Akademik
Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) mengungkapkan bahwa
pelaksanaan UTBK tahun ini menerapkan protokol kesehatan seperti biasanya,
hanya saja terdapat peraturan mengenai UTBK dari pusat yang menyebutkan tidak
adanya ujian susulan bagi peserta yang terpapar
Covid -19 atau sakit.
“Berbeda dengan tahun
kemarin yang memberikan ujian susulan bagi
peserta yang terkena Covid-19. Namun untuk Tahun ini jika
peserta terkena Covid-19 berarti sudah gugur tidak boleh ikut ujian,” ujarnya.
Sementara itu, Safitri, selaku peserta UTBK mengeluhkan terkait jarak
tempat parkir peserta yang jauh. Ia juga berharap agar kedepannya, pihak UTM
menyediakan lahan parkir yang luas dan tertata.
“Tempat parkirnya diharapkan untuk lebih tertata dan disediakan lebih
luas,” harapnya.(Naw/Puk)

